Tuesday, February 14, 2017


Artikel ini dibuat untuk memenuhi pekan 6 Liga Bloger Indonesia 2017 
dengan tema "Melawan Hoax"

-----

Hoax tidak hanya di dominasi berita politik. Dunia kuliner pun tidak ketinggalan diserang hoax. Biasanya yang paling umum adalah hoax berita makanan yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit. Mulai dari makanan kaleng ber-HIV, kemudian buah disuntik HIV pun ada beritanya. Ada juga rumus hoax makanan yang lain yaitu "dilarang makan (masukkan makanan 1) dan makan (masukkan makanan dua) bersamaan atau dicampur karena akan menyebabkan penyakit (masukkan nama penyakit sesuai selera)"

Entah apa motivasi mereka membuat berita aneh-aneh. Saking banyaknya berita hoax, rasanya sampai tidak ingin makan apa-apa lagi karena semuanya membawa penyakit...

Untuk memberantas hoax diperlukan kesadaran diri dalam meningkatkan edukasi dan literasi. Sebelum menyebarkan suatu berita cobalah untuk menelaah terlebih dahulu mengenai kebenarannya. Berita mengenai makanan berbahaya bagi kesehatan pasti sudah akan muncul lebih awal di media berita besar.

Kebiasaan menyimpulkan sesuatu terlalu cepat juga mesti dikurangi. Dari kecil kita diajarkan dilarang makan Mie tiap hari, nanti ususnya keriting, tapi nyatanya waktu saya kerja di Laos tiap hari makanan pokok warganya adalah mie. Jadi hoax bukanlah perilaku digital melainkan sudah ada dari lama 

Segala yang berkaitan dengan makanan dan kesehatan anda, periksakan kepada dokter. Dokter adalah profesional yang lebih tahu hubungan antara makanan, pola makan dan efeknya terhadap tubuh anda. Dengan rutin check-up kita bisa mengurangi hoax kuliner bersama, baik hoax digital ataupun konvensional.

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:







Pasar Lama Tangerang menawarkan banyak pilihan kuliner. Weekend ini berencana untuk short gateaway? Pergi berkuliner ke Tangerang bisa jadi salah satu alternaif pilihan loh! Kota satelit di sebelah barat Jakarta ini punya berbagai macam hidden gem untuk di explore. Terutama di daerah Pasar Lama Tangerang, pasti penasaran kan? Yuk langsung saja disimak berbagai macam kuliner yang bisa ditemukan di sana!

-----

Kue Bulan


Kue Bulan biasanya keluar menjelang musim gugur di Tiongkok, tapi kalau di Pasar Lama keluar terus sepanjang tahun. Rasanya pun bermacam-macam paling umum dijual adalah rasa coklat, keju dan durian. Ga boleh ngelewatin manis lembutnya kue bulan di Pasar Lama Tangerang!

Toge Goreng


Bukan hanya Bogor loh yang punya toge goreng, Tangerang juga punya! Coba mampir ke seberang deretan toko kosmetik Varia, disitu akan menemukan spot toge goreng terbaik di Tangerang. Kalau datang ketika jam makan siang maka harus sedikit bersabar karena mengantri dan kursinya terbatas. Walaupun begitu penantian akan terbayar lunas setelah mencicipi gurihnya si bumbu oncom yang berpadu dengan mie kuning dan lontong!

Lidi-lidian & Macaroni


Yang satu ini pasti membangkitkan nostalgia masa SD banyak orang. Dikemas dengan bungkus yang apik lidi-lidian dan macaroni Cece mudah ditemui di Pasar Lama Tangerang. Terdapat beberapa rasa yang coba seperti pedas, keju dan BBQ. Dijamin satu bungkus rasanya kurang untuk dibawa pulang ke rumah.

Es Krim Duren


Letih dan merasa kepanasan berkeliling pasar? Es krim duren bisa jadi penawarnya!  Banyak pedagang es krim durian di sekitaran Pasar Lama Tangerang. Dengan potongan buah duren asli, es krim duren disini tidak mengecewakan. Harganya pun sangat terjangkau, dengan mengeluarkan tujuh ribu rupiah sudah bisa mendapatkan satu cup es krim duren.

Kecap Benteng


Tangerang sudah terkenal dari dulu sebagai kota penghasil kecap.  Semua anak Tangerang pasti pernah nyobain masakan yang diolah dengan kecap keluaran Pabrik Benteng. Buat yang lagi jalan-jalan ke Pasar Lama Tangerang, Kecap Benteng harus dibeli loh. Karena Kecap Benteng akhir-akhir ini menjadi buah tangan yang populer dari Tangerang. Buat dipakai sendiri juga oke, dijamin masakan buatan kamu semakin spesial.

-----

Bagaimana? Menarik bukan pilihan makanan di Pasar Lama Tangerang. Yuk, segera rencanakan jalan-jalan dan kulineran di Kota Tangerang. Seru-seruan bareng ngubek pasar pasti jadi pengalaman yang menyenangkan!

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Tuesday, February 7, 2017



Artikel ini dibuat untuk memenuhi pekan 5 Liga Bloger Indonesia 2017 
dengan tema "Review Peserta"

-----


Semua blog peserta LBI 2017 bisa saya bilang merupakan blog yang berkualitas. Buktinya ya, kalau orang buat blog supaya dapat uang, peserta LBI justru keluar uang buat ditagihin tulisannya tiap minggu. Hahaha, luar biasa bukan komitmen dan dedikasi mereka. Diantara 13 bloger yang sedang bertanding pada pekan ini LBI mewajibkan untuk mengulas minimal 3 profil. Di bawah telah saya pilih blog yang berhasil mencuri perhatian saya. Selamat membaca.

-----



Movielitas dipilih karena menawarkan banyak resensi film. Apabila anda memiliki hobi menonton, maka jangan dilewatkan blog yang satu ini. Saya sendiri jadi punya banyak referensi setelah membaca Movielitas. Selain itu, kehadiran Movielitas di LBI juga menarik, karena tiap pekannya menghadirkan artikel sesuai tema melalui sudut pandang sebuah film.



Blog milik Mas Ardian memiliki tampilan yang paling nyaman untuk dibaca. Ditambah dengan kualitas foto yang luar biasa semakin komplit kenikmatan membaca blog ini. Mas Ardian memiliki fokus tulisan travel dan kuliner di Jogja dan sekitarnya. Dan harus kita akui, Jogja memang tempat paling asik buat jajan dan jalan! 





Blog ini merupakan yang paling awal saya kenal diantara blog peserta lainnya. Maklum, saya kenal Mbak Elisa sudah sekitar beberapa tahun yang lalu. Isinya campur-campur ada review, tips, kuliner, online shop, wah macem-macem deh pokoknya! Berkat kepo Mbak Elisa juga saya jadi tahu tentang LBI. Awalnya tahu adalah tahun kemarin namun karena sudah tengah musim saya jadi baru bisa ikutan tahun ini.


-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:



Tuesday, January 31, 2017


Artikel ini dibuat untuk memenuhi pekan 4 Liga Bloger Indonesia 2017 
dengan tema "Dunia Startup Indonesia"

-----



Startup berbasis teknologi memang sedang hangat dalam beberapa tahun terakhir. Hal tersebut didukung dengan semakin banyaknya investor yang berani menanamkan uangnya pada ide-ide baru dan bisa dibilang unorthodox. Pengguna internet di Indonesia cukup tinggi dalam penetrasi aplikasi baru, sehingga menciptakan suasana startup yang inovatif. Dunia gastronomi pun ikut terasa imbasnya dengan kehadiran startup-startup baru. Tanpa terasa, mungkin kehadiran startup sudah mengubah cara kita dalam mengakses makanan. Berhubung kurang adil kalau hanya mengulas satu startup gastronomi saja, maka saya akan mengulas tiga startup dalam tiga kategori yang berbeda.

-----


gambar diambil dari website zomato


Zomato merupakan startup berbasis restaurants listing dimana user bisa memberikan nilai, berbagi foto dan pengalaman mereka. Selain itu Zomato memiliki fungsi untuk mencari tempat makan yang anda inginkan. Zomato memiliki filter pencarian berdasarkan popularitas, kategori, lokasi, harga dan tipe restoran serta makanan.

Fitur yang paling saya suka dari Zomato adalah filter berdasarkan lokasi. Sehingga kemanapun saya pergi di sekitaran Jakarta, saya bisa merencanakan pergi makan yang sejalan. Selain itu dengan mengecek menu dan komentar pengguna, saya bisa mengatur ekspektasi sebelum pergi. Sejauh ini cukup praktis dalam membantu perencanaan akhir pekan, ataupun untuk mencari makan di hari kerja namun diluar tempat biasa.

-----


gambar diambil dari website go-food


Go-food adalah salah satu fitur dari aplikasi Go-jek dimana pembeli bisa melakukan delivery order untuk banyak tempat makan, bahkan di tempat makan yang tidak menawarkan jasa pesan antar. Go-food memiliki fitur cari rumah makan berdasarkan lokasi, berdasarkan pilihan terbanyak, Go-food juga memiliki fitur explore apabila anda ingin mencari makanan berdasarkan kategori dan fitur bayar menggunakan Go-pay, sebuah fitur uang digital dari Go-jek.

Sama seperti Go-jek, kehadiran Go-food juga sangat mengesankan. Lapar tapi malas gerak? Go-food. Terlalu sibuk sehingga lupa makan siang? Go-food. Tidak sempat buat lauk? Go-food. Ingin makan di rumah makan kesayangan anda tetapi mereka tidak menyediakan jasa pesan antar? Go-food. Bagi pemilik UMKM kuliner, kehadiran Go-food juga membantu mereka untuk memasarkan produk di ranah digital. Tidak perlu armada pesan antar, kini UMKM kuliner bisa memanfaatkan Go-food. Praktis, ringkas, banyak pilihan makanan, anda tinggal melanjutkan kegiatan anda sembari menunggu makanan datang.

-----


gambar diambil dari website cookpad


Cookpad menyimpan berbagai macam resep dari seluruh dunia. Cara menggunakannya simpel saja, cukup masukkan resep makanan yang ingin anda cari atau masukkan bahan masakan yang anda punya dirumah. Selain membaca resep, para pengguna Cookpad juga bisa menulis resep untuk diarsipkan dan dibaca oleh pengguna lain.

Setelah bekerja dan menikah frekuensi saya untuk makan keluar tidak bisa sesering dulu lagi. Terkadang di akhir pekan saya mencoba eksperimen di dapur dengan menggunakan cookpad. Dengan kumpulan resep yang banyak, apabila tidak cocok dengan satu resep, maka masih ada resep lain untuk dicoba yang sesuai dengan ketersediaan bahan di rumah. Istri saya pun menggunakan cookpad untuk memasak lauk sehari-hari, dikarenakan tampilannya yang rapi serta ringan dan simpel untuk digunakan.

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Sunday, January 22, 2017


Artikel ini dibuat untuk memenuhi pekan 3 Liga Bloger Indonesia 2017 
dengan tema "Personal Branding"

-----


Karena kapasitas saya kurang dalam membicarakan personal branding, jadi saya akan mengambil Forbes sebagai sumber. Kebetulan mereka sudah membahas isu personal branding 2017 sebanyak tiga artikel. Dari artikel pertama Forbes mereka mengatakan bahwa teks akan mati, katakan dengan gambar. Berarti platform semacam blogger ini akan terus merosot kepopulerannya. Tapi berkaca dari lagunya The Buggles, Video Killed the Radio Star, ternyata video tidak benar-benar killed the radio star. Mungkin hal yang sama berlaku buat para bloger. Masih dari artikel yang sama, Forbes menyarankan pasanglah foto profil yang ganteng dan bersiaplah menyongsong era video. Sudahkah anda pasang foto profil yang ganteng? Sudahkah anda bersiap menghadapi era video? Sudahkah The Buggles mempersiapkan lagu baru Video Killed the Blogster Star?

Selanjutnya pada artikel kedua Forbes adalah kuasai LinkedIn. Buatlah profil LinkedIn anda sebagaimana sebenarbenarnya anda. Jangan tipu-tipu nanti berat kalau di crosscheck soalnya. Kemudian dari artikel kedua adalah bersiaplah untuk dinilai. Semua kapasitas profesional anda akan dinilai dari portofolio yang anda luncurkan, termasuk profil LinkedIn. Lalu pada artikel ketiga Forbes jadilah pemimpin akar rumput dan jadilah pemimpin yang patut untuk dicontoh. Hmm bagus, ya ya, pada dasarnya memang semua manusia adalah pemimpin (yang akan dimintai pertanggungjawaban).

Semua saran dan prediksi yang diberikan adalah kalimat dari Forbes. Saya hanya menyadur dan mengalihbahasa kemudian menambahkan sedikit komentar, seperti mahasiswa malas yang sedang mengerjakan paper. Jadi bagaimana Bapak, Ibu? Semoga nilai saya dapat A ya.

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:


Monday, January 16, 2017


Artikel ini dibuat untuk memenuhi pekan 2 Liga Bloger Indonesia 2017 
dengan tema "Tren Konten Tahun 2017"

-----


Gambar diambil dari Wikipedia


"We are all gonna be digital junk floating in space"  ucap Anthony Gonzalez, anggota band M83 yang baru saja tahun kemarin manggung di Jakarta dan karyanya diabadikan sebagai soundtrack film The Fault in Our Stars. Kalimat beliau tersebut dikutip dari interview mengenai album baru mereka, Junk, kepada papermag. Membahas konten maka tidak lepas dari membahas sampah digital. Susah untuk memberikan prediksi konten apa yang akan hit atau miss di era digital. Dari setiap satu konten yang viral, pastilah ada banyak konten lain yang tidak menjadi viral. 

Melihat kembali 2016 tentu kita ingat PPAP, damn Daniel, mannequin challenge, om telolet om dan sebagainya. Menariknya apabila tidak viral, maka damn Daniel hanyalah sebuah video kegiatan anak sekolah yang biasa saja. Om telolet om pun rasanya sudah lama dilakukan oleh anak-anak yang tinggal disekitar jalur AKAP, namun berkat dokumentasi digital, om telolet om dilakukan secara kolektif dan massal hingga menjadi viral. Seiring waktu konten viral 2016 akan terlupakan dan muncul konten-konten 2017 mengikuti tren. Kedepannya akan banyak dibutuhkan pengisi konten kreatif yang fleksibel dalam membaca tren, karena di era digital konten bergerak cepat dan kemudian menjadi sampah digital mengambang di angkasa.

-----



Berikut Mungkin 2017 menurut saya, platform per platform dan kaitannya dengan pelaku gastronomi:

Whatsapp: Penyalur konten terbesar whatsapp masih akan dipegang oleh grup sebelah. Benar atau tidaknya berita grup sebelah yo embuh... Penyumbang konten lain sepertinya masih akan didominasi anggota keluarga yang lebih senior kalau di grup keluarga. Kalau di grup kerja maka atasan yang akan menjadi penyalur konten utama. Tema wejangan dan perintah masih akan mendominasi konten kedua grup tersebut.
Untuk Pelaku Gastronomi: Whatsapp merupakan tempat terbaik buat closing the deal. Menawarkan produk barang atau jasa juga cocok di grup-grup WA. Apalagi kalau sudah sampai tahap japri, terus di chat invoice cair. Sedap.

LINE: Penyalur konten update progress game sepertinya akan semakin menurun. Timeline semakin meriah dikarenakan semakin banyak akun dengan tema konten spesifik menggunakan line @. Line juga mengakomodasi promosi akun merek ternama dengan cara-cara yang semakin interaktif. Tapi terkadang satu dua status curhat teman anda juga muncul di timeline. Yang perlu mengintip tren anak muda silahkan kemari.
Untuk Pelaku Gastronomi: Penggunaan akun official di LINE membuat promosi via broadcast menjadi sah, karena anda hanya mengirimkan kepada orang yang menambahkan akun anda. Timeline juga tempat yang tepat untuk menunjukkan foto atau video teaser yang bisa disambungkan dengan tautan.

Facebook: Dulu orang-orang bertanya, apa rasanya kalau punya kemampuan membaca pikiran orang lain. Kemudian facebook datang, banyak yang menyesal bisa mengetahui pikiran orang lain. Konten facebook kini hidup kembali setelah banyak media berita yang mebuat video-video keren. Dilengkapi dengan fitur live, facebook bersaing langsung dengan youtube dan twitter dalam realtime content.
Untuk Pelaku Gastronomi: Facebook tetap memiliki pasar tersendiri, untuk sekarang pengelolaan kontennya tidak mesti seintensif dulu, namun tetap penting untuk menguatkan nilai di ranah digital.

Twitter: Mulai ditinggalkan sejak terlalu banyak konten politik, kini mulai sedikit menggeliat kembali dengan berbagai macam akun baru bertemakan konten keseharian dan komedi. Masih jauh dari kolaps, twitter masih favorit untuk mendapatkan berita terbaru. Twitter juga menguatkan lini realtime video content dengan mengintegrasikan fitur periscope.
Untuk Pelaku Gastronomi: Sama seperti facebook, twitter memiliki pasar tersendiri. Konten terbaik di twitter adalah berita, pemberitahuan serta customer service.

