Friday, July 31, 2015



Di tengah belantara Jakarta yang sibuk, saya harus kembali segera ke Bogor. Karena waktu itu bulan puasa, membeli tajil pun tak terelakkan. Akhirnya ketika sedang mencari gerai makanan yang praktis bertemu dengan Umi Sushi.


Semua sushi sudah ada di display dalam bungkus yang siap untuk dibawa pulang. Yang belum ada bisa di request. Semua menu dan harga terpampang jelas di atas kasir. Saya coba beli yang standar yaitu california roll. Namun melihat harga unagi dan salmon yang murah saya jadi beli juga masing-masing satu buah. Terakhir saya malah nambah chuka idako.


Yang paling enak dari ketiga jenis sushi yang saya pesan adalah california roll. Untuk unagi dan salmonnya kurang mantap. Entahlah tapi rasanya kurang fresh. Chuka idakonya paling juara. Tapi chuka idako yang saya pesan disini bukan gunkan/sushi, jadi beneran empat potong baby octopus. Tapi enak banget beneran, kenyal-kenyal gurih pedas nagih. Nah kalau di umi sushi pengen pesen chuka idako yang sushi jangan lupa ditambahin bilang gunkannya ya.


Umi sushi merupakan franchise dari Singapura. Sekarang jadi make sense mengapa gerai sushi di Indonesia ada yang cepat saji, mengingat dari negara asalnya franchisenya. Umi sushi tidak buruk, walaupun bukan yang terbaik. Direkomendasikan bagi yang ingin sushi cukup murah dan cocok untuk on-the-go.

-----

Umi Sushi 

Lantai GF Kota Kasablanka

Chuka Idako: 24k
Salmon Sushi: 12k
Unagi Sushi: 12k
California Roll (8pcs): 35k

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Thursday, July 30, 2015


Setiap bertanya tentang rekomendasi tempat makan yang harus dikunjungi di Solo pasti nama Shi Jack muncul. Shi Jack sendiri bukan tempat makan berat. Warung susu lebih tepatnya. Modelnya seperti angkringan atau kaki lima. Utamanya yang diorder adalah susu, roti dan pisang. Di meja tersedia gorengan dan berbagai macam cemilan yang bisa diambil swalayan. Shi Jack memiliki beberapa tempat di Solo. Saya memilih pergi ke Shi Jack daerah kota barat karena mudah dicari.


Susu yang disajikan di Shi Jack berasal dari kota Boyolali. Yang saya suka dari Shi Jack adalah tekstur susunya yang tidak terlalu kental, namun juga tidak cair. Kalau dingin enak, kalau hangat semakin mantap. Apalagi kalau minumnya ditengah suasana dingin. Favorit saya kalau dingin susu coklat. Kalau hangat susu jahe atau madu. Oh ya, Shi Jack hanya beroperasi malam hari. Satu gelas susu di Shi Jack tidak mahal hanya sekitar empat hingga tujuh ribu rupiah. Nah yang perlu diwaspadai adalah gorengannya, walaupun tidak mahal tapi kalau sedikit demi sedikit ngemil terus jatuhnya mahal juga. Hehehe.

------

Shi Jack

Jalan Dr Murwadi Kota Barat

Susu/gelas: 4-7k

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Wednesday, July 29, 2015


Akhirnya nyobain juga minuman unyu ini. Nongkrong di lantai bawah galeria mall dengan gerai berbentuk mobil di pasar malam. Pastilah anak-anak dan cewek sangat menggemari.


Pilihan rasanya sangat kekinian, ada tiramisu, red velvet, green tea, ovomaltine dan lain-lain. Saya coba pesan yang ovomaltine


Rasanya enak. Susu dengan campuran ovomaltine rasanya pas. Tidak terlalu manis. Gulalinya juga oke. Namun ternyata minuman ini tidak ringan. Satu botol bisa berdua. Karena minum susu itu mengenyangkan. Hehehe.

