Tuesday, January 31, 2017




Startup berbasis teknologi memang sedang hangat dalam beberapa tahun terakhir. Hal tersebut didukung dengan semakin banyaknya investor yang berani menanamkan uangnya pada ide-ide baru dan bisa dibilang unorthodox. Pengguna internet di Indonesia cukup tinggi dalam penetrasi aplikasi baru, sehingga menciptakan suasana startup yang inovatif. Dunia gastronomi pun ikut terasa imbasnya dengan kehadiran startup-startup baru. Tanpa terasa, mungkin kehadiran startup sudah mengubah cara kita dalam mengakses makanan. Berhubung kurang adil kalau hanya mengulas satu startup gastronomi saja, maka saya akan mengulas tiga startup dalam tiga kategori yang berbeda.

-----


gambar diambil dari website zomato


Zomato merupakan startup berbasis restaurants listing dimana user bisa memberikan nilai, berbagi foto dan pengalaman mereka. Selain itu Zomato memiliki fungsi untuk mencari tempat makan yang anda inginkan. Zomato memiliki filter pencarian berdasarkan popularitas, kategori, lokasi, harga dan tipe restoran serta makanan.

Fitur yang paling saya suka dari Zomato adalah filter berdasarkan lokasi. Sehingga kemanapun saya pergi di sekitaran Jakarta, saya bisa merencanakan pergi makan yang sejalan. Selain itu dengan mengecek menu dan komentar pengguna, saya bisa mengatur ekspektasi sebelum pergi. Sejauh ini cukup praktis dalam membantu perencanaan akhir pekan, ataupun untuk mencari makan di hari kerja namun diluar tempat biasa.

-----


gambar diambil dari website go-food


Go-food adalah salah satu fitur dari aplikasi Go-jek dimana pembeli bisa melakukan delivery order untuk banyak tempat makan, bahkan di tempat makan yang tidak menawarkan jasa pesan antar. Go-food memiliki fitur cari rumah makan berdasarkan lokasi, berdasarkan pilihan terbanyak, Go-food juga memiliki fitur explore apabila anda ingin mencari makanan berdasarkan kategori dan fitur bayar menggunakan Go-pay, sebuah fitur uang digital dari Go-jek.

Sama seperti Go-jek, kehadiran Go-food juga sangat mengesankan. Lapar tapi malas gerak? Go-food. Terlalu sibuk sehingga lupa makan siang? Go-food. Tidak sempat buat lauk? Go-food. Ingin makan di rumah makan kesayangan anda tetapi mereka tidak menyediakan jasa pesan antar? Go-food. Bagi pemilik UMKM kuliner, kehadiran Go-food juga membantu mereka untuk memasarkan produk di ranah digital. Tidak perlu armada pesan antar, kini UMKM kuliner bisa memanfaatkan Go-food. Praktis, ringkas, banyak pilihan makanan, anda tinggal melanjutkan kegiatan anda sembari menunggu makanan datang.

-----


gambar diambil dari website cookpad


Cookpad menyimpan berbagai macam resep dari seluruh dunia. Cara menggunakannya simpel saja, cukup masukkan resep makanan yang ingin anda cari atau masukkan bahan masakan yang anda punya dirumah. Selain membaca resep, para pengguna Cookpad juga bisa menulis resep untuk diarsipkan dan dibaca oleh pengguna lain.

Setelah bekerja dan menikah frekuensi saya untuk makan keluar tidak bisa sesering dulu lagi. Terkadang di akhir pekan saya mencoba eksperimen di dapur dengan menggunakan cookpad. Dengan kumpulan resep yang banyak, apabila tidak cocok dengan satu resep, maka masih ada resep lain untuk dicoba yang sesuai dengan ketersediaan bahan di rumah. Istri saya pun menggunakan cookpad untuk memasak lauk sehari-hari, dikarenakan tampilannya yang rapi serta ringan dan simpel untuk digunakan.

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Sunday, January 15, 2017



Terkadang sulit untuk memilih tempat makan yang cocok bagi semua anggota keluarga karena selera makan yang berbeda-beda. Untungnya semua orang di keluarga saya suka mencicipi masakan Thailand. Sudah beberapa kali kami resto Thailand hopping di berbagai macam kota. Terakhir saya sekeluarga pergi makan ke Thai Alley.


Thai Alley mempunyai karakter tempat makan yang unik. Dengan hiasan yang padat serta jarak antar meja yang tidak terlalu jauh membuat perasaan seperti benar-benar makan di sebuah gang di Thailand. Itu baru dari sisi tempat, dari sisi makanan sejauh ini belum pernah kecewa di Thai Alley. Makanan yang disajikan selalu segar dan mereka menggunakan beberapa bahan dari Thailand.


Beberapa menu tidak boleh ketinggalan disini. Untuk pembuka disarankan mencicipi salad, terutama salad mangga/salad pepaya. Salad Thailand cocok untuk dipadukan dengan nasi. Kemudian tom yam. Thai Alley berhasil menyajikan Tom Yam yang balance antara pedas dan asam, belum lagi bahan-bahannya yang segar.


Untuk desert, semuanya enak! Es krim kelapanya lembut sekali dengan potongan toping kacang & jagung. Begitu juga dengan ketan mangganya, boleh tahan. Ketan juga tersedia dengan pilihan duren. Mau pilih yang unik ada juga dessert tape goreng dengan es kelapa. So far based on my experiences, Thai Alley is good!


-----

Thai Alley

Pacific Place/Gandaria City/MKG
(dan beberapa pusat perbelanjaan lain)

Range Harga: 150-300rb/2 orang

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:


Setiap terkena lampu merah saya suka melihat ke arah sekeliling untuk melihat ada tenant apa saja di sekitar. Salah satu yang saya tandai dari lama adalah Sate Kardjan, hasil mengintip di lampu merah BSD. Menurut ulasan banyak orang di internet katanya enak. Kebetulan saya sedang ingin makan sate buntel, saya pun berangkat ke tempat tersebut kemarin.


Menu utamanya adalah sate kambing, sate ayam & sate buntel. Menu lainnya ada aneka gule, sop, tongseng dan nasi goreng. Namanya juga ke warung sate tentunya ingin makan sate dong. Tapi sayangnya waktu ke sana sate buntel sudah habis. Laris dan stoknya terbatas menurut pengakuan sang pelayan Sate Kardjan. 


gule kambing

Terpaksa mengalihkan pilihan menjadi gule dan tongseng. Syukurnya gule & tongseng di Sate Kardjan sangat menyenangkan. Keduanya disajikan mirip dengan gaya yang biasa saya makan di Jogja. Bukan sekedar gaya, tapi rasanya pun juga nostalgia. Lebih dari ekspektasi, sudah siap-siap mengakomodasi kekecawaan karena gagal makan sate malah disuguhi kenikmatan yang tak terduga.


tongseng iga kambing

Samar manis kecap dipadu gurih. Dagingnya luar biasa lembut, kalau bisa meleleh mungkin meleleh dagingnya. Di bagian iga sangat kenyal dan juicy. Keduanya tanpa cacat. Belum lagi porsinya yang sebenarnya cukup apabila dibagi dua. Pure gem. Akan kembali lagi untuk sate buntel.


-----

Sate Kardjan

Ruko Tol Boulevard
Jalan Kapten Soebianto

Tongseng Iga Kambing: 29rb
Gule Kambing: 27rb
Nasi Putih: 5rb
Es Teh Manis: 6rb

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow: