Thursday, April 30, 2015


Agak susah untuk mendefinisikan tempat ini karena warung ini tidak ada namanya, warungnya juga hanya berdiri di atas tenda serupa angkringan, tetapi tempat ini akrab dengan nama Nasi Teri/Nasi Campur, banyak pilihan menu tradisional yang dijajakan di sini.

 Pilihan sayurnya ada teri masak pedas, kering tempe, sayur labu siam, sayur nangka. Lauknya juga nggak kalah bikin bingung pas milih karena ada macem-cacem, mulai dari tongkol dan ayam balado, telor ceplok, telor dadar, tahu goreng, tempe garit, perkedel, ada juga pete yang digantung udah kayak warung-warung nasi uduk di Jakarta hehe. Porsinya pas untuk menu santap malam, sayur terinya cukup nonjok pedesnya. Jadi kalau pas tengah malem tiba-tiba perut ngajak makan warung ini bisa jadi solusi.





 Nasi Teri Demangan


Nasi Campur (Mulai dari 7000)


Depan Prima Textile, Demangan.

Tuesday, April 28, 2015



Petualangan berburu bakso kali ini singgah di baru yang ada di kota Yogyakarta yaitu Jogja City Mall, pertama kali dulu waktu melihat bangungan pusat perbelanjaan yang terletak bersebelahan dengan Sahid Rich Hotel ini saya langsung bilang "wow.. gede banget ya", dilihat dari letak geografisnya tidak salah jika mall ini dikategorikan sebagai mall elite di Jogja, apakah di dalamnya juga terdapat tempat bakso yang wow juga?? mari kita lihat. Gerai bakso yang terletak di lantai 2 Jogja City Mall adalah tujuan saya makan siang kali ini, meskipun mallnya sendiri belum lama dibuka untuk umum tetapi tennant-tennant di dalamnya sudah mulai ramai pengunjung salah satunya Bakso Kota Cak Man ini, bakso dengan sistem penjualan waralaba yang sudah tersedia di beberapa kota di Indonesia ini berasal dari Malang, sudah bukan rahasia lagi jika kota apel adalah pemain utama industri bakso tanah air.



Walaupun menawarkan menu bakso Malang menurut saya Bakso Kota Cak Man cukup inovatif dalam membuat ciri khas untuk membedakan dengan bakso Malang yang lain, hal tersebut bisa dilihat dari variant-variant bakso yang ditawaran di sini seperti bakso pedas.  Selain variant tadi masih banyak jenis bakso yang bisa kita pilih di sini seperti Bakso Halus, Bakso Kasar, Bakso Goreng, Bakso Super Puyuh, Bakwan Goreng, Pangsit Goreng, Siomay, Tahu Goreng, Tahu Putih, Bihun dan Mie Kuning. Jenis-jenis bakso yang jamak kita temui di bakso Malang.




Tidak hanya pilihan bakso yang membedakan dengan bakso Malang yang lain dari komposisinya pun menurut saya cukup unik, taburan daun bawangnya nggak begitu kenceng melainkan daun seledrinya yang dominan, kuahnya mantap sehingga nikmat untuk diseruput sampai habis, gelindingan baksonya adalah bagian paling spesial di antara variant yang lain karena membuat rasanya tidak ingin segera lenyap dari lidah saya.




Bakso super pedas di sini menurut saya rasanya masih masuk akal karena rasa pedasnya masih sopan jadi rasa baksonya masih terasa. Lagi-lagi ada hal yang tidak biasa yang saya temukan di sini, jika biasanya bakso bakar disajikan dengan bumbu kecap, tempat ini lebih memilih bumbu kacang untuk melumuri sajian bakso bakarnya. Boleh juga.



Jika kalian berniat untuk mengunjungi Jogja City Mall untuk tidak ada salahnya mampir ke sini.


Bakso Kota Cak Man, Jogja City Mall lantai. 2

Bakso Bakar 12.000
Bakso Pedas 8000
 Bakso Super Puyuh 6000
 Bakso Halus 4000
Bakso Goreng 4000
Bakwan Goreng 4000
Bakso Goreng 4000
Tahu Putih 4000
Mie Kuning 4000


Senang sekali ada restoran khas timur tengah di Jogja yang otentik seperti Kampung Arab ini. Restoran yang berani mengenalkan kuliner khas Timur Tengah yang masih asing bagi sebagian besar warga Jogja. Tentu saya yang menarik adalah Kampung Arab mengemasnya dengan harga yang terjangkau dan konsep restoran yang kuat.


Waktu masuk saja , saya sudah disambut dekorasi yang sangat kental nuansa timur tengahnya. Ada dua tingkat di restoran ini. Cuma sepertinya memang lebih afdol kalau lesehan. Lebih total haha.


Menu berat pertama yang saya coba adalah nasi kebuli. Lengkap dengan daging kambing goreng yang dimasak jadi krengsengan dengan citarasa manis dan sedikit pedas serta acar dan emping. Nasi kebuli di kampung arab enak dan cocok banget jadi pilihan pertama kalau pesan menu disini. Daging kambingnya empuk dan nggak prengus. Ada juga Nasi Kebuli porsi besar yang bisa dinikmati bersama untuk 5 orang.


Buat yang kurang suka Nasi Kebuli, ada Nasi Kambing Goreng. Sempet ngira bakal seperti makan sate goreng, ternyata rasanya beda. Lebih berempah dan daging kambingnya cukup empuk.



Kalau ini Alpukat Keruk, dessert andalan disini. Bisa divariasi sendiri, ditambah Milo, Nutella, Energen, Kok Krunch, Oreo atau Beng-Beng. Nah yang digambar ini pake oreo. Sumpah ini enak! Saya suka banget.


Untuk minum saya pesen Najwa (Cappucino dengan Kurma) dan Safa (Blend Jeruk Susu, Kurma dan daun mint). Dua-duanya enak banget! Sumpah nagih! Cuma saya paling suka Najwa. Ehm.. enak-enak, seger, manis seperti Najwa Shihab gitu. (Salah fokus). Mungkin untuk ukurannya memang tergolong kecil sih, cuma ya justru karena ukurannya segini, Najwa sama Safa jadi nikmat banget.


Senang sekali bisa berkunjung ke Kampung Arab YK. Mungkin untuk orang Arab yang susah cari tiket mudik ke kampung juga seneng ya ada Kampung Arab? Apalagi disini bisa nongkrong lama sambil nyisha gitu. Ada banyak pilihannya mulai dari Shisha Juice sampai Shisha Buah. Sayang saya belum sempet nyobain ya karena lagi males aja. Next time cobain ah!


------------------------------------------------------------------

Kampung Arab YK

Jalan Palagan Tentara Pelajar 65 B

Nasi Kebuli 25k
Nasi Kambing Goreng 20k
Alpukat Keruk 10k (+2k Oreo)
Najwa 12k
Safa 12k

Friday, April 17, 2015



Kunjungan kedua saya di Canting kali ini sedikit berbeda. Saya berkesempatan mencoba menu baru di restoran fine dining ini. Menu yang saya coba adalah "Indonesian Menu". Canting mencoba memberi pendekatan baru ke customernya dengan menu yang lebih familiar. Petai and Wagyu Fried Rice jadi pilihan pertama saya. Nasi goreng petai dengan sentuhan premium khas daging wagyu. Nasi goreng dengan aroma khas nasi goreng yang dimasak dengan angklo, smoky khas angklo. Kemudian dengan bumbu ala nasi goreng jawa. Daging wagyunya memberi sentuhan baru di nasi goreng ini, daging yang dimasak medium, empuk dan menjadi pelengkap yang menawan. Kemudian ada Tempeh Mendoan yang disajikan berbeda dengan melted cheese dan 3 varian dipping sauce, salah satu yang paling menonjol adalah sambal bajak tadi.


Nasi Campur, kedengarannya simple. Sebenarnya persiapan untuk menghadirkan hidangan ini tidak mudah. Karena ada 4 unsur yang harus dimasak sendiri-sendiri. Mulai dari semur daging, sayur kare, telor balado dan sambal teri. Nasi Campurnya dihidangkan di atas piring gerabah. Unik.


Mie Ayam Truffle , mie ayam premium yang pernah saya cicipi. Mie Ayam Truffle dengan minyak truffle yang memberi citarasa lebih gurih di mie ayam. Mienya juga lebih pipih dari mie ayam biasanya. Kuahnya enak, tapi lebih cocok kalau tidak dicampur semua ke mie ayamnya. Sebelum makan, usahakan mengaduk mie ayam dan minyak trufflenya merata. Kemudian ada Ayam "Setan" , fried chicken wing yang sebelumnya sudah dimarinate dengan bumbu pedas, disajikan dengan dipping sauce yang memberi after taste uh... menyengat kepedasan. 


Varian mocktail ini yang menurut saya paling istimewa di Canting. Mengingatkan saya ke mocktail Apple Chili Mint. Nama mocktail ini Rojak. Please jangan diremehkan. Ini varian mocktail yang menurut saya bisa kita kenalkan ke luar negeri. Indonesia punya varian mocktail sendiri.. Rojak. Direkomendasikan.


Asem. Namanya emang asem. Jadi inget, serasa minuman kotak Sari Asem yang dulu banyak dijual. Cuma yang ini lebih seger karena udah di blend dulu. Ini favorit saya juga selain Rojak tadi.


Nyobain dikit ini, cuma nggak terlalu suka sih. Seger sih, cuma ya gitu nothing special aja.


Overall, seru juga punya kesempatan nyobain menu baru di Canting ini. Seneng bisa bantu kasih masukan ke Canting. Seperti dugaan, Canting tidak mengalami penururan kualitas, semakin membaik menurut saya.  Salah satu restoran fine dining terbaik di Jogja saat ini.







Top, top class. Salah satu restoran terbaik yang pernah saya kunjungi di Jogja. Ambiencenya menyenangkan. Anda bisa membuka kaca dan melihat sebagian kota Jogja dari atas gedung Galeria Mall. Pelayanannya masih sedikit kurang sigap tetapi dimaklumi karena masih baru buka dan tidak menjadi masalah karena mereka melayani sangat ramah.


     

Canting memang tidak mudah untuk diakses. Restoran ini ada di lantai paling atas gedung Galeria Mall. Apabila anda ingin mengakses dari lift di lantai bawah maka pastikan anda memberi tahu security bahwa anda ingin makan di Canting. Apabila anda ingin masuk secara manual maka naik hingga lantai 3 masuk di lorong belakang pintu Matahari Dept Store, yang nantinya anda akan diarahkan menuju lift untuk naik satu lantai lagi


Jadi, minum dulu sebentar... Saya baru tau Aqua punya produk sparkling. Selama ini saya pesan Equil untuk sparkling water. Segelas sparkling water dengan potongan lime tidak pernah salah. Saya datang berempat. Tempat ini cocok apabila anda menginginkan quality time. Pelayanannya pun tidak lama. Menu-menu segera datang setelah dipesan. Ada tiga main course dan dua desserts yang kami pesan.


Penne Ala Buttera. Pasta ini memiliki rasa dominan asin gurih creamy dari saus tomatnya. Penne bertekstur pas. Tidak keras juga tidak lembek. Bertabur potongan daging dan kacang polong. Rasanya ok. Decent, but not the best one.


Steak Ala Plancha. Steak filet mignon masak wajan ini bisa diorder tingkat kematangannya. Disajikan dengan silky mash, yaitu mash potato yang lebih lembut lagi. Silky mash terasa enak namun terjadi sedikit kecanggungan di mulut saya karena kurang terbiasa makan kentang yang sangat halus. Lalu disajikan pula dengan jamur tiram panggang dan sayur kembang kol. Also a decent one.


Canting Joss Burger. Terinspirasi dari kopi joss, canting menyajikan burger ini dengan sangat baik. Burger menggunakan coffee bun, coffee rub patties dan espresso barbecue sauce. Bun memberikan sensasi aroma dan rasa yang berbeda. Terasa sedikit manis di bagian bun dan sangat baik di bagian patty. Tidak hanya patty burger joss juga punya isi onion ring, beef bacon dan keju cheddar. Kentang yang disajikan tidak hanya sekedar garnish, tetapi juga gurih. Joss. Wajib coba.


Banoffee Pie. Dessert asal Inggris ini disajikan sempurna. Hanya ada pujian untuk banoffee pie Canting. Kaya rasa manisnya. Dulche de leche, atau susu manis yang dipanaskan hingga menjadi krim bersama pisang dan karamel leleh didalam menjadi kunci kenikmatan pie. Canting berhasil melelehkan pisang dengan pas untuk isian pie. Tidak menjadi membosankan karena elalu ada remahan kacang, remahan coklat serta renyah lembutnya adonan pie. Kaya tekstur pula. Direkomendasikan. 


Bandrek Panna Cotta. Kali ini giliran dessert dari Italia, namun dengan citarasa Indonesia. Krim masak rasa kelapa ini memiliki tekstur empuk bantal. It's like dream pop in culinary term btw. Saus hangat rasa bandrek menjadi penyempurna panna cotta.


Mocktail Orange Pop Rock. Mocktail segar ini punya bahan dasar orange dan strawberry. Namun yang paling menyenangkan mereka menggunakan permen serbuk yang meledak di mulut.



Mocktail Bubble Gum. Buah naga dicampur dengan cranberry juice. Rasanya sangat asam namun diredam dengan sirup bubble gum sehingga menjadi asam dengan sedikit sentuhan manis.


Canting Jogja adalah restoran yang berkualitas. Mempunya kelebihan sajian dessert yang sempurna serta mocktail yang luar biasa segar. Canting merupakan tempat yang tepat untuk dimasukkan ke dalam list resto untuk quality time anda.


---------------------------------------------------------------------------

Canting Restaurant

Rooftop Galeria Mall

Appetizers: 30-40rb
Main Course: 35-110rb
Desserts: 45rb
Snacks: 30-48rb
Drinks: 10-100rb

Monday, April 13, 2015


Kayaknya baru kemarin saya nulis tentang Tenda Bang Ido yang baru buka di lesehan GSP UGM. Dulu lewat konsep Kaki limanya yang berbeda dan unik di antara jejeran lesehan GSP ini berhasil menarik para tukang jajan untuk mampir. Tempatnya mudah dicari, di depan mereka pasang pagar lepas warna putih. eh sekarang tahu-tahu udah buka cabang ke 3 nya di Jalan Moses Gatotkaca. Tempatnya sekarang lebih besar dan satu yang jelas lebih cepet bukanya, dari jam 1. Waw.


Menu yang saya cobain pertama kue cubit greentea pake kitkat greentea. Salah satu menu favorit nih disini. Kue cubit setengah matang yang lumer dicampur kitkat greentea. Uh! Favorit saya.


Kalau makan ini selalu inget telor-teloran jaman SD. Namanya sama juga sih, cuma ini lebih mini dan sausnya lebih aman hehe. Waktu SD entah pake saus apa itu hehe, serem-serem enak gimana. Telor-telorannya juga wajib coba, biar nggak makan manis melulu.


Terus, kue cubit coklatnya juga oke banget. Konon ini salah satu menu bestseller juga di Warung Bang Ido. Duh coklatnya lumer. Duh dek.




Kue Maryamnya Bang Ido juga yoi banget! Mungkin yang bikin tren kue maryam di Jogja nggak pernah kepikiran kalau Kue Maryam bisa dikasih anekan macam topping kayak gini ya? Pake koko crunch, pake m&m. Aduh. Mana pilihan toppingnya di Bang Ido ini ada hampir 40an pula, Banyak gila.


Kue cubit bubble gum ini nih yang sempet hits banget di Bogor. Sempet ngerasa aneh juga denger namanya, tapi ternyata pas dicoba not bad. Kue cubit dengan rasa unik, bubble gum. Toppingnya juga unik marshmallow yang kenyal-kenyal gitu. Berasa kayak makan permen karet banget.


Kalau ini kue cubit original. Aslinya kayak gini nih sebelum ada aneka macam varian kue cubit kayak sekarang. Toppingnya pake meses sama coklat M&M. Top.


Party di Bang Ido hehe. Satu hal yang jelas kalau mampir di Warung Bang Ido ini pasti bakalan bingung pilih menu sama topping, saking banyaknya. Bahkan saya harus rencana dulu dari rumah huahaha. Cuma emang nyenengin sih makan di warung dengan menu yang variatif kayak gini. Apalagi rata-rata menunya lucu-lucu. Spesial nih, saya fotoin juga buku menunya yang isinya pilihan toppingnya. Mengingat saya jarang banget moto buku menu.






Warung Tenda Bang Ido

#TKP 1
Jalan Kaliurang KM 4,5 buka jam 5 sore -10 malam
Barat GSP UGM
#TKP 2
Jalan Seturan Raya no 25 buka jam 5 sore - 10 malam
#TKP 3
Jalan Moses Gatotkaca B19 - B20 (Sebelah Nanamia) buka jam 1 - 10 malam


Kue Cubit SD: 5rb
Kue cubit greentea: 12,5rb
Telor-Teloran: 3,5rb
Roti Maryam: 5rb
Roti Bakar Toblerone: 17rb


Tuesday, April 7, 2015


Hello guys! Kami baru baru aja habis icip-icip di Arroy Mak Mak. Mungkin ada yang penasaran apa sih artinya arroy mak-mak? Nah ternyata ini diambil dari bahasa Thailand yang artinya: enak banget! Karena jadi ngiler, kami cobain deh menu-menu di arroy yag beragam.


Menu-menu di Arroy ternyata banyak banget pilihannya. Mau yang berat makan nasi ada, untuk yang ringan cemilannya juga ada. Dan ternyata sekarang pilihannya makin banyak karena ada menu baru yaitu Thai Curry!


Semua bahan-bahan yang dipakai di Arroy Mak Mak adalah bahan-bahan yang berkualitas. Kebanyakan bahannya diimpor langsung dari Thailand supaya kita pas nyoba langsung kebayang suasana dan rasa yang otentik.

  

Chef di Arroy juga memiliki kemampuan yang terampil dalam menyajikan masakan Thailand. Kami sempat mengintip dapurnya untuk melihat chef dalam menyajikan masakan Thailand. Semua makanan yang sampai di meja, sudah dengan sepenuh hati dan kemampuan chefnya loh. Oh ya, bisa special request juga kalau kamu pengen makananmu lebih gurih, lebih asin, atau lebih manis ke chefnya.

 

Nah, menu pertama yang keluar ada sate-satean nih. Katanya ini andalannya Arroy, yaitu Thai street foodnya. Wah, langsung aja deh kami cobain. Ada chicken wing, chicken dumpling, cheesy fishcake, dan thai fishcake. Cocolannya pakai saus khas Thailand yang pedas manis, atau kadang suka kita sebut saus Bangkok. 

Semuanya enak, terutama Thai fishcakenya yang bumbunya kuat sama cheesy fishcake yang enak banget kalau dimakan hangat karena kejunya melting. Minumnya? Thai tea dong, ga lengkap kan kalau nyobain menu-menu Thailand ini kalau ga minum Thai Tea yang manis-manis seger.


Kalau yang mau makan berat, beef potato ini bisa jadi pilihan. Kentangnya digoreng kering, renyah. Berpadu dengan manis gurihnya daging sapi yang dipilih khusus dari bagian sirloin. Sedaaappp. Nasinya pulen, kalau ga percaya coba aja makan pake sumpit.



Buat yang mau lebih greget, cobain garlic n pepper. Bisa dipilih mau pakai beef atau chicken. Yang jelas ini pedes gurih. Lada hitam dan bawangnya kerasa banget, dan ngebuat sensasi anget di tenggorokan. Biar ga kepedesan, obatnya langsung seduh tenggorokan pakai ice green tea + milk. Ciamik!


Ada lagi nih pilihan yang beda lagi dari dua menu tadi. Marinated chicken thai sauce rasanya nano-nano. Perpaduan gurih dengan sedikit asam dan pedas manisnya saus Thailand. Wah, dijamin kenyang dan senang.

 

Nyoabin menu-menu Thailand tentulah belum lengkap kalau belum nyobain tom yum dan thai coffee. Tom yumnya asik loh, potongannya ga pelit. Yang paling penting, cumi sama udangnya gede-gede! Thai coffeenya juga otentik, diambil dari biji kopi olahan langsung dari Thailand. Pakai susu kental manis makin terasa nikmat khas kopinya.


Terakhir yang kami icip, menu Thai Curry. Kari gurih kental disajikan dengan potongan kentang, wortel dan ayam tepung + nasi yang diselimuti telur. A must try, terutama selama bulan april semua menu Thai Curry harganya flat 35 ribu aja udah sama minum. Penasaran kan? Udah langsung aja buruan serbu Arroy Mak Mak di alamat alamat ini:

- Lower Ground Ambarrukmo Plaza

- Lantai 3 Malioboro Plaza

- Demangan No 33 (Depan SD Kanisius)

Range Harga

Minuman: 8-15k
Makanan: 14-31k