-----

Cotton Pop

Galeria Mall

Harga: 15-23k

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Tuesday, July 28, 2015


Sebelumnya saya pernah mendengar tentang Sate Afrika yang terkenal dari Mali di Tanah Abang Jakarta. Begitu mereka buka cabang di Jogja saya langsung penasaran untuk mencoba. Tempat makannya sederhana saja, berbentuk Joglo di daerah Tajem. Dari dulu saya sudah ingin coba makanan Afrika. Akhirnya sekarang kesampaian juga.


Menunya cuma ada satu. Bisa pakai pisang atau nasi. Silahkan dipilih sesuai selera saja yang mana yang cocok dengan keinginan perut.


Bumbu satenya sederhana. Tidak pakai bumbu diatas daging atau kuah seperti sate Indonesia. Daging dipotong rough, jadi masih ada beberapa bagian yang bertulang. Agak ganggu kenikmatan sedikit. Tapi satenya sendiri enak, agak kering dan muantap kalau dicocol ke sambalnya. Sambalnya sangat pedas dan berminyak sedikit. Digigit bawang bombay makin gurih. Kalau mau agak bule? pakai mustard, disajikan disana.


Kemaren saya sempat coba pakai pisang untuk karbonya dan supaya lebih otentik. Pisangnya manis, digoreng, jadi yaaaah pisang goreng. Dasar namanya perut Indonesia udah makan sate ama pisang jadi ga kenyang, akhirnya pesen lagi pakai nasi.


Buat yang penasaran sama makanan Sate Afrika, boleh mampir ke sini,

-----

 Sate Afrika Haji Ismail Coulibaly

Jalan Raya Tajem, Maguwoharjo

Sate Afrika: 35k
Pisang: 7,5k
Nasi: 4k

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Monday, July 27, 2015


It's such a lovely place. Ambiencenya tenang, lokasinya mudah. Tempat yang mudah untuk dicintai bagi semua kalangan umur. A,an dan cocok untuk mengajak orangtua makan disini.


Harga menu sekitar dua puluh hingga tiga puluh ribuan. Menu-menunya khas Indonesia. Sistem pesannya order dan bayar di awal. 


Saya coba pesan nasi timbel khas Sunda. Porsi nasinya cantik. Sayur asemnya ok. Sayang ayam dengan tempenya cenderung plain. Tapi ga jelek kok.


Untuk ayam bumbu rujaknya lebih mendingan. Karena bumbunya lebih berasa, Untuk ukuran porsi nasinya juga cantik. Ayamnya porsinya pas.


Masih ada ruang untuk berkembang. Karena tempatnya sangat menyenangkan.

-----

RM Demangan

Jalan Demangan Baru No 19

Range Harga: 20-35k

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Sunday, July 26, 2015



Waktu pertama kali lihat instagram mereka saya langsung tertarik untuk datang ke Publik Cantina. Alasannya karena walaupun tempatnya lebih mirip coffee shop mereka justru menyajikan menu Sumatra. Akhirnya saya memutuskan reservasi untuk buka puasa di bulan Ramadhan kemarin.


Di setiap meja disajikan gorengan. Harganya cukup premium, tiga ribu rupiah. Tapi kualitas dan rasanya oke. Bakwan jagungnya mantap. Perkedelnya juga padat, lebih cocok lagi kalau dicelup ke soto Padang ini model perkedelnya.


Lalu kami diberikan takjil bubur kacang hijau. Buburnya juga unik, karena kental tidak seperti bubur hijau biasanya. Rasanya juga manis dan wangi sepertinya menggunakan campuran pisang atau nangka, entahlah.


Makanan yang direkomendasikan adalah paket ikan balado. Di paket ini ikan balado sudah termasuk dengan sambal, sup, dan nasi putih. Rasa "lado" dan sambalnya enak, kuat, pastikan ada di setiap suapan karena bumbunya tidak terlalu tajam ke dalam ikan.