Instagram: Masih ramai, tempat paling enak untuk meninggalkan jejak portofolio gambar. Semakin kuat dengan instagram stories. Fitur tersebut berhasil merebut hati pengguna yang enggan pindah ke snapchat. Di bulan November 2016 lalu pengguna sudah bisa menggunakan instagram live untuk realtime content. Sayangnya konten direct selling seperti peninggi badan, pemancung hidung dan pengurus berat badan belum akan hilang dalam jangka waktu dekat. Konten politik juga mulai menjangkiti, semoga tim instagram aware dan bisa mencegah kepindahan pengguna sebelum terlambat seperti twitter.
Untuk Pelaku Gastronomi: Portofolio wajib bagi semua pelaku usaha maupun jasa di bidang gastronomi. Tempat yang paling cocok untuk unjuk gigi. Paling intensif untuk di update ketimbang platform lain.

Linkedin: Mulai banyak yang sadar kalau linkedin bukan sekedar tempat mencari kerja. Di linkedin makin banyak profesional membagikan pengetahuannya. 2017 diharapkan semakin banyak profesional yang turun ke linkedin untuk membagikan pengalaman dan ilmu agar lebih banyak kolaborasi dan sinergi antar keilmuan. Sepertinya konten hard selling dan fake recruiter juga masih sering berkeliaran muncul di Linkedin 2017 ini.
Untuk Pelaku Gastronomi: Hanya digunakan untuk perusahaan yang mulai berkembang dan mapan. Dari sini anda bisa membagikan identitas perusahaan. Bisa untuk mencari pegawai baru sekaligus branding pegawai yang sudah ada. Cari-cari mitra untuk proyekan juga bisa.

Youtube: Ungkapan youtube lebih dari TV tidak salah. Kalau dihitung, saya lebih banyak menghabiskan waktu di depan youtube daripada di depan TV. Akhir-akhir ini saya lagi ketagihan belajar geografi dan sejarah di youtube. 2017 semoga semakin banyak konten video-video tutorial dan ilmu pengetahuan dari local creator!
Untuk Pelaku Gastronomi: Banyak yang bisa dibuat dengan video, mulai dari review, berbagi resep, memamerkan produk dan banyak lagi. Mulailah berlatih produksi content video untuk membesarkan usaha atau jasa anda, karena kedepannya akan semakin banyak orang yang beralih mencari hiburan ke youtube!

Blog/Website: Konten buzzfeed style masih akan terus ramai. Namun blog pribadi atau forum tetap menjadi pilihan alternatif pengetahuan. Biasanya konten dalam blog atau website tidak akan terlalu campur-campur kecuali media besar atau blog pribadi.
Untuk Pelaku Gastronomi: Walaupun sulit untuk menghitung konversi dari website ke penjualan, tapi website/blog pribadi merupakan hal dasar yang harus dimiliki sebagai info dasar kepada calon customer.

-----


Apaan sih ini artikel ngalor ngidul, sok tau banget nih orang.

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Sunday, January 15, 2017



Terkadang sulit untuk memilih tempat makan yang cocok bagi semua anggota keluarga karena selera makan yang berbeda-beda. Untungnya semua orang di keluarga saya suka mencicipi masakan Thailand. Sudah beberapa kali kami resto Thailand hopping di berbagai macam kota. Terakhir saya sekeluarga pergi makan ke Thai Alley.


Thai Alley mempunyai karakter tempat makan yang unik. Dengan hiasan yang padat serta jarak antar meja yang tidak terlalu jauh membuat perasaan seperti benar-benar makan di sebuah gang di Thailand. Itu baru dari sisi tempat, dari sisi makanan sejauh ini belum pernah kecewa di Thai Alley. Makanan yang disajikan selalu segar dan mereka menggunakan beberapa bahan dari Thailand.


Beberapa menu tidak boleh ketinggalan disini. Untuk pembuka disarankan mencicipi salad, terutama salad mangga/salad pepaya. Salad Thailand cocok untuk dipadukan dengan nasi. Kemudian tom yam. Thai Alley berhasil menyajikan Tom Yam yang balance antara pedas dan asam, belum lagi bahan-bahannya yang segar.


Untuk desert, semuanya enak! Es krim kelapanya lembut sekali dengan potongan toping kacang & jagung. Begitu juga dengan ketan mangganya, boleh tahan. Ketan juga tersedia dengan pilihan duren. Mau pilih yang unik ada juga dessert tape goreng dengan es kelapa. So far based on my experiences, Thai Alley is good!


-----

Thai Alley

Pacific Place/Gandaria City/MKG
(dan beberapa pusat perbelanjaan lain)

Range Harga: 150-300rb/2 orang

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow: