Tuesday, August 27, 2013


Beberapa scoop gelato terbaik seumur hidup saya adalah gelato yang saya makan ketika menghabiskan waktu musim panas di negara asalnya yaitu Italia. Di Jogja, sejauh ini cuma Artemy yang saya rasa level kenikmatan gelatonya sudah hampir sama seperti di Italia.


Dulu pertama ke Artemy waktu masih sepetak kecil di Malioboro. Sekarang sudah ada cabang lain yang lebih besar di Kranggan dan Babarsari. Sudah bisa pilih kemana cabang terdekat dengan lokasi kamu untuk meredakan panas dengan segera.


Ada berbagai macam pilihan dan rasa. ada regular gelato, low sugar gelato, premio gelato & sorbet. Untuk perbedaan yang reguler sama premio lupa nanya apa bedanya. Kalau low sugar pasti udah tau kan ya. Nah kalau sorbet itu es krim yang rasanya asem, seger, cocok buat yang ga terlalu doyan manis. Satu scoop regular gelato 10, kalau dua 17,5. Yang low sugar 1 scoop 15, dua 27,5. Premio satu scoop 12,5 dua 22,5.


Terakhir kesini @d_adad pesan 2 scoop premio gelato rasa pistachio dan macadamia. Dua-duanya rasa kacang-kacangan. Rasa manisnya mild, tekstur eskrimnya lembut dan conenya crunchy banget!


Kalau saya pesan reguler gelato & sorbet. Satu scoop bubble gum dan satu scoop apple sorbet. Aduh, ini kombinasi enak banget buat ngadem, rasa manis bubble gum juga mild, bercampur dengan segar asamnya scoop apel dahsyat abis. Susah menjabarkannya, tapi yang jelas enak banget.

Oh ya, artemy sekarang juga jual berbagai macam kue baik manis/savoury. Selain itu juga saya di Artemy pernah coba affogato, satu scoop eskrim disiram espreso. Kalau biasanya di coffee shop affogato disajikan dengan vanila ice cream, di artemy karena gelato shop boleh pilih mau scoop rasa apa buat dituang espressonya. Pahit manisnya cocok, obat ngantuk! Kalau doyan es krim wajib kesini. Sangat direkomendasikan. 

Permintaan pancake durian lagi tinggi. Banyak yang tanya beli pancake durian dimana. Sejauh ini kalau di Jogja saya baru tau cuma ada satu merek pancake durian yaitu Celebrity Pancake. Lokasinya di daerah colombo belakang movie box Gejayan. Kontak dan alamat lengkap kira-kira sudah leengkap ya pada foto di atas.


Pancake durian yang dibeli disana bentuknya kotak, isinya daging durian dibalut dengan kulit (pancake). Setiap pembelian pasti pancakenya baru keluar dari freezer, jadi jangan langsung dimakan karena beku kurang nikmat. Tunggu sampai mencair sehingga lembut barulah ketika digigit terasa kenikamatannya. Lembut dan manis sekali.


Pancake durian di Celebrity Pancake mempunyai beberapa rasa, rata-rata harganya 13500. Menurut saya setelah mencoba beberapa rasa paling enak memang original. Rasa strawberry, blueberry dan tiramisu isi duriannya tetap original kulit pancake yang berubah rasanya. Kalau almond, chocohip kulitnya jadi coklat dan isi duriannya ada chocochip / almond sehingga jadi krenyes-krenyes. Satu buah pancake durian di Celebrity Pancake cukup tebal, jadi memuaskan dan mengenyangkan untuk ukuran snack.

Saturday, August 24, 2013


Frank Wurst Resto memang sudah ada lama di Jogja. Cuma saya baru mampir kesini sekarang, hahaha telat banget! Lokasi Frank Wurst Resto ada di sebelah Omah Mode & Perpustakaan Kota di daerah Kota Baru.


Tempatnya temaram romantis gitu deh dari luar. Kalau udah masuk sih terang. Sempat baca di depannya ternyaa Frank Wurst juga punya cabang di Bintaro & Kemang, whooopp~~ okelah kalau begitu, dengan punya cabang di dua tempat top di Jakarta harusnya sih jaminan mutu.


Langsung ke menu pertama ada chicken schnitzel (35rb) Porsinya gede dagingnya enak tepungnya pas bumbunya meresap daging, disajikan bersama sayur krim dan saus blackpepper. Sayang saus blackpeppernya agak overcooked jadi agak pahit. Mashed potatonya enak pas dengan chicken snitzel.


Pesanan selajutnya ada smoky beef (55rb). Ukurannya luar biasa, ketebalannya juga. Juicy sekali. Setiap menu sosis disajikan dengan pilihan sayur, saus dan kentang. Saya minta sayur coleslaw, french fries dan saus bbq. Sayang sayur dan kentangnya nya kurang nendang jadi ga menunjang kenikmatan sosisnya.


Minuman pesan Shirley Temple (16rb) & Mojito Pear (18rb) dua-duanya bertipikal segar seperti biasanya shirley temple yang asam dan mojito yang minty. Tempat ini cocok buat kamu yang craving makansosis.

------------------------------------------------------------------




Update Frankwurst

Sekarang tempatnya pindah 500m ke barat. Sosisnya masih mantep dan juicy. Sangat disarankan untuk memesan menu sosis. Karena pastanya kurang gurih.

Friday, August 23, 2013


Civilized. Begitulah kesan saya setelah makan di Michigo. Dengan teknologinya yang canggih seolah-olah menantang tempat makan yang lain untuk menerapkan standar yang tinggi dalam menjalankan bisnis kuliner. Michigo sendiri merupakan restoran yang bertemakan kuliner dari Korea. Michigo bertempat di Jalan Colombo no 7.


Di Michigo sistemnya seperti fast food luar negeri, cepat dan mandiri. Seperti yang kita ketahui bersama fast food di Indonesia juga cepat, tidak kalah dengan di luar negeri, tapi pelanggannya mau pelayanan seperti makan di resto bintang 5. Well, lets cut the crap. Untuk order disini sistemnya paperless, sama kan dengan fast food lain? bedanya disini ordernya dengan tablet, semua menu ada di tablet yang disediakan di kasir. Cepat, praktis, rapih, tidak perlu menyuruh pelayan untuk bekerja kesana kemari mengantarkan buku menu.


Setelah membayar pesanan kasir akan memberikan layar seukuran handphone yang berisikan lagu-lagu korea untuk di nikmati sembari menunggu pesanan. Lumayan lah daripada bosen nunggu bisa sambil dengerin video musik.


Apabila makanan anda sudah siap maka akan diberitahukan di layar. Layar ini harus dikembalikan untuk mengambil makanan.


Tempatnya luas, punya banyak meja dan cukup nyaman. Btw, kalau kamu coba mention twitter mereka nanti bakal muncul di layar yang ada di sana. Jadi kalau complain jangan pakai kata-kata kasar ya, ga enak dibaca pengunjung yang lain. Hehehe.


Kalau tadi tentang konsep restorannya sekarang masuk ke bagian makanannya. Pembuka ada topokki, harganya 33rb. Isinya lumayan banyak bisa buat 2-3 orang. Kenyal dan sausnya top banget. Direkomendasikan!


Terus pesen nasi (6rb) sama hot michigo chicken (22rb) & bulgogi slashed belly (33rb). Ayamnya tipikal goreng korea, tepung tapi lengket. Walaupun hot rasa manisnya masih dominan, tapi dari dulu makan ayam goreng model korea emang manis terus sih rasanya. Bulgoginya oke, walaupun kurang lembut tapi not bad.


Penutup ada Mini Pat Bing Soo (17rb) es serut yang isinya macem-macem! Rasa es serutnya plain karena ga pake sirup, tapi jadi manis kalau disuap dengan scoop es krim yang dituang di atasnya. Saya pilih scoop neapolitan. Rasanya unik berlimpah kacang merah, almond, ceri, jeruk, kiwi, dll.


Minum kemaren pesan jus harganya 12rb. Botolan tapi oke, cukup padat ga cair banget. Ada air putih juga atau teh hangat harganya 7rb. 


Kebetulan setelah review di atas di buat, Michigo mengundang Hunger Ranger buat datang ke Michigo. Waaah kamsahamnida~ Jadi kita bisa nambahin cerita dan hasil icip-icip di Michigo. Sebelum ngebuat Michigo ownernya udah riset dulu berbulan-bulan di Korea, keren ya. Terus juga Michigo sudah diberi rekomendasi dari Pak Bondan Winarno sebagai makanan korea yang autentik. Nah yang menarik, menurut pelanggan datang ke Michigo banyak dari mereka yang nyaman buat datang sendiri karena praktis. Wah, kalau ada cowok sendiri sama ada cewek makan sendiri ketemu di Michigo bisa jadi kaya drama-drama Korea gitu kali yaaa...


Hasil icip-icip kita di kunjungan selanjutnya adalah Hanago Dosirak. Paket Dosirak ini paket lengkap sudah ada dak nyom nyeom, salad, edamame, kimchi, kimbab. Ayamnya enak gurih pakai saus kacang. Dijamin kenyang banget kalau makan ini harganya 44ribu saja. 


Kalau mau yang unik cobainnya harus yang ini: bibim naeng myun (48rb). Kalau kita biasa makan mie disajikan hangat. Apalagi kalau orang tua yang masak pasti bilang buruan dimakan mienya atau keburu ngembang! Kalau di Korea justru kebalikannya, bibim naeng myun justru disajikan dingin bahkan kuahnya pakai es. Hahaha. Rasanya unik, punya dua rasa gurih yang berasal dari kuah dan saus gochujang. Bibim naeng myun makin lengkap karena isinya banyak, ada sayur, telur dan sliced beef. Oh ya, ada potongan buah pir juga loh di dalamnya, buahnya jadi krenyes krenyes gurih.


Selesai makan di Michigo jangan lupa ngembaliin tray ke dapur dan masukin sampah ke tempat sampah, semuanya modern dan mandiri makanya pantas kalau michigo disebut civilized. Jadi jangan kaget ya, itung-itung latihan makan fastfood seperti di luar negeri. Kalau slogan mereka berani bilang "the awesome korean food" maka saya pun berani untuk bilang yes you're awesome. ;)
beef pepper rice
Seperti biasa, merchant yang sudah laris di Jakarta pasti akan segera diserbu oleh penduduk apabila buka cabang di Jogja. Kali ini giliran Pepper Lunch yang buka franchise, ramainya luar biasa. Letaknya di lantai paling atas Ambarrukmo Plaza aka Amplaz. Yang unik dari pepper lunch adalah penyajiannya makanan diatas hotplate sehingga pelanggan harus mengaduk sendiri makanannya hingga matang.

salmon pepper rice & miso soup

Rasa pepper lunch memang enak rasa gurihnya khas, apalagi selalu tersaji hangat sampai selesai makan. Perbedaan beef dan salmon tidak terlalu mencolok hanya berbeda di daging saja. Harga beef pepper rice 53rb dan minuman harganya 11rb. Untuk salmon pepper rice 69rb, tambahan telurkalau ga salah bayar 2rban, lalu ada paket minum + eskrim/miso soup/mashed potato harganya 16rb. Semuanya belum termasuk pajak.







Kaget juga harga pepper lunch amplaz ga ada yang promo, terakhir makan di kelapa gading aja ada. Bayar sebanyak itu bisa cukup untuk fine dining di Jogja. Yah, perpaduan dari impor, unik dan enak memang tidak murah.

Thursday, August 15, 2013


Sudah agak lama terbersit di kepala buat makan sushi yang disajikan lewat conveyor, alesannya biar ngedapetin sensasi yang lebih Jepang. Mumpung lagi di Jakarta, beberapa nama restoran yang punya sushi bar di kantongin, tanya sana-sini dan diputuskan untuk pergi ke Ippeke Komachi di mall kelapa gading sebagai tempat yang paling direkomendasikan.


Kita bisa pilih untuk duduk di depan sushi bar (disajikan lewat conveyor) atau duduk di meja yang disajikan oleh pelayan. Harga bervariasi, cuma saya ga hafal untuk menu selain sushi. Sushi di conveyor harganya dibedakan melalui warna piring. Piring kuning harganya 6300, merah 10800, biru 14400, hijau 18000, dan hitam 25000.  Untuk minuman disini japanese tea atau ocha gratis, udah gratis free flow pula, alamak terguncyang rasanya mengetahui masih ada yang gratis di Jakarta. Mahal atau murah tergantung kapasitas perut anda. Saya makan 12 piring berdua termasuk pembuka dan dessert, habis 250rb. Pajaknya 5% + 10%.

cawan mushi

Waktu datang mereka baru buka banget jam 11, jadi masih banyak sushi yang kosong stoknya. Kalau sushi yang diinginkan lagi kosong bisa langsung order ke chef di sushi bar, tapi kalau bisa hafal nama sushinya ya soalnya ribet kalau bolak-balik minta buku menu. Pertama saya order pembuka dulu chawanmushi. Katanya disini chawanmushinya enak, ternyata benar telurnya lembut kaldunya gurih. Mantap.


Mulai makan sushi bahas dari yang paling murah dulu, piring kuning. Ada sushi telur dengan dibalut nori. Rasanya standar, cocok buat ngenyangin perut karena harganya ga mahal.


Piring merah ada yang unik, sushi kembang tahu. Tahunya diluar nasinya diluar. Rasanya manis banget, familiar bagi penggemar baceman.


Piring biru ada sushi salmon mentah dengan isi wasabi. Salmon mentah enak segar. Tapi begitu gigit nasinya yang ada isi wasabi duh saya ga kuat pedes banget.


Masih piring biru ada sushi ubur-ubur. Bumbu ubur-ubur rasanya agak asam pedas. Kenyal dan agak besar susah dimakan dalam sekali suap. Unik.


Piring biru terakhir chuka idako alis gurita. Rasanya gurih pedas. Enak banget sumpah, favorit saya pake nambah. Teksturnya lebih kenyal daripada ubur-ubur.


Piring hijau ada salmon bakar pakai mayones. Yang ini favorit saya juga, walaupun bakar rasa salmonnya ga hilang. Teksturnya ga juicy seperti salmon mentah tapi jadi lebih slick dengan sausnya. Enak banget.


Piring hijau selanjutnya sushi udang tempura. Beda dari yang lain sushi tempura ini isinya 4 buah dengan pinggiran tobiko. Udang tepung (tempura) juga menambah sifat sushi ini jadi lebih mengenyangkan dan menyenangkan.


Sekarang kategori piling mahal, piring hitam. Yang pertama ada susi full tobiko. Rasanya krenyes-krenyes, gatau kenapa saya jadi teringat minum popping bubble yang kalau digigit pecah rasanya. Kaya gitu juga sushi tobiko digigit pecah meledak-ledak rasanya. Unik tapi bukan tipikal saya.


Nah buat piring paling mahal ga bakal rugi kalau nyobain susuhi belut. Karena sushi belutnya enak banget, bumbunya teksturnya cocok banget buat saya, favorit saya juga di Ipekke.



Setelah 12 piring, kegiatan makan sushi ditutup dengan eskrim. Satu scoop eskrim green tea disajikan dengan wafer dan eskrim ogura disajikan dengan ogura asli. Harganya Rp 13.500, rasanya biasa saja.

Sushi conveyor memang membutuhkan kontrol diri yang baik, kalau lapar mata bisa buat bengkak dompet dan perut yang terlalu kenyang. Kalau anda ingin pengalaman makan di sushi conveyor yang menyenangkan maka Ippeke Komachi ga boleh dilewatin. Rasanya enak, dan pelayanannya ramah. Definitely worth it.

Wednesday, August 14, 2013


Saya masuk ke Ajisen Ramen karena random aja waktu itu udah capek dan laper banget abis ngelilingin mall kelapa gading dari 1,2,3, La Piazza & 5. Gila ga tuh, mall serinya mau ngalah-ngalahin tersanjung. Setelah saya mau nulis blog ini saya googling dulu dan baru tau kayaknya sih ga pas Ajisen Ramen masuk kategori  jabodetabek karena jangkauan mereka udah worldwide. Terguncyang saya.

the art of eating ramen, tangan kanan pakai sumpit, tangan kiri nyendok kuah


Sesuai dengan namanya, pasti spesialisasinya ramen. Adik saya di Ajisen pesan tom yum ramen. Saya coba rasanya enak, asam pedasnya pas. Isinya juga lengkap ada udang, cumi, crabstick, jamur. Bener-bener kombinasi tomyum ketemu ramen yang pas. Sekali makan langsung familiar. Harganya 50rb.


Nah kalau saya pesen spicy chicken ramen. Yang ini rasa kuahnya lebih "ramen" karena yang sebelumnya karakteristik kuahnya ngikut tom yum. Isinya sehat karena banyak banget toge sama sawi hahaha, juga ada isi telur, nori dan yang pasti daging ayam. Enak, kenyang, harganya  44rb.


Minum, saya pesan yang spesial namanya Thunder Matcha. Isinya teh hijau pakai susu sirup melon dan jelly. Kalau suka rasa teh susu yang klasik pasti suka ini, karena thunder matcha susu dan greenteanya pas tidak saling dominan.


 Menurut saya ke sini memang mantap kalau mau makan ramen. Karena sekarang banyak warung ramen yang asal-asalan. Harga dan porsinya juga pas, standar makan di mall yang ada di Jakarta.