Pontianak: Bubbor Paddas Pa' Ngah


Salah satu makanan wajib yang harus dicoba ketika bertandang ke Kalimantan Barat adalah bubbor paddas atau bisa juga disebut bubur pedas. Makanan ini berasal dari budaya Melayu Sambas. Banyak yang mengingatkan saya sebelum makan bahwa bubur pedas adalah acquired taste, yang justru malah membuat saya makin penasaran. Di Pontianak, saya mencoba bubur pedas di rumah makan Pak Ngah yang sudah terkenal kenikmatannya.


Sekilas bubur pedas mengingatkan saya pada rasa bubur sop di yang rutin kalau keluar bulan puasa di Medan. Jadi buat saya alih-alih acquired taste, justru ini comfort food yang sudah lama tidak dicicipi karena tidak tinggal di Medan lagi. Ternyata setelah di googling, ternyata memang ada hubungannya konon katanya bubur pedas merupakan makanan yang datang dari pengaruh Melayu Deli (Medan).

Bubur pedas rasanya tidak pedas seperti namanya, rasanya hangat karena campuran rempah terutama merica. Bubur pedas bertipe sangat basah, berkuah, dengan campuran utamanya adalah daun kesum, selain itu pakis, taoge, kangkung dan jagung juga masuk kedalamnya. Kondimen yang diberikan untuk bubur pedas ada teri, kacang dan jeruk kunci. Setiap kondimen yang diberikan sangat penting dan karakteristiknya berbeda-beda, saya suka dengan teri karena menambah chunky dan gurih. Begitu juga dengan kacang membuat bubur jadi crunchy. Sayangnya saya kurang suka dengan perasan jeruk, saya lebih suka bumbu rempahnya kuat terasa.


Karena istri sudah sempat makan bubur pedas duluan jadi dia memesan bakso. Kalau di Pontianak ternyata default baksonya pakai mie tiaw. Baksonya juga gepeng. Beda, tapi rasanya enak banget. 


Minumnya? Es jeruk kecil dong.. apalagi yang pakai kiamboi, ga ada lawan segarnya. Ayo kapan ini di Jakarta ada yang jual Es jeruk kecil pakai kiamboi? Saya perlu dosisnya minimal segelas tiap minggu nih!

-----

Bubur Pedas Pa' Ngah

Jalan Komyos Sudarso, Sungai Jawi Luar, Pura Pontianak

Range Harga: 50-75k/2 orang

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Komentar