Selain itu saya juga rekomendasikan gulai udang. Saya ga bisa terlalu menjabarkan mengenai gulai udang ini. Yang bisa saya bilang adalah, rasanya seperti pulang kampung. Resep gulai udang ini rasanya mirip dengan yang saudara atau nenek saya buat. Menikmati gulai udang ini seperti perjalanan cinta yang dalam menuju kehangatan rumah.


Untuk minum boleh coba sunshne punch. Gabungan nanas, wortel dan jeruk ini dijamin segar dan mampu menghilangkan rasa makanan khas Sumatra yang berminyak.


Tidak banyak yang saya bisa jelaskan mengenai Publik Cantina, yang jelas rasanya memang sudah sangat otentik. Hanya bedanya di Publik Cantina tidak meninggalkan after taste karena porsinya sudah cantik dan tidak terlalu dirty bumbunya macam di Sumatra yang asli. Sudah modern, harus coba!

-----

Publik Cantina

Jalan Komplek Colombo No 27

Gorengan: 3k
Paket Ikan Balado: 16k
Paket Gulai Udang: 25k
Sunshine Punch: 11k

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Saturday, July 25, 2015


Wah, sebenarnya yammie yang satu ini ga perlu review lagi kali ya? semua orang pasti sudah tahu dan pernah makan di sini. Yah, memang tidak salah sih karena yammie yang satu ini memang enak sekali. Entah pakai apa, saya juga tidak pernah bertanya bumbunya. Yang jelas rasanya magis dan fantastis.


Seperti tidak ada yang kurang dari semangkok yammienya. Teksturnya kenyal, rasanya gurih, ayamnya tidak pelit, pangsitnya mantap, kuahnya hangat, sambalnya menambah sensasi. Luar biasa. Pujian setinggi-tingginya untuk yammie yang satu ini.


Kalau kebetulan sedang ada bakso goreng coba ambil, begitu juga dengan pangsit gorengnya. Maknyus. Apalagi kalau pas keluar dari gorengan langsung dimakan hangat-hangat. Beuh. Porsi jumbo pun masih craving buat nambah. Hebat sekali.

-----

Yammie Pathuk

Jalan Kemetiran Kidul

Yammie Pangsit Basah: 14k
Bakso Goreng: 4k
Pangsit Goreng: 9k

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:



Thursday, July 23, 2015


Tren martabak sepertinya belum habis. Setelah digempur dengan berbagai rasa baru yang modern, inovasi baru kali ini datang dengan berbentuk cream cheese. Awalnya agak enggan untuk menemani seseorang kesini, tetapi karena tidak ada pilihan lain jadi baiklah...


Mengapa saya kurang suka untuk diajak makan martabak adalah karena harganya mahal. Itu pun yang kuat saya makan hanya satu atau dua potong. Belum lagi martabak jaman sekarang minyaknya dan menteganya ya ampuuun banyak banget demi melengketkan topping. Udah gitu topping modern ini kadang buat martabak jadi kemanisan. Alesan terakhir, ngapel ke rumah gebetan bawa martabak sambil main catur dengan bokap gebetan sepertinya sudah tidak zaman.

Untungnya martabak kum kum tidak seperti yang saya sebutkan di atas. Secara mengejutkan martabak kum kum rasanya enak sekali. Saya coba menu andalan mereka red velvet cream cheese oreo. Martabaknya lembut seperti martabak klasik (bukan kering yang terbuka). Rasa manisnya tidak berlebihan, penggunaan cream cheese ternyata mampu membuat rasa manis dari oreo seimbang. Begitu juga dengan minyaknya yang tidak membuat kering tenggorokan.


Buat yang mau pergi bisa intip harga dan menu di atas. Selain manis ada juga martabak telur. Yang jelas jangan pergi sendirian. Ntar gendut. 

-----

Martabak Kum Kum

Jalan Prof. Yohannes no 1060

Martabak Red Velvet Cream Cheese Oreo: 70k

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:


Thursday, July 2, 2015


Apa rasanya makan di lantai 11? Rheneo Skylounge punya jawabannya. Berlokasi di lantai paling atas hotel Grand Tjokro Yogyakarta, tempat ini menawarkan pemandangan yang sangat menarik! Dari Rheneo bisa terlihat jelas Jogja ke arah timur, gedung-gedung tinggi dapat dengan mudah ditemukan. Untuk ke arah barat, pemandangannya agak tertutup dengan stall makanan, mungkin kalau di luar bulan ramadhan bisa puas juga lihat ke barat.


Alasan saya ke Rheneo adalah karena tertarik dengan promo all you can eat selama bulan ramadhan. Dengan harga 55 ribu, 66 ribu setelah pajak, para pengunjung bebas untuk makan apapun yang disajikan di Rheneo. Tidak menyia-nyiakan kesempatan saya segera mencoba. 


Pertama ada sup kacang merah. Yang ini supnya direkomendasikan, bening dengan kecap pedas asin. Rasanya gurih berkat sisipan lemak sapi. Selain itu ada juga aneka bubur tradisional yang disajikan, ini juga mantap. Ada bubur ketan hitam, kacang hijau, dan lain-lain.


Menu beratnya ada tiga jenis, bakmi, nasi putih atau nasi goreng. Karbo-karbo tersebut bisa disandingkan dengan ikan fillet dan sayur. Atau berbagai macam jenis gorengan yang tersedia.


Gorengan yang tersedia ada goreng sate, goreng tahu, tempe dan terong. Gorengan disajikan dengan sambal. Untuk penutup ada puding dan aneka buah potong.


Disayangkan karena menu buffetnya kurang beragam. Begitu pula dengan menu-menu kecil lainnya. Meski begitu setidaknya pengalaman makan di Rheneo memang asik suasanya.


Rheneo Skylounge

Jalan Gejayan No 37

Ramadhan All You Can Eat: 55k (Sebelum Pajak)

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Wednesday, July 1, 2015


Tempat makan pizza makin banyak di Jogja. Sayangnya makin banyak pula yang pizzanya semakin seragam. Di tengah bosan atas pizza yang begitu-begitu saja, akhirnya saya menemukan pencerahan dengan bertemu kenikmatan yang sederhana di La Pizza Napoli. Saya bilang sederhana karena harganya tidak menonjol, dan tempatnya pun tidak di tengah kota yang penuh hingar bingar. Terletak di lempongsari, pergi ke Napoli rasanya nyaman bagi yang ingin punya waktu berkualitas dan menghindari keramaian.


Saya memesan pizza seafood marinara. Perkenalan saya dengan pizza seafood adalah ketika stay di Australia. Di sana pizza seafood hampir sama populernya dengan pizza bertopping nanas. Selain itu saya juga pernah coba pizza seafood di Venezia. Makan pizza seafood di Venezia memang merupakan pengalaman yang "masyuk". Soalnya Venezia itu bau amis. 

Sejauh ini di gerai-gerai pizza populer di kota-kota yang pernah saya tinggali jarang yang ada jual pizza seafood. Di Jogja ada satu tempat pizza salmon kesukaan saya, tapi lebih "seafood" yang ini karena menggunakan udang, kerang dan cumi. Selain itu yang nikmat bagi saya adalah saus marinara di Napoli sudah cukup Europe, tidak bermain di "perbanyak oregano".


Pastanya juga menyenangkan. Sedikit undercook, tapi tetap lebih baik daripada overcook. Kental sausnya pas, tidak terlalu kental namun cukup untuk menempel di pasta. Begitu pula dengan porsi dan beef bacon yang diberikan. Pas.


La Pizza Napoli

Jalan Kranji no 8

Pizza Seafood Marinara Small: 44k
Fettucine ala Carbonara: 28k

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow: