Monday, February 20, 2017




Sekilas Wisata Halal

Menarik juga pilihan tema pekan ini. Menurut saya, ini adalah sebuah tema yang kajiannya hangat dan perlu pengetahuan dari dua bidang keilmuan yaitu studi pariwisata dan studi agama. Jadi pada artikel kali ini saya hanya akan mengacu kepada artikel lain yang lebih paham. Menurut artikel website studi pariwisata sektor wisata halal sedang tumbuh 100% lebih cepat dari wisata lain dan diprediksi pemesanan wisata halal akan mencapai 200 Miliar USD pada tahun 2020. Sebuah angka yang cukup fantastis, dan alasan yang wajar mengapa banyak negara mulai banyak berebut pasar wisata halal.

Tentu tidaklah mungkin membahas persyaratan wisata halal hanya menurut asumsi pribadi saja. Jadi menurut Muslim.my.id wisata halal dinilai dari kemudahan beribadah dan mendapatkan makanan halal. Indonesia ditargetkan untuk menggaet wisman muslim sebanyak 5 juta orang pada 2019. Kemudian menurut Bapak Taufan Permadi, Creative Strategic Expert Wisata Halal Lombok, wisata halal harus di declare sesuai dengan kebutuhan pengunjung bukan mengikuti standar penduduk setempat. Beliau juga berkata bahwa wisata halal harus ditunjukkan dengan budaya ramah tamah, bukan islamisasi ataupun arabisasi.



Wisata Halal Sumatera Barat

Membahas potensi wisata halal, maka menarik apabila menyinggung tanah asal leluhur saya yaitu Pagaruyung Darul Qarar atau yang sekarang lebih dikenal dengan nama Sumatera Barat. Pada World Halal Tourism Award 2016 Sumatera Barat menang pada dua kategori World's Best Halal Destination 2016 & World's Best Halal Culinary 2016. Dapat dimengerti memang kesiapan Sumatera Barat mempersiapkan wisata halal, dalam kesehariannya orang Minang sudah menerapkan Adat Basandi Syarak - Syarak Basandi Kitabullah (ABS - SBK). ABS - SBK bermakna adat berlandaskan hukum-hukum, dimana hukum mengikuti kitab Allah (Al-Qur'an, Injil, Taurat dan Zabur). ABS - SBK yang sudah ditanamkan dalam keseharian masyarakat mempermudah masuknya wisatawan dalam menikmati wisata halal. Faktor lain yang menunjang dalam wisata halal di Sumatera Barat adalah kultur merantau yang kuat. Merantau melahirkan keterbukaan dan transfer ilmu, dimana keterbukaan ini penting dalam menerima wisatawan yang hadir. Setelah memenangkan penghargaan bergengsi tersebut kini Sumatera Barat sedang membentuk tim perumus wisata halal agar semakin gencar promosi pada tahun 2017. Promosi dilakukan agar merayu para wisatawan Timur Tengah yang selama ini lebih banyak pergi ke negeri tetangga. Tidak tanggung-tanggung Sumatera Barat bahkan promosi di Norwegia, bekerja sama dengan KBRI Oslo.

Di luar dari promosi menurut saya Sumatera Barat sudah memiliki potensi luar biasa yang siap untuk menjadi magnet wisatawan, yaitu dengan kenikmatan kulinernya. CNN Travel sudah mengakui bahwa olahan rendang adalah satu makanan terlezat di dunia. Bayangkan, olahan rendang hanyalah sedikit dari ragam kuliner Minang. Dan rendang tidak eksklusif untuk daging sapi, daging ayam boleh, telur bisa atau lokan juga tidak mengapa. Kalau semua lauk yang dihidangkan oleh Rumah Makan Padang harus dicoba dari samba taruang (sambal terong) hingga gulai utak (gulai otak), maka wisatawan bisa ditahan untuk berlibur dalam jangka waktu yang lama. Itu baru lauk umum saja, beberapa lauk khusus yang biasa dimakan warga belum tentu ada di restoran-restoran biasa. Makan tradisional ala warga Minang juga bisa dijual lagi untuk wisatawan dengan mengikuti kegiatan adat bajamba. Bajamba merupakan kegiatan makan dengan duduk basimpuah atau baselo (bersimpuh atau bersila) secara bersama untuk menghadirkan keakraban tanpa pandang bulu. Itu baru makanan berat, belum lagi cemilan dan dessert Minang dari keripik balado hingga bubur kampiun. Terlalu berat bukan untuk menolak godaan berwisata kuliner halal ke Sumatera Barat?

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Tagged: , , , , , , , , , , , , , , ,

13 comments:

  1. Selamat atas pencapaian dua kategori dalam world halal tourism award 2016, best distanayion dan best culinary.

    Semoga menular ke seluruh wilayah indonesia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, semoga semakin banyak wilayah di Indonesia yang siap wisata halal

      Delete
  2. Semoga benar-benar bisa menginjakkan kaki di Sumatera Barat. Penasaran sama wisata kulinernya yang pasti halal ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. dijamin tidak akan menyesal bagi perut...

      Delete
  3. Jadi kangen jalan-jalan ke sumbar lagi, udah 2 tahun gak ada kesana. Padahal dekat dari Riau. Memang kalau sumbar gak salah lagi, makanannya terkenal dengan kelezatan dan kehalalannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, padahal deket tuh. Kalau Riau jadi wisata halal juga pasti bisa sih, kulturnya ga jauh beda dari Minang.

      Delete
  4. Jadi kangen jalan-jalan ke sumbar lagi, udah 2 tahun gak ada kesana. Padahal dekat dari Riau. Memang kalau sumbar gak salah lagi, makanannya terkenal dengan kelezatan dan kehalalannya.

    ReplyDelete
  5. Selamat buat Sumatera Barat untuk raihan prestasi di ajang World Halal Tourism. Semoga terus berprestasi dengan kebudayaannya. Semangat :-)
    @ge1212y

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga daerah Indonesia lain juga terus berprestasi

      Delete
  6. Wow kuliner Sumbar selain halal juga menggiurkan 😄 Btw, sy baru tahu kalau julukan Sumbar adalah Pagaruyung Darul Qarar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dulu sebelum jadi Indonesia, Minang sudah berdiri sendiri dengan nama kerajaan Pagaruyung

      Delete