Tuesday, February 28, 2017



Kalau mengikuti definisi Wikipedia & The Guardian, maka milenial adalah generasi Y, penerus generasi X. Dimana generasi tersebut merupakan kelahiran 80 atau 90an. Biasanya sering dikaitkan dengan generasi narsis, pemalas, erat dengan teknologi serta penganut politik sayap kiri. Apakah benar generasi milenial seperti itu? Sebagai bagian dari generasi milenial saya cuma bisa jawab kepribadian seseorang berbeda-beda tergantung dari latar belakang orang tersebut, tidak bisa dipukul rata. Yang jelas, generasi milenial telah melakukan beberapa perubahan dari sisi gastronomi.

Seperti yang dilansir dari detikfood, generasi milenial melakukan perubahan yang membuat foto makanan menjadi sangat penting untuk bisnis. Begitu juga dengan tren makan sebagai gaya hidup ataupun kenaikan tren kembali ke slow food karena semakin banyak supermarket berkualitas. Kemudian, menurut Viva milenial memiliki kemudahan dalam akses teknologi membuat banyak milenial tidak dapat menahan hasrat jajan dan menjadi lebih konsumtif. Tidak tanggung-tanggung pengeluaran untuk makan di luar bahkan sampai 44% dari pendapatan menurut forbes.

Sedangkan dari The Atlantic menyebutkan bahwa generasi milenial terobsesi dengan makanan karena mudahnya berinteraksi satu sama lain dalam melihat unggahan makanan. Bahkan menurut Fortune para perusahaan besar siap untuk mengakomodasi terobosan makanan hanya untuk memenuhi keinginan generasi milenial dalam makan. The Hearts Kitchen menyatakan 57% unggahan di aplikasi Pinterests adalah makanan dan blog menjadi lebih populer daripada buku resep, disebutkan pula milenial ingin bereksplorasi dengan rasa baru serta ingin cerita dibalik makanan dimana hal tersebut juga diakui Washington Post bahwa bagi milenial makan bukan hanya sekedar tentang makanan, tetapi bagaimana mereka berinteraksi hingga membentuk jati diri yang dituangkan melalui komunitas.

Ternyata banyak juga ya perubahan perilaku konsumsi yang dibawa oleh generasi Y?

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Monday, February 20, 2017




Sekilas Wisata Halal

Menarik juga pilihan tema pekan ini. Menurut saya, ini adalah sebuah tema yang kajiannya hangat dan perlu pengetahuan dari dua bidang keilmuan yaitu studi pariwisata dan studi agama. Jadi pada artikel kali ini saya hanya akan mengacu kepada artikel lain yang lebih paham. Menurut artikel website studi pariwisata sektor wisata halal sedang tumbuh 100% lebih cepat dari wisata lain dan diprediksi pemesanan wisata halal akan mencapai 200 Miliar USD pada tahun 2020. Sebuah angka yang cukup fantastis, dan alasan yang wajar mengapa banyak negara mulai banyak berebut pasar wisata halal.

Tentu tidaklah mungkin membahas persyaratan wisata halal hanya menurut asumsi pribadi saja. Jadi menurut Muslim.my.id wisata halal dinilai dari kemudahan beribadah dan mendapatkan makanan halal. Indonesia ditargetkan untuk menggaet wisman muslim sebanyak 5 juta orang pada 2019. Kemudian menurut Bapak Taufan Permadi, Creative Strategic Expert Wisata Halal Lombok, wisata halal harus di declare sesuai dengan kebutuhan pengunjung bukan mengikuti standar penduduk setempat. Beliau juga berkata bahwa wisata halal harus ditunjukkan dengan budaya ramah tamah, bukan islamisasi ataupun arabisasi.



Wisata Halal Sumatera Barat

Membahas potensi wisata halal, maka menarik apabila menyinggung tanah asal leluhur saya yaitu Pagaruyung Darul Qarar atau yang sekarang lebih dikenal dengan nama Sumatera Barat. Pada World Halal Tourism Award 2016 Sumatera Barat menang pada dua kategori World's Best Halal Destination 2016 & World's Best Halal Culinary 2016. Dapat dimengerti memang kesiapan Sumatera Barat mempersiapkan wisata halal, dalam kesehariannya orang Minang sudah menerapkan Adat Basandi Syarak - Syarak Basandi Kitabullah (ABS - SBK). ABS - SBK bermakna adat berlandaskan hukum-hukum, dimana hukum mengikuti kitab Allah (Al-Qur'an, Injil, Taurat dan Zabur). ABS - SBK yang sudah ditanamkan dalam keseharian masyarakat mempermudah masuknya wisatawan dalam menikmati wisata halal. Faktor lain yang menunjang dalam wisata halal di Sumatera Barat adalah kultur merantau yang kuat. Merantau melahirkan keterbukaan dan transfer ilmu, dimana keterbukaan ini penting dalam menerima wisatawan yang hadir. Setelah memenangkan penghargaan bergengsi tersebut kini Sumatera Barat sedang membentuk tim perumus wisata halal agar semakin gencar promosi pada tahun 2017. Promosi dilakukan agar merayu para wisatawan Timur Tengah yang selama ini lebih banyak pergi ke negeri tetangga. Tidak tanggung-tanggung Sumatera Barat bahkan promosi di Norwegia, bekerja sama dengan KBRI Oslo.

Di luar dari promosi menurut saya Sumatera Barat sudah memiliki potensi luar biasa yang siap untuk menjadi magnet wisatawan, yaitu dengan kenikmatan kulinernya. CNN Travel sudah mengakui bahwa olahan rendang adalah satu makanan terlezat di dunia. Bayangkan, olahan rendang hanyalah sedikit dari ragam kuliner Minang. Dan rendang tidak eksklusif untuk daging sapi, daging ayam boleh, telur bisa atau lokan juga tidak mengapa. Kalau semua lauk yang dihidangkan oleh Rumah Makan Padang harus dicoba dari samba taruang (sambal terong) hingga gulai utak (gulai otak), maka wisatawan bisa ditahan untuk berlibur dalam jangka waktu yang lama. Itu baru lauk umum saja, beberapa lauk khusus yang biasa dimakan warga belum tentu ada di restoran-restoran biasa. Makan tradisional ala warga Minang juga bisa dijual lagi untuk wisatawan dengan mengikuti kegiatan adat bajamba. Bajamba merupakan kegiatan makan dengan duduk basimpuah atau baselo (bersimpuh atau bersila) secara bersama untuk menghadirkan keakraban tanpa pandang bulu. Itu baru makanan berat, belum lagi cemilan dan dessert Minang dari keripik balado hingga bubur kampiun. Terlalu berat bukan untuk menolak godaan berwisata kuliner halal ke Sumatera Barat?

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:



Hujan yang semakin sering mengguyur Tangerang Selatan akhir-akhir ini merupakan alasan tepat untuk mencari segelas coklat hangat. Kakolait di Gading Serpong menjadi tujuan kami untuk menikmati petang akhir pekan. Menu berbahan dasar cokelat menjadi fokus dari Kakolait.

 

Mereka menawarkan 3 jenis coklat hangat andalan yaitu, classic chocolate, american marshmellow atau crunchy waffle balls. Setiap cangkirnya bisa dipilih dark atu milk chocolate. Kami memesan milk chocolate untuk american marshmellow dan dark chocolate untuk crunchy waffle balls. Perbedaan yang paling jelas antara dark dan milk adalah pada kecapan awal, dimana milk lebih manis ketimbang dark. Setelahnya keduanya meninggalkan after taste yang sama, khas coklat yang berkualitas. Satu cangkir cokelat hangat di Kakolait cukup besar dan mengenyangkan. Sebuah kepuasan untuk mencicipinya. Mood pun menjadi lebih baik setelah minum cokelat, walaupun langit sedang kelabu.


Selain cokelat hangat, kami juga sempat mencicipi waffle. Waffle bertekstur renyah disiram coklat dengan pisang yang lembut. Perpaduan yang mewah dan menyenangkan. Bisa juga ditambahkan es krim apabila anda menginginkannya.


Jika anda mencari kafe yang menyajikan coklat berkualitas, maka Kakolait bisa jadi pilihan destinasi. Tidak hanya minuman, makanannya pun enak. Kakao and chill. 

-----

Kakolait

Ruko Golden 8, Blok I no 33. Gading Serpong, Tangerang

American Marshmellow: 40k
Crunchy Waffle Balls: 40k
Kakolait Waffle Single: 25k

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Tuesday, February 14, 2017



Hoax tidak hanya didominasi berita politik. Dunia kuliner pun tidak ketinggalan diserang hoax. Biasanya yang paling umum adalah hoax berita keterkaitan suatu makanan dengan kesehatan atau penyakit. Sebut saja makanan kaleng ber-HIV, kemudian buah disuntik HIV pun juga ada. Sering pula berita hoax menggunakan rumus yang standar yaitu: "dilarang makan (masukkan nama makanan pertama) dan makan (masukkan nama makanan kedua) bersamaan atau dicampur karena akan menyebabkan penyakit (masukkan nama penyakit sesuai selera)" Entah apa motivasi mereka membuat berita aneh-aneh. Saking banyaknya berita hoax, rasanya sampai tidak ingin makan apa-apa lagi karena semua makanan nampaknya membawa penyakit...

Untuk memberantas hoax diperlukan kesadaran diri dalam meningkatkan edukasi dan literasi. Sebelum menyebarkan suatu berita cobalah untuk menelaah terlebih dahulu mengenai kebenarannya. Berita mengenai makanan berbahaya bagi kesehatan pasti sudah akan muncul lebih awal di media berita besar. Kebiasaan menyimpulkan sesuatu terlalu cepat juga mesti dikurangi. Salah satu hoax populer yang diteruskan secara turun temurun adalah melarang anak-anak untuk makan mi, karena nanti ususnya ditakutkan menjadi keriting. Kenyataannya waktu saya kerja di Laos, makanan pokok warganya justru adalah mi, hampir tiap hari saya makan olahan mi. Jadi hoax bukanlah perilaku yang eksklusif di era digital melainkan sudah ada dari lama. 

Segala yang berkaitan dengan makanan dan kesehatan anda, sangat dianjurkan untuk memeriksakan diri kepada dokter. Dokter adalah profesional yang lebih tahu hubungan antara makanan, pola makan dan efeknya terhadap tubuh anda. Dengan rutin checkup kita bisa mengurangi hoax kuliner bersama, baik hoax digital ataupun konvensional. Tentunya senang bukan, lepas dari was-was dan menjalankan kehidupan yang lebih sehat?

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:



Pasar Lama Tangerang menawarkan banyak pilihan kuliner. Weekend ini berencana untuk short gateaway? Pergi berkuliner ke Tangerang bisa jadi salah satu alternaif pilihan loh! Kota satelit di sebelah barat Jakarta ini punya berbagai macam hidden gem untuk di explore. Terutama di daerah Pasar Lama Tangerang, pasti penasaran kan? Yuk langsung saja disimak berbagai macam kuliner yang bisa ditemukan di sana!

-----

Kue Bulan


Kue Bulan biasanya keluar menjelang musim gugur di Tiongkok, tapi kalau di Pasar Lama keluar terus sepanjang tahun. Rasanya pun bermacam-macam paling umum dijual adalah rasa coklat, keju dan durian. Ga boleh ngelewatin manis lembutnya kue bulan di Pasar Lama Tangerang!

Toge Goreng


Bukan hanya Bogor loh yang punya toge goreng, Tangerang juga punya! Coba mampir ke seberang deretan toko kosmetik Varia, disitu akan menemukan spot toge goreng terbaik di Tangerang. Kalau datang ketika jam makan siang maka harus sedikit bersabar karena mengantri dan kursinya terbatas. Walaupun begitu penantian akan terbayar lunas setelah mencicipi gurihnya si bumbu oncom yang berpadu dengan mie kuning dan lontong!

Lidi-lidian & Macaroni


Yang satu ini pasti membangkitkan nostalgia masa SD banyak orang. Dikemas dengan bungkus yang apik lidi-lidian dan macaroni Cece mudah ditemui di Pasar Lama Tangerang. Terdapat beberapa rasa yang coba seperti pedas, keju dan BBQ. Dijamin satu bungkus rasanya kurang untuk dibawa pulang ke rumah.

Es Krim Duren


Letih dan merasa kepanasan berkeliling pasar? Es krim duren bisa jadi penawarnya!  Banyak pedagang es krim durian di sekitaran Pasar Lama Tangerang. Dengan potongan buah duren asli, es krim duren disini tidak mengecewakan. Harganya pun sangat terjangkau, dengan mengeluarkan tujuh ribu rupiah sudah bisa mendapatkan satu cup es krim duren.

Kecap Benteng


Tangerang sudah terkenal dari dulu sebagai kota penghasil kecap.  Semua anak Tangerang pasti pernah nyobain masakan yang diolah dengan kecap keluaran Pabrik Benteng. Buat yang lagi jalan-jalan ke Pasar Lama Tangerang, Kecap Benteng harus dibeli loh. Karena Kecap Benteng akhir-akhir ini menjadi buah tangan yang populer dari Tangerang. Buat dipakai sendiri juga oke, dijamin masakan buatan kamu semakin spesial.

-----

Bagaimana? Menarik bukan pilihan makanan di Pasar Lama Tangerang. Yuk, segera rencanakan jalan-jalan dan kulineran di Kota Tangerang. Seru-seruan bareng ngubek pasar pasti jadi pengalaman yang menyenangkan!

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow: