Saturday, January 31, 2015


Sudah lama tidak tinggal di Bogor membuat saya kurang tahu apa yang lagi in di kota ini. Setelah mendapatkan saran akhirnya saya pergi ke cafe Daily Dose di Jalan Pandu Raya. Cafe kecil ini memiliki dekorasi dominan berwarna coklat dan biru.


Cafe memiliki menu andalan kopi, sayang sekali saya sudah divonis dokter untuk berhenti minum kopi sampai hasil lab kembali normal. Tapi itu bukan menghalangi saya untuk menikmati menu menu lain yang ternyata bisa dibilang lumayan juga. Di cafe ini ada banyak buku dan majalah yang bisa dibaca di tempat.


Mengapa saya bilang menikmati menu lain? Karena rasanya memang nikmat. Contohnya aglio olio ini, dari teksturnya sudah al dente. Dengan irisan cabai sedang membuat rasanya pas, yaitu pedas samar samar. Taburan oreganonya berlimpah, begitu pula dengan smoked beef dan potongan ayamnya. Cukup murah hati, karena untuk harga yang sama saya pernah lihat cafe yang lebih pelit potongannya.


Lalu saya pesan minum boba ice tea rasa kumquat (jeruk kanton). Kesegarannya cocok sebagai penutup pasta yang berminyak. Bubblenya bertipe meledak di mulut.


Terakhir saya pesan Taiwan Ice Pudding. Porsinya terlihat kecil dan tidak bisa divariasikan seperti kedai dessert Taiwan lain. Tetapi itu tidak mengurangi rasanya. Kuah manis klasik dengan butiran tapioka eskrim ogura serta pudding mangga dan taro menutup dengan apik makan siang saya kali ini.



Daily Dose

Jalan Pandu Raya No 141a

Aglio Olio: 35k
Boba Ice Tea: 20k
Taiwan Ice Pudding: 25k

Friday, January 30, 2015


Akhirnya saya punya kesempatan untuk mengunjungi sang pelopor kue cubit gaul. Kue cubit "gaul" memang sudah banyak di kota lain di Indonesia, tetapi bisa dibilang dari gang selot inilah kehebohan yang mengguncang Jabotabek hingga Nusantara berasal. Kue cubit merupakan jajanan sekolahan yang dulu mudah ditemukan. Beruntung kue ini sekarang bisa bertahan ditengah gempuran kuliner modern, walaupun yah, dengan sedikit penyesuaian. Bahkan kue cubit jaman sekarang bisa dikasih topping.


Karena sebelumnya sudah pernah green tea di Jogja saya pesan bubble gum dan red velvet di Bitten. Sesuai permintaan kue cubit bisa dibuat matang atau setengah matang. Tapi bagi saya yang namanya cubit harus setengah matang. Warnanya memang amazing sekali. Rasanya? dari segi tekstur memang enak, ketika saya gigit lelehannya terasa. Namun karena sudah modifikasi saya agak split mengenai kedua rasa yang saya pesan. Bubble gum memang wangi dan manis namun rasanya kurang cocok buat saya, sementara red velvet lebih mild manisnya mirip dengan original sehingga pilihan saya jatuh ke red velvet.



Bitten By You

Gang Selot

10rb / porsi

Thursday, January 29, 2015


Kehangatan seblak mampu menangkal dinginnya hujan di Bogor. Lebay, tapi ada benarnya. Kecenderungan keinginan makan makanan yang pedas dan hangat selalu meningkat ketika hujan mulai mengguyur kota Bogor.


Seblak adalah makanan yang sederhana. Kerupuk yang biasanya digoreng diubah menjadi direbus sehingga menjadi kenyal. Dimasak bersama bumbu lalu campur telur dengan isian lain sehingga makin kaya dan lengkap setiap porsi seblaknya.


Seblak Tulang Jeletot memiliki isi andalan tulang iga dan ayam. Tetapi saya memesan yang isi bakso. Selain itu ada pula isi sosis, makaroni, kwetiaw dan ceker. Pembuatan satu porsi seblak hanya memakan waktu 10 menit. Kecuali ada antrian panjang maka tidak perlu lama mengantri. Namun mengingat tempat ini laris dan dekat dengan sekolah-sekolah besar di Bogor, anda harus bersabar sedikit sebelum merasakan kenikmatannya.

-----

Seblak Tulang Jeletot

Depan Taman Topi Square

Seblak Bakso: 13k


Thursday, January 22, 2015



 Lotek adalah menu yang banyak dipilih terutama di kalangan mahasiswa untuk memenuhi asupan sayur mereka, maka tidak heran jika warung yang menyediakan menu ini cukup banyak di Jogja. Tempat ini adalah  salah satu warung lotek yang cabangnya ada dimana mana, dan salah satu warung lotek favorit saya juga. Tapi kalau biasanya lotek colombo itu identik dengan nama Bu Bagyo yang ini embel-embelnya Bu Ary, saya juga kurang tahu kenapa bisa begitu. Selain lotek warung ini juga menyediakan menu-menu lain seperti gado-gado, pecel, opor, soto, dll.



Alasan mengapa lotek di sini adalah favorit saya karena potongan bakwannya yang begitu spesial, crunchy tapi nggak keras ketika digigit dan juga gurihnya terasa, tiap ke sini pasti saya selalu memesan ekstra bakwan. Kalau mau pengen lengkap lagi sayurnya juga bisa meminta untuk ditambahkan daun selada. Untuk porsi sepiring lotek di sini sayangnya masih kurang untuk ukuran saya, jadi saya memesan lotek telur biar kenyang sekalian. Karena harganya juga terjangkau pastinya udah nggak ada lagi alasan bagi anak kos buat nggak makan sayur. Sikat!



Lotek Colombo Bu Ary


Lotek Telur Ekstra Bakwan 11.000


Jalan Kledokan Babarsari

Thursday, January 15, 2015


Mau menikmati menu olahan susu dengan nuansa Cafe? Cafe di sekitar seturan yang baru buka sekitar 2 bulan ini memang memilih susu sapi sebagai bahan dasar pada menu-menu mereka, ada berbagai variant menu seperti Milks, Chocolate, Syrup, Milkshake sampai Indomie Kuah Susu ada di sini, yang pasti akan menambah pilihan tempat bagi penggemar susu.


Susu campur Wafer, apa jadinya? jadinya ya Susu Wafer, ya.. itu adalah nama menu yang satu ini, menu yang akan memanjakan lidah pecinta rasa manis, karena rasa manisnya dominan banget, susu dengan topping wafer ini membuat menunya jadi kekinian banget.


Nah ini nih yang agak unik, bukan cokelat panas yang biasa kita temukan, karena diambil dari cokelat yang berbentuk pasta jadi masih ada tekstur pasta di dalam cangkir cokelatnya, mungkin yang biasa minum Hot Chocolate dengan rasa yang light lidahnya agak tersengat karena cokelatnya terasa lumayan tebal ketika diminum.

Menu susu yang diblender bersama cookies dengan rasa vanilla ditambah ice cream float ini katanya merupakan salah satu menu andalan di sini, jadi nggak ada salahnya dicobain kalau lagi berkunjung ke sini.


Siapa sih yang bisa menahan godaan mie rebus? apalagi ditambah kuah susu, iya nggak? rasa susunya nggak kenceng jadi bumbu kuahnya masih terasa, serta tidak menimbulkan distraksi di lidah kita, cocok buat yang lagi ngidam mie rebus tapi males bikinnya.


Jadi kalau pengen nongkrong tapi lagi nggak mau merogoh kocek dalem dalem bisa nih Tom's Milk and Meals dijadiin pilihan, apalagi juga sehat karena minum susu, tempatnya juga nggak terlalu bising dengan suara kendaraan yang berlalu lalang.




Tom's Milk and Meals

Susu Wafer           9.500
Original Choco   15.500
Cookies Vanilla Milkshake 16.500
Indomie Kuah Susu 9000

Jl Kledokan Raya, Gg Garuni II no 8 Depok


Tidak banyak pilihan bagi penggemar bakso untuk menikmati menu Bakso Rusuk di Jogja apalagi yang berkualitas, tapi mulai saat ini nggak usah khawatir, ada warung bakso yang baru buka belum lama ini menyediakan menu tersebut. Mas Ndut pemilik warung ini kebetulan berasal dari Solo, kota yang ramah bagi para penggila bakso, mendengar fakta tersebut membuat saya tidak sabar untuk segera mencicipi menu baksonya.


Warung ini mencoba menawarkan konsep bakso sehat, jadi kita tidak akan menemukan MSG atau bahan penyedap lain di dalam mangkok baksonya, Borax? big NO! kekuatan rasa kuahnya murni diperoleh dari kaldu yang diproses menggunakan bahan baku Grade 1, bikin rasa kuahnya sedep. Bakso Rusuknya Juara. Rusuknya empuk banget, tidak menyulitkan kita untuk menyantapnya, apalagi sampai membuat kita harus berkotor-kotor ria. Kuahnya mantep banget, karena berasal dari kaldu tulang. Meskipun begitu kaldu tulang tadi tidak terasa berlemak, tidak meninggal after taste berminyak di mulut. Berbeda dengan kaldu-kaldu dari daging grade rendah yang meninggal after taste berminyak di mulut. Tekstur baksonya empuk bukan tipe bakso kenyal yang biasa kita temukan.

Oh iya.. waktu saya berkunjung ke sana sang Chef yang kebetulan adalah ibunda dari Mas Ndut sendiri sengaja mencampur gelindingan bakso di mangkok saya dengan bakso bandeng untuk melakukan percobaan dan aselik itu mengelabuhi saya, karena saya tidak bisa membedakannya dengan bakso sapi, mungkin kalau beliau nggak ngasih tahu saya akan berfikir kalau itu bakso sapi, dan untuk bakso bandengnya sepertinya kedepannya akan ada di daftar menu.


Bakso Geprek? mana mungkin? well.. kenapa tidak, menu serupa memang belum pernah saya temukan sebelumnya jadi menyulut rasa penasaran saya, bakso bakar dengan ukuran besar yang berisi telur dan dilumuri dengan sambel cabe hijau ini spesies baru yang wajib dicoba, rasa gurih bakso dan rasa khas sambel cabe hijau dipadu nasi dan kuah bakso benar benar memberikan pengalaman baru dalam memakan bakso.


Selain menu di atas masih ada menu bakso tetelan dan bakso bakar, jadi cukup memberikan banyak pilihan, pemiliknya juga ramah dan tidak segan segan membagi ilmu kepada saya tentang dunia  bakso. Dengan harga yang terjangkau tempat ini cocok dijadikan tempat untuk mengisi perut sepulang kuliah.



Bakso Rusuk Mas Ndut Klebengan

Bakso Rusuk 10.000
Bakso Geprek 9.500


Karanggayam ct 8 no. 132 (Masuk gang sebelah GOR Klebengan, ke utara sekitar 300 meter, kiri jalan)



Sunday, January 11, 2015


Tiba-tiba saya ingin mencoba fast food Yoshinoya. Hanya supaya ingin tahu, apa sih bedanya dengan gerai cepat saji menu Jepang yang lain. Dan sudah terjawab. Bedanya di Yoshinoya mereka mengandalkan menu beef bowl. Yoshinoya sendiri bermakna ladang keberuntungan, diciptakan oleh foundernya sebagai jawaban atas kebutuhan restoran yang murah, cepat dan enak. Selain di Jakarta Yoshinoya juga ada di Bandung dan Bogor.


Beginilah kira-kira penampakan menunya. Nasi sama lauk daging. Ada juga goreng-gorengan khas Jepang. Ga macem-macem kok. Semuanya cepat saji.


Saya coba rasa baru beef bowl bayam dan beef bowl bawang. Baik bayam dan bawang keduanya digoreng kering. Awalnya saya berpikir beef bowl bawang akan lebih gurih, ternyata tidak. Justru pemenangnya adalah beef bowl bayam, karena tekstur bayam ternyata lebih cocok untuk dibuat crispy.


Selain beef bowl kami juga coba miso soup, lumayan untuk penghangat sebelum makan serta chicken karaage. Minumnya sparkling manggo yaitu soda berasa buah mangga yang menyegarkan.

-----

Yoshinoya

Foodcourt Plaza Senayan
DKI Jakarta

Regular Beef Bowl: 37rb
Sparkling Manggo: 13rb
Chicken Katsu: 15rb


Udah motret makanannya eeeh lupa motret tempatnya. Tapi daripada jadi arsip yang ga pernah kesentuh mending di share di mari ye kan? Jadi suatu hari aye janjian di Plaza Senayan, namenye bukan orang jekate aye kagak tau dah tuh cara nyetirnya kesono dari bogor pegimane. Eh malah badan autopilot bawe mobil ampe ke kelapa gading. Jaka sembung bawa golok, ga nyambung gob...


Daripada bete, yaudah deh aye makan dulu di sekitaran Kelapa Gading. Liat kiri kanan sepanjang boulevard coba cari yang aman lah buat keluarga makan. Akhirnya milih ke Kemangi. Menu di Kemangi banyak banget! Ampe aye bingung milihnya. Akhirnya jatuh ke nasi lemak kari ayam. Siomay dan lumpia. Untuk pemesanan siomay minimal lima biji baru entuh menu dibuatin dan bisa nyampe ke meja situh.


Ini nasi lemaknye sama kari. Nasi lemak gurih wangi pake ikan kering ame telor. Karinya mayan sob. Ayam sama kentangnye gede aneudh kalau kata anak muda jaman sekarang. Ampe tumpe-tumpe dan ga cukup nasinye. Bisa buat berdua ini kari.


Terakhir ada lumpia. Nah, nyang ini enak. Saking enaknya hampir lupa kepoto. Ukuran hargenye masih terjangkau lah kalau ukuran Jakarta. Pilihan menunyu yang banyak jadi bisa cocok kalau kesini sama keluarga.

-----

Kemangi
Nasi Lemak Dan Warung Kopi

Jalan Raya Boulevard Kelapa Gading Blok FV1 No 32-33
Jakarta Utara, DKI Jakarta

Lumpia: 7,5k/pc
Paket Nasi Lemak Kari Ayam: 35k
Siomay: 5k/pc
Cendol: 15k


Hari itu saya harus pergi ke Plaza Senayan untuk mengantarkan seseorang. Tidak hanya sekedar mengantar, saya juga harus menunggu selama dua jam. Sehingga saya putuskan untuk mencari tempat yang enak untuk duduk bersantai. Setelah mengelilingi mall, tempat yang paling menarik jatuh pada Monolog Coffee. Dari luar terlihat tempatnya ramai sekali, untungnya saya masih bisa mendapat tempat untuk duduk di dalam.


Menu yang disajikan tidak terbatas pada kopi. Ada jus, smoothies, chocolate dan teh. Awalnya saya tergoda untuk memesan sesuatu yang segar karena letih setelah beraktifitas di luar dengan udara panas menyengat. Kemudian saya berpikir ulang, bahwa saya harus coba kopi karena saya sudah duduk di sebuah coffee shop. Akhirnya saya pilih yang kira-kira paling segar yaitu Mike's Coffee Soda.

Awalnya saya kira coffee soda akan manis seperti coffee soda kalengan yang beredar di pasaran. Ternyata saya salah besar. Saya disajikan gelas besar dengan potongan kulit jeruk. Kemudian barista menuangkan espressonya perlahan diiringi dengan menuang soda. Setelah itu saya diberikan gula cair sembari barista menyilahkan saya sebelum pergi. Saya mencoba beberapa teguk, dan luar biasa. Sesuai ekspektasi. Saya bahkan tidak perlu gula. Kopi ini ringan sekali. Segar seperti soda, namun dengan kafein yang sama seperti kopi. Belum lagi wangi dan campuran sedikit asam berkat potongan kulit jeruk. Sederhana namun berkesan.


Tidak kelupaan makanan pun saya coba disini. Pilihan saya jatuhkan kepada quesadilla. Quesadilla di monolog tebal isinya oleh potongan sosis. Kejunya lumer di mulut, nikmat sekali berpadu dengan renyahnya tekstur quesadilla. Apabila ingin lebih pedas bisa dicocolkan kepada saus salsa. Cukup mengenyangkan untuk ukuran snack.


Monolog Coffee merupakan salah satu coffee shop yang berhasil menghadirkan ambience yang asik bagi saya. Begitupun dengan makanan dan minumannya yang menyenangkan. Tempat yang cocok untuk menghabiskan waktu santai anda.

-----

Monolog Coffee
Plaza Senayan, Palm Gate Entrance Unit CP 101B
Jalan Asia Afrika No 8 DKI Jakarta

Mike's Coffee Soda: 42k
Sausage, Cheese & Jalapeno Quesadilla: 62k

Pierogi Buah

Nama negara Polandia memang tidak akrab bagi banyak orang di Indonesia. Kecuali bagi para penggemar sepakbola yang mengikuti Piala Eropa tahun 2012 dan anak-anak AIESEC yang memang banyak sekali hilir mudik melakukan pertukaran pelajar antara Polandia - Indonesia. Akhir tahun kemarin kami menerima dua orang tamu dari Polandia, yaitu Piotr dari Poznan dan Maria dari Warsawa. Dua orang ini datang untuk proyek AIESEC di Jakarta, namun sedang berlibur ke Jogja.

Sudahlah nama Polandia tidak terlalu akrab di telinga. Apalagi nama kulinernya? Kuliner Polandia tidak mentereng seperti Prancis dengan Escargot dan Baguettenya atau Italia dengan Pasta dan Pizzanya. Kuliner Polandia berbagi rumpun dan sejarah dengan negara Slavic lainnya seperti Ukraina dan Rusia. Selain itu Polandia kulinernya juga memiliki pengaruh dari Jerman, Hungaria dan Austria.


Karena penasaran, kami mencoba meminta Piotr & Maria untuk memasak di rumah. Dan ternyata mereka setuju. Mereka membuatkan dua menu untuk kami khas Polandia yaitu Zurek & Pierogi. Dua menu ini dipilih dengan alasan mudah bahannya. Maria sudah membawa Zurek instan dari Polandia. Sehingga tinggal menyeduhnya saja sampai berbentuk sup. Selain itu penyiapan zurek hanyalah telur rebus, sosis, dan kielbasa (sosis Polandia) yang sudah Maria bawa juga dari Polandia. Secara internasional, Zurek lebih dikenal dengan nama Sour Rye Soup. Rye merupakan tanaman sejenis gandum.


Zurek

Menyiapkan Zurek tidak memakan waktu lama. Dalam waktu setengah jam satu mangkuk besar Zurek siap kami santap bersama. Rasanya kental masam gurih. Kombinasi yang jarang ditemui di kuliner Indonesia. Makin nikmat teksturya ketika berpadu dengan menggigit telur dan sosis yang lembut. Lebih kenyang mungkin kalau pakai nasi, tapi saya yakin mereka pasti tidak akan setuju kalau di sanguan (pake nasi).




Tahap Pembuatan Pierogi

Menu yang kedua adalah Pierogi. Menu ini sempat menjadi bahan obrolan yang panjang diantara kami dengan mereka. Karena sebelumnya saya sudah pernah mengenal Pierogi dengan nama Varenyky di Ukraina. Pierogi maupun Varenyky merupakan makanan yang sama, hanya penyebutannya saja yang berbeda karena berbeda negara. Pierogi merupakan pastel rebus. Isinya bisa manis ataupun gurih. Bila gurih biasanya berisi kentang, bawang atau daging. 

Untuk Pierogi manis umumnya berisi buah berry dengan tambahan gula atau saus buah / karamel sebagai topping di luar. Tetapi yang kami masak kali ini agak berbeda. karena tiba-tiba Piotr mendapatkan ide gila untuk mengisi Pierogi dengan buah eksotis dari negara tropis semacam buah naga dan nanas. Pierogi bisa dinikmati kapan saja sebagai camilan ataupun dessert. Pierogi yang kami buat malam itu memiliki rasa asam manis dan juicy karena buah tropis. Seandainya menggunakan berry maka akan terasa lengket. Teksturnya lembut kenyal. Pierogi bisa dimasak jadi fried pierogi juga. Untuk sausnya bisa diberi gula cair, atau maple syrup atau saus strawberry.


Piotr & Maria

Terima kasih Piotr & Maria sudah berbagi ilmunya mengenai kuliner Polandia kepada tim Hungerranger. Semoga kita bisa bertemu dan berbagi pengetahuan lagi.