Sunday, December 25, 2016


Dua hari terakhir kami di Filipina dihabiskan dalam resort Solea Mactan. Karena ukuran resort yang sangat besar dan lokasinya jauh dari perkotaan kami selama dua hari hanya makan di dalam resort saja. Resort yang sangat nyaman dengan fasilitas lengkap, direkomendasikan untuk menginap apabila anda berniat bersantai di Lapu-Lapu City.


Resort ini dipenuhi oleh turis-turis dari Korea, sehingga resto mereka memiliki menu Korea sangat banyak. Uniknya mereka juga punya menu ASEAN. Dua menu dari Indonesia yang masuk di Earth adalah rendang daging dan nasi goreng sayur. Cuma, saya belum tertarik untuk makan makanan Indonesia dari dapur Mas Pinoy dan Mbak Pinay. Jadi dalam dua hari di resort saya mencicipi menu Korea dan lokal Filipina.


Sebelum memesan kami sudah diberikan makanan pembuka. Padahal waktu menunggu makanannya datang tidak lama. Sederhana, tapi nice gesture.


Inilah pesanan kami pada hari pertama, nasi goreng kimchi. Disajikan porsi sedang, cukup untuk dua orang plus tambah. Mungkin tiga orang juga cukup. Nasi goreng dengan rasa gurih keju bercampur asam pedas dari kimchi.


Selain nasi goreng kimchi kami juga memesan ayam goreng korea. Ayamnya sangat crispy, gurih di kulit, super duper ekstra manis pada bagian daging. Satu porsinya isi 12 ayam yang ukurannya bisa dibilang... belum pernah menemukan ayam goreng Korea sebesar itu di Indonesia... Porsi 12 potong ayam goreng Korea ini cukup untuk makan 3-4 orang.


Bukan, gambar di atas bukan menu undangan pernikahan yang terselip. Makanan di atas adalah Spicy sotanghon guisado, seafood adobo & chicken sausage. Terdengar eksotis bukan? Ya, ya, sotanghon guisado kalau diartikan ternyata adalah bihun rebus! Dan spicy di Filipina harus dipertanyakan. Karena spicy mereka mengikuti standar orangtua koloni mereka yaitu Spanyol dan Amerika, tidak mengikuti standar ASEAN. Sementara adobo sendiri adalah masak kecap, agak jarang memang di Indonesia melihat hasil laut dimasak kecap, tetapi kalau di Filipina semua bisa dimasak kecap! Ayam, ikan, sapi, babi, kecapin aja! Voila jadilah adobo! 


Beruntung bisa mencicipi kue-kue lokal di Earth. Di hotel Mandarin Plaza mereka lebih menawarkan produk buah ketimbang pastry lokal. Berikut nama-nama kue lokal yang di atas (ki-ka): karot pandesal, cherry cupcake, keso ensaymada. Bawah (ki-ka): cherry danish, puto kutsinta. Karot pandesal berisi wortel dan sayur lain seperti risol namun dalam bentuk roti. Keso ensyamada bisa diartikan gulungan keju, roti ini bertekstur kenyal dengan krim serta keju mengelilingi, rasanya manis. Puto kutsinta memiliki rasa seperti kue mangkok, namun dengan tekstur yang lebih lembek dengan rasa kelapa yang kental.


Sekian petualangan makan saya di Filipina. Semoga bisa kembali lagi ke negara ini terutama bagian utara atau selatan yang belum dijelajahi.

-----

Earth, Solea Mactan Resort

Juan Wahing Street, Cordova, Cebu

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:


Saturday, December 24, 2016


Mencari oleh-oleh di Lapu-Lapu city menjadi PR untuk kami. Berbeda dengan Cebu city yang modern dan banyak pusat perbelanjaan, Lapu-Lapu merupakan kota resort yang sejauh mata memandang dari hotel hanya akan bertemu hotel lagi atau laut, atau tanah kosong dan rumah warga.


underneath the mango tree

Teman kami dari Manila menyarankan untuk beli manisan mangga saja di SM. SM merupakan jaringan toko di Filipina, merupakan singkatan dari Save More. Save More tidak memiliki afiliasi apapun dengan SM entertainment di Korea. Membeli mangga kering di SM memiliki kelebihan banyak pilihan merek juga harganya murah karena di supermarket.


Saking sibuknya memilih oleh-oleh kami sampai lupa makan siang. Karena bingung tidak tahu mencari makan dimana dan susah untuk kemana-mana di Lapu-Lapu (harus menggunakan taksi) kami memutuskan makan di bagian ready to eat supermarket Savemore. Kami memesan lumpia sayur dan chicken tocino with egg.


Di gambar yang terpajang chicken tocino menggunakan tepung dengan telor mata sapi. Memang benar yang keluar tetap chicken tocino (tidak bertulang) tetapi bentuknya sudah seperti ayam kecap dengan telur bulat. Malas menukar, kami makan saja apa yang ada. Rasanya lumayan, namanya juga lapar. Harganya sih murah sekali, hanya 50 Peso atau sekitar 13.500 rupiah. Lumpianya 20 peso atau 5.400 rupiah, mahal karena isinya hanya sayur tetapi ukurannya besar. Mirip dengan lumpia di Indonesia hanya minus rebung, dan sambal yang diberikan justru mirip sambal cakwe. Selesai makan, tiba-tiba terpikir mengapa orang Indonesia getol menyerang Malaysia perkara lumpia, padahal lumpia tersebar merata di Asia Tenggara.


Menutup makan dengan air minum mewah.

-----

Savemore Market

Sitio Looc, Quezon National Highway, Maribago, Lapu Lapu City

Chicken Tocino: 50 PHP
Vegetable Lumpia: 20 PHP

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Friday, December 23, 2016


Salah satu waralaba lokal yang tidak kalah terkenal dari Jollibee di Filipin adalah Mang Inasal. Menyajikan makanan lokal, Mang Inasal punya andalan ayam bakar. Maklum, Mang Inasal sendiri artinya adalah tuan bakar. Selain ayam bakar mereka punya bangus sisig dan palabok. 


Sama seperti Jollibee, antrian di Mang Inasal sangatlah panjang tapi cepat. Orang-orang makan silih berganti. Semua meja penuh. Seorang pelayan yang sadar melihat bahwa kami adalah orang asing dan sedang kebingungan dengan sigap mencarikan kami tempat duduk.


Untuk gaya makannya, hampir sama dengan Hukad. Nasi bebas isi ulang jika kurang. Kondimen yang diberikan pun juga sama, kecap asin, cuka, jeruk nipis dan cabai. Ayam di hukad ini hitungannya besar sekali. Kami pesan bagian paa (paha). Selain paha ada juga pecho (dada). Ayam Mang Inasal memiliki satu kelemahan, yaitu belum kenal kecap Bango mereka. Kalau pakai kecap Bango dijamin ayam ini akan terasa lebih mantap.


Kemudian ada bangus sisig. Bangus, sama seperti dengan yang di Hukad, yaitu ikan bandeng. Sementara sisig merupakan gaya masak yang menonjolkan rasa asam dimana ikan terlebih dahulu direndam dengan air jeruk nipis dan dimasak dengan cuku. Lagi-lagi sama seperti di Hukad, ikan disajikan di atas piring panas. Mungkin kebiasaan orang Filipina untuk makan ikan selalu hangat. Disajikan dengan nasi semakin mantap, rasa asam dengan samar pedas menyelimuti ikan ini.


Membasuh makanan dengan penutup minuman sago't gulaman. Minuman dengan dasar gula merah berisikan agar-agar (gulaman) dan mutiara dari tapioka (sago). Manisnya legit, nikmat selagi dingin.

-----

Mang Inasal

Mactan Marina Mall, Lapu-Lapu City

Chicken Inasal Paa: 113 PHP
Bangus Sisig: 113 PHP
Sago't Gulaman: 35 PHP

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Thursday, December 22, 2016


Cebu City itu unik, di jalan tidak banyak orang berlalu lalang, begitu tiba di Mall isinya lautan manusia. Siang itu kami kembali ke Ayala Mall untuk mencari makan. Setelah mengecek Zomato, maka kami memutuskan untuk pergi ke restoran lokal yang memiliki rating paling tinggi yaitu Hukad.


Kami datang sebelum jam 11.30 langsung mendapatkan kursi.  Tidak lama kemudian Hukad menjadi sangat ramai dengan pengunjung kebanyakan keluarga dan petinggi kantor. Hukad terkenal karena menu-menu klasik Filipina. Menu cukup mudah dicerna penutur bahasa asing karena mereka memisahkan starter, main course dengan dessert. 


Saya memesan garlic rice, tortang talong, sizzling bangus, halo-halo, budbud turon dan jus jeruk kalamansi karena mereka sedang kehabisan jus kelapa khas Filipina yang terkenal. Di Hukad nasi yang dipesan bebas untuk di refill. Apabila nasi di piring mendekati habis, maka akan ada pegawai yang cekatan menghampiri anda bertanya apakah mau menambah? Pegawai yang bertugas menambah nasi berdiri dengan mengalungkan penyimpan nasi dari kayu di sudut restoran.


Tortang talong secara harafiah artinya adalah terong tepung. Sederhana, tapi di Indonesia belum pernah saya lihat terong tepung yang breaded seperti ini. Tortang talong datang dengan acar. Sulit untuk melupakan rasa tortang talong ini, karena saya kagum dengan kehebatan mereka menciptakan lauk yang begitu renyah diluar dan begitu lembut sampai meleleh terongnya di dalam.


Kemudian ada sizzling bangus with coco cream sauce. Kalau yang ini bahasa Indonesianya adalah bandeng piring panas dengan saus santan. Bandeng lembut dengan saus santan yang creamy tapi juga gurih berkat pengaruh bawang. Lebih mantap setelah ditambahkan cabai. Di Filipina, cabai berstatus kondimen, bisa diminta. Ada empat kondimen yang disajikan di meja oleh Hukad yaitu kecap asin, cuka, jeruk nipis dan cabai. 


Kami makan sampai tambah nasi dua kali, memanfaatkan gratis dan karena memang rasanya enak. Kemudian kami langsung menghajar budbud turon. Turon berarti lumpia manis, budbud turon merupakan lumpia dengan isi ketan. Rasanya manis dari siraman saus coklat dan saus mangga. Budbud turon setelah makan terasa sangat padat, seharusnya pesan turon yang original saja tanpa isi.


Walaupun kenyang, selalu ada tempat di perut untuk es! Es campur khas Filipina ini namanya halo halo. Yang buat khas eskrimnya harus pakai eskrim ubi ungu. Tidak lupa juga air kelapa yang buat rasa segar es campurnya beda.  Halo halo sendiri artinya campur-campur, nah campurannya ini yang beda-beda di tiap tempat. Seperti di Hukad mereka pakai cornflakes, lalu ada juga nangka, kolang kaling, agar-agar, nata de coco, kacang merah. Sampai lupa kalau tadi sudah kenyang!


Sangat direkomendasikan apabila anda berkunjung ke Cebu City.

-----

Hukad

Ayala Malls 360, Ayala Center, Cebu City

Calamansi Juice: 52 PHP
Tortang Talong: 93 PHP
Sizzling Bangus: 165 PHP
Budbud Turon: 85 PHP
Halo Halo: 110 PHP

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:


Wednesday, December 21, 2016


Saya makan pagi di hotel tempat saya menginap di Cebu City. Namanya Mandarin Plaza Hotel, kalau ingin mengunjungi Cebu, hotel ini sangat direkomendasikan. Saya dapat di Traveloka dengan harga yang sangat terjangkau untuk bintang 4. Kamar dan fasilitasnya sangat mewah. 


Restaurantnya memiliki nama yang sama dengan nama hotel. Tempatnya tidak jauh berbeda dengan resto-resto hotel lainnya. Yang saya suka dari sarapan di hotel adalah saya jadi bisa mencicipi berbagai macam makanan lokal tanpa harus mengunjungi beberapa tampat. Ga perlu tambah bayar juga. Bebas, buffet ini. 

Yang diatas sarapan lokal saya sangat terpengaruh dengan gaya Spanyol, yaitu sarden spanyol. Pasangannya sayur sawi dan wortel serta baked beans. Sebagai bekas koloni, Spanyol banyak meninggalkan kebudayaan terhadap Filipin, termasuk dalam budaya makan. Kalau di Eropa sana baked beans pasangannya telur dan bacon, kali ini menyesuaikan gaya ASEAN, sanguan aka pakai nasi. Gaya masak sardennya juga sudah mengikuti Spanyol, menggunakan tomat dan bawang bombay.


Salah satu hasil kebanggaan Cebu adalah buahnya. Mangga dan pisang menjadi andalan. Mangga di jus, mangga dikupas langsung serta mangga dijadikan selai. Kemudian juga pisang disajikan langsung dan ada juga cupcake pisang. Semua di olah dengan baik oleh Mandarin Plaza Restaurant. Selai mangganya boleh coba dan jusnya juga segar. Banana cupcake rasanya agak mirip lapis pisang. Tidak lupa juga kami mencicipi tablea yaitu coklat batangan hasil produksi lokal. Hangat, dan agak cair ketimbang coklat lain dengan aftertaste yang agak spicy.


It's a great hotel with decent local food!

------

Mandarin Plaza Hotel

J. Solon Street, Cebu City

Breakfast buffet: Included in room charge (free)

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:



Tuesday, December 20, 2016


Ke Filipin belum lengkap kalau belum mampir ke salah satu gerai waralaba fastfood lebah ganteng (bukan yang biasa isi subtitle ya), Jollibee. Secara garis besar Jollibee merupakan fastfood dengan kearifan lokal. Kalau tanya orang Filipin pasti mereka bangga karena ini salah satu brand lokal mereka yang paling mengglobal. Menunya ya standar fast food, burger, ayam, nasi atau spaghetti paketan. 

Mencari kursi untuk duduk di Jollibee itu susah banget, ramenya parah. Padat bahkan tempatnya, full pack. Belum lagi antriannya panjang, tapi ya masak ga nyobain. Pantang menyerah dong saya, bagi-bagi tugas sama istri yang satu duduk, yang satu lagi mesenin. Saya pesan chickenjoy super meal, namanya keren ya, meyakinkan. Satu lagi burger steak. Ga cuma tempat makannya yang penuh, setiap porsi di Jollibee juga penuh piringnya! Masih dikasih cup tambahan lagi buat saus gravy.


Chickenjoy super meal berisikan double karbo saudara-saudara! Nasi & spaghetti, kemudian lauknya ayam goreng + lumpia (yang disebut Shanghai sama warga lokal) & buttered corn. Kalau burger steak lebih sederhana, cuma ada nasi dan lumpia. Tapi temen di Manila udah wanti-wanti jangan makan lumpia Shanghai karena ada porknya. 

Makan tumplek blek gini ya... bingung... banyak banget abisan campur aduk. Spaghettinya rasa tomat keju, ayamnya gurih, jagungnya nambah tekstur sih rasanya buttery juga. Steaknya lumayan pakai saus jamur gurih-gurih asin. Cuma ya semua rasa dari makanannya cuma dapet nilai oke lah dari lidah saya...


Buat cuci mulut kita pesen pie peach mango Jolibee sekalian bandingin sama pie-nya McD. Secara ukuran lebih kecil, secara tekstur sama tapi rasanya ga kalah, enak manis-manis mangga sama asem peach. Jatuh cinta deh sama Filipin kalau urusan pie.

Kenyang makan saya melihat meja-meja sekitar. dan EBUSET sekeluarga makan anaknya pesen jolibee emaknya KFC, ada juga yang bawa Pizza Hut, Dunkin Donut sama Chow King (gerai lokal ternama). Duh ini ga ada teguran apa ya ga boleh bawa makanan dari luar. Pantesan rame amat orangnya pada ga cabut-cabut, hahaha! Yah, sama kaya McD sekali aja Jolibee boleh lah, maksimalkan experience selama di Filipin!

-----

Jollibee

Ayala Malls 360, Ayala Center, Cebu City

Burger Steak: 86 PHP
Chickenjoy Super Meal: 125 PHP
Dessert Pies: 29 PHP

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:


Monday, December 19, 2016


When in doubt, go to McDonald's. Ah elah apaan banget sih, jauh-jauh pergi cuma makan mekdi. Tapi ya gimana lagi, waktu itu yang paling mudah adalah buat pergi ke mekdi di seberang Magellan Cross.Lagi pula ke mekdi juga memiliki kelebihan udah tau menunya bakal ada apa aja.


chicken fillet ala king

Menu standar mekdi kita udah tau lah ya. Tapi tetep lain padang lain ilalang, disini mereka punya menu chicken fillet ala italiana & chicken fillet ala king, sanguan (pake nasi). Di Singapura sama Malaysia aja mekdinya ga punya nasi. Selain itu yang jadi pembeda mereka punya banana pie!


chicken fillet ala italiana

Chicken filletnya crispy, empuk juga. Paling yang membedakan kalau ala king rasanya lebih creamy dan buttery. Yang italiana lebih ke saus tomat campur keju. Harga satu paket nasi ayam kentang minumnya murah loh di Filipin, cuma 95 Peso yaitu 25.000 perak. Hebat yah!


Nah, yang paling cihuy tuh pie pisangnya, enak banget! Lebih enak karena manis-manis pisang gitu, kalau pie apel kan yang menonjol lebih arah asam apelnya.

Kalau penasaran, boleh dicoba makan di McDonald's Filipina. Sekali aja tapi, banyak makanan lokal lain yang ga kalah seru menunggu

-----

McDonald's Magellan Cross

P. Burgos Street, Cebu City

Chicken Fillet Package: 95 PHP
Banana Pie: 29 PHP

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Sunday, December 18, 2016


Beberapa orang mungkin ingat bahwa 4 Fingers dulu ada di Jakarta. Sayangnya dulu ketika mereka buka saya belum tinggal di Jakarta, sehingga percobaan pertama kali saya harus dimulai di negara asalnya Singapura. Walaupun bertemakan ayam goreng korea mereka berasal dari Singapura dengan mengusung konsep tempat bergaya New York.


Seperti resto-resto Korea lainnya setelah memesan anda akan diberikan "buzzer" untuk mengambil pesanan nanti. Mereka punya paket sayap ayam dan paha dengan kelipatan 3. Saya coba pesan 6 potong sayap ayam dengan kombinasi rasa soy garlic dan spicy plus kentang kimchi dan minuman honey yuzu.


Beginilah penampakannya. Sekilas tidak ada perbedaan antara spicy dengan soy garlic, begitu juga dengan rasanya, mirip kecuali yang spiciy lebih pedas. Kentang kimchi ternyata french fries disajikan dengan bumbu kimchi, agak tidak biasa tapi ternyata rasanya boleh lah. Untuk honey yuzu ternyata adalah teh dengan rasa jeruk yuzu dan madu.


Rasanya oke, bisa jadi alternatif kalau craving fast food. Kenapa yang di Jakarta tutup ya? hmmm

-----

4 Fingers

10+ outlets in SG

6 pcs 4 Fingers Signature Combo: 10.95 SGD 

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Saturday, December 17, 2016


Di tengah daerah Raffles yang padat terdapat sebuah enclave Indonesia, tepatnya di basement gedung One Raffles Place. Awalnya saya hanya ingin makan dengan segera sebelum mengambil MRT di stasiun Raffles, setelah melakukan quick scan ternyata yang paling menarik justru masakan Indonesia. Menu yang disajikan sederhana saja yaitu gado-gado, sate, ikan bakar, ayam bakar dan ayam penyet dengan minuman es jeruk atau teh botol.


 Dengan sotoy saya ke counter saya langsung bilang "Bu, gado mie satu ayam bakar satu sama es jeruk dua ya!" Di respon langsung dengan "Oh iya mas, tunggu bentar ya nanti dianter total 15.3 dollar". Mantap, ternyata kesotoyan saya berbalas positif, Ibunya orang Indonesia. Ya gimana enggak, musik yang di pasang di Gado Grill saja musik dangdut. Kalau yang jaga Singaporean suka dangdut saya pasti takjub dan terkesima.


Awalnya tidak ada ekspektasi waktu menerima makanan. Begitu dicoba... OMG! Kecapnya meresaappp.... Sambel terasniya muantaappppp.... Kerupuknya asliiiii.... Kalau bukan di Singapur mungkin udah buang sendok plastik langsung tancap pakai tangan. Cuma karena lagi di negara orang dan jaim yah, terpaksa katrok ini disimpan dalam hati saja.


Nah yang agak beda disini ada gado mie. Di Indonesia saja saya mungkin lupa, apa pernah makan gado-gado pakai mie? Begitu terhidang ternyata gado mie adalah kombinasi mi kebanggaan kita bersama yaitu Indomie pakai bumbu kacang gado-gado dan sate ayam. Waaahhh mantep juga loh ternyata. Walaupun Indomie tapi fancy dengan bumbu spesial racikan resep dalam negeri.

Menu-menu ini terasa biasa saja kalau di Indonesia, tapi bagi para ekspat kita yang sedang merantau tentulah makanan ini menjadi mewah pengobat rindu. Kalau kamu sedang ada di Singapura tempat ini sangat saya rekomendasikan. Salah satu warung makan Indonesia abroad yang terjaga keotentikannya!

-----

Gado Grill

Basement 1 One Raffles Place

Grilled Chicken: 6.20 SGD
Gado Mie: 5.50 SGD
Ice Honey Lime: 1.80 SGD

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Friday, December 16, 2016


Menakjubkan, setelah beberapa tahun tidak ke Singapura harga es krim potong oleh uncle uncle ini masih sama, 1 SGD apabila menggunakan wafer. Hanya tambah sekitar 0.20 - 0.50 jika ingin pakai roti atau cup. Selain es krim, uncle-uncle juga berjualan minuman kaleng dan botol yang juga seharga sekitar satu dollar. Beberapa rasa yang populer adalah durian, mangga, blueberry, coklat, mint dan kacang merah. Biasanya eskrim yang digunakan adalah magnolia atau walls. Setiap potongan es krim sudah ada penanda dari bungkusnya, jadi mereka tidak akan salah ukur.


Dan inilah kami di seberang jembatan Anderson setelah lelah mengelilingi Asian Civilizations Museum. Kami mencoba es krim mangga & choco chip! Keduanya seru dengan potongan coklat dan mangga. Es krim memang yang terbaik untuk mengalahkan panasnya Singapura. Senang sekali bisa bersantai di taman sambil menikmati es krim di ruang terbuka.

-----

Singaporean Ice Cream

Anywhere in Singapore downtown ;)

Ice Cream Wafer: 1 SGD

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Thursday, December 15, 2016


 Orang-orang Asia Selatan merupakan perantau yang hebat. Sebagai perantau sendiri dari Minangkabau, saya harus mengucapkan banyak berterimakasih kepada perantau dari Asia Selatan. Terutama dalam urusan perut. Kemana pun saya pergi di ASEAN, selalu ada komunitas India/Pakistan/Bangladesh yang punya rumah makan (dan halal). Membandingkan dengan jumlah rumah makan Padang di ASEAN (selain Indonesia), jumlah "kedai mamak" sepertinya jauh lebih banyak dan menyebar,


Saya mengunjungi ABC untuk sarapan, maklum hotel saya hanya hotel budget tidak menyediakan makanan di daerah Geylang. Menunya tidak jauh berbeda dengan kedai mamak lainnya. Aneka nasi, sup, canai dan roti-rotian. Mungkin yang berbeda hanya harganya yang cukup tinggi diantara kedai mamak lain di Asia Tenggara. Hahaha. 


Pesanan saya pagi itu adalah milo panas, teh tarik dan martabak ayam yang totalnya hampir seratus ribu rupiah. Cukup fancy ya harganya untuk sarapan. Ketika disajikan penampilan minumnya agak membingungkan karena tehnya tidak tampak seperti habis "ditarik" begitu juga dengan milonya yang pakai tambahan susu kental manis. Namun setelah diseruput, no complain... both are great! Masih menjadi misteri sampai sekarang mengapa formula milo di Malaysia & Singapura lebih enak untuk diracik untuk jadi minuman apapun daripada milo Indonesia.


Martabak ayam datang dalam bentuk 10 potong dengan kuah kari & timun berlumur saus. Dimakan hangat saja langsung sudah enak, lapisan ayam dan telurnya gemuk dan empuk. Ditambah kari jadi makin gurih. Apalagi ditambah mengigit timun & saus, menambah tekstur dan rasanya jadi pedas. Greget.

Satu pertanyaan untuk bistro ini yang mengganjal di benak saya, yaitu mengapa bukanya hanya 23 jam? Sangat nanggung ya shift-shiftan pegawainya.....

-----

ABC Bistro

3 Lor 10 Geylang

Murtabak Chicken: 6.90 SGD
Hot Milo: 1.50 SGD
Hot Teh Tarik: 1.50 SGD

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow: