Sunday, August 30, 2015


Saya belum pernah ke IKEA sebelumnya. Baik yang di dalam ataupun luar negeri. Kalau mengintip isinya sih sudah sering ya, ada di beberapa film, terutama 500 days of summer. Film yang bisa bikin cowok-cowok sepakat untuk misuh-misuh ke Zooey Deschanel.

Berkunjung ke IKEA di Alam Sutera merupakan ide Ibu saya yang ingin merenovasi dapurnya. Sebagai anak yang berbakti tentu saja saya tidak menolak. Berkunjung ke IKEA Alam Sutera merupakan pengalaman yang unik. IKEA sangat menjunjung konsep DIY dengan semangat ke-Eropa-annya. Jadi bayangkan sebuah toko Eropa, dengan desain rumah flat/apartemen minimalis yang ukurannya ultra mini tetapi dikunjungi oleh keluarga Asia yang sangat doyan beranak pinak. Luar biasa hiruk pikuknya. Hahahaha.


Well, mari kita skip tokonya dan fokus ke restoran IKEA. Restoran IKEA juga sangat menjunjung menu-menu Swedia. Ada sih satu menu Indonesia, ayam kremes. Tapi yah ngapain juga makan ayam kremes di IKEA? Start menu beratnya mulai dari 35 ribu rupiah. Menu snack, lebih murah.


Makanan yang dipesan dibawa dengan troli tingkat tiga. Semuanya serba DIY, ga ada namanya pesan tunggu di meja. Sampahnya pun jangan lupa untuk dibereskan sendiri. Walaupun masih banyak juga *sigh* orang Indonesia yang ga ngerti konsep seperti ini.


Maincourse yang paling terkenal di restoran IKEA adalh swedish meatball. 10 potong bola daging disajikan dengan kuah gravy, kentang tumbuk dan selai lingonberry. Well, saya sering bercerita salah satu menu unik non-ekstrim yang pernah saya coba adalah butter rice dengan lauk apel di Ukraina. Sekarang bakso selai bisa jadi makanan unik kedua yang lumayan keren untuk portofolio cerita basa-basi lain kali.

Tetapi sebenarnya tidak seburuk itu kok. Bakso Swedia ini enak! kuahnya cocok dengan mash potato. Namun kurang cocok kalau dimakan langsung. Karena asinnya agak flat, ditambah dengan selai lingonberry justru jadi asik gurih asin manis.


Kemudian ada fish & chips. Walaupun kedengarannya lebih british yah ketimbang swedish. Daging ikan breaded dengan kentang, saus tartar dan perasan lemon kalau tidak mau terlalu amis. Terlalu biasa sih yang ini. Tapi cocok buat yang mau main aman.


Menu berat terakhir ada poached salmon dengan kentang tumbuk. Sausnya agak flat, tetapi salmonnya enak sekali. Tidak banyak perubahan yang diberikan ke salmon karena hanya direbus, tapi yah, bukannya makan salmon paling enak memang kalau fresh dan belum ditambahin macem-macem kan?


Dessert saya pesan apple pie. Atau appelkaka kata orang Swedia. Klasik, manis ringan dengan potongan apel yang juicy. Minumannya yang unik saya pesan vitamalt, jus gandum dari Denmark. Rasanya manis dan pahit gandum. Hobi jus gandum ini harus segera dihentikan, walaupun segar dan enak pengalaman hobi berjus gandum ria di Saudi leading saya kena gastritis. Hiks. 

Selain restoran IKEA juga punya bistro persis di depan kasir. Es krim harganya 4k, hot dog dan jus 12k. Wah tau sekali mereka mengambil hati bapak-bapak dan anak-anak yang malas menemani ibu-ibu mengantri membayar belanjaan.

-----

IKEA Alam Sutera

Jalan Jalur Sutera Boulevard No 45

Bola Daging Swedia: 40k
Salmon Rebus Swedia: 75k
Fish & Chips: 70k
Kue Apel Swedia: 25k
Vita Malt: 20k

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Thursday, August 27, 2015


Haduh, udah dari tahun berapa ya Martabak Air Mancur KK ini ada. Udah tua banget lah pokoknya. Dari jaman kecil udah ada. Dari jaman bawa martabak ke rumah gebetan udah ada, sekarang sih kayanya udah ga ada lagi ya mau ngapel bawa martabak. Apalagi kalau dibanding dengan jaman martabak heitz masa kini, uuuh, udah jauh banget ini ada. Dan hebatnya, sampai sekarang, masih ada.


Ga tau ada angin apa, orang tua ajak makan kesana. Saya sih cuma ikut saja. Kami sempat makan dulu di sana sebelum take away martabak. Memang ada beberapa menu makanan selain martabak disana seperti bakso, kwetiaw, mie ayam, gado-gado, somay pempek, dst.

 

Kami pesan bihun ayam, bakso urat dan pempek. Bakso kuah dan pempeknya oke. Rasanya lumayan. Untuk favorit saya memang bakso uratnya karena baksonya kenyal sekali. Jadi puas makannya. Satu porsi bakso urat ada tiga potong bakso.

 

Masuk ke bagian intinya yaitu martabak. Martabak disini memang paling jago lah kalau urusan tekstur. Yang telur luar biasa crispy dan empuk dalamnya, begitu pula dengan yang manis, masih kenyal dan empuk. Lewatlah martabak-martabak asal tren itu. Cuma waktu pesan terakhir saya agak salah sedikit, karena saya pesan keju  pisang meses kacang. Kalau ga pake keju pasti lebih enak lagi! Tapi ini pilihan personal sih. Hehe.

----

Martabak Air Mancur KK

Jalan Jenderal Sudirman No 64

Martabak Keju Pisang Meses Kacang: 63,8k
Martabak Telur Spesial: 52,8k
Bihun Ayam: 16,5k
Bakso Urat: 24,2k
Pempek: 25,3k

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Wednesday, August 26, 2015


Apakah pernah terlintas di kepala kuliner apa saja yang masuk ke dalam Istana Negara? Jika ya, maka untuk Istana Presiden Bogor mereka sudah punya tamu tetap yang rutin berkunjung. Namanya Sate Madura Haji Ismail.


Berlokasi di Taman Kencana, tempatnya strategis bagi para pelancong yang sekaligus ingin belanja di daerah Pajajaran. Tempatnya tidak mencolok, ada di ruko tanpa plang besar. Parkir agak sulit di lokasi ini, karena sering penuh dan terpaksa parkir pinggir jalan. Kalau ingin kemari naik angkot bisa dengan menaiki angkot 03. 


Mudah untuk dimengerti mengapa sate ini menjadi langganan istana. Satu porsi sate ini berisikan sepuluh tusuk sate ayam dengan daging yang gemuk-gemuk dan empuk. Belum lagi tambahan acar dan bawang gorengnya, luar biasa. Bawang goreng dan acar menjadi kunci penting di sini. Karena sate ayam tidak hanya sekedar membuat bumbu kacang yang enak. Bawang dan acar membuat sate semakin enak dan tidak membosankan. Rasanya seperti kurang hanya makan satu porsi. Bagi yang tidak doyan ayam, daging bisa diganti menjadi kambing.


Harganya pun tidak mahal walaupun bisa dibilang kualitas yang disajikan premium. Pegawainya pun ramah dalam melayani, serta dengan rela mau saya ganggu hanya untuk menjawab beberapa pertanyaan karena penasaran. Silahkan mencoba!

-----

Sate Madura Haji Ismail

Jalan Ciremai 
Kios 9-10

Sate Ayam: 18k
Lontong: 3k

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Tuesday, August 25, 2015


Sekarang banyak tempat makan baru yang menarik di Bogor. Setelah googlinga sana-sini, cek internet, akhirnya menemukan nama Kedai Soto Ibu Rahayu. Kebetulan lokasinya juga emang rute lewat tiap hari pulang pergi di Pajajaran sama Jalan Baru. Akhirnya milih ke yang Jalan Baru biar sekalian jajan di Total Buah Segar, walaupun pusatnya yang di Pajajaran.


Ini nih menu-menu di Kedai Soto Ibu Rahayu. Dari foto-fotonya terlihat menggoda semua. Tapi karena sudah tau mau makan apa disini saya pun fokus ke menu spesialnya, soto wagyu. Yup, ga salah baca, daging wagyu. Penasaran kan pastinya daging super mahal ini kalau dikombinasikan ke menu soto.


Tidak lama menunggu, seporsi soto wagyu pun datang. Wah ternyata si wagyu dipisah sama kuahnya. Datang pula perkedel sebagai tambahannya. Ketika dicoba, hmm memang mantap dagingnya. Empuk luar biasa, samar manis dengan gurih bawang. Kuah sotonya sendiri kalau bagi saya agak datar dan masih bisa di improvisasi. Dari penyajiannya jatuhnya lebih mirip makan nasi daging wagyu kuah. Walaupun begitu tidak masalah, masih enak kok sangat terbantu oleh daging.


Cukup puas dalam kunjungan pertama saya ke Kedai Soto Ibu Rahayu. Sepertinya saya akan kembali lagi suatu saat untuk mencicipi menu-menunya yang lain, soalnya soto oseng sama soto rica-rica sepertinya menarik juga!

-----

Kedai Soto Ibu Rahayu

Jalan Sholeh Iskandar
(Komplek Total Buah)

Soto Wagyu: 50k
Nasi Putih: 6k
Perkedel: 3k
-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Sekoteng merupakan minuman jahe hangat dengan isi sekoteng, kacang serta roti, terkadang ditambahkan susu. Tetapi es sekoteng tidak mirip sekoteng versi dingin. Mereka hanya berbagi nama, tetapi tidak berbagi bahan, kecuali tentu saja sekotengnya dengan susu kental manis.


Es sekoteng ini tidak punya nama. Sehingga orang terkadang menyebutnya es sekoteng boper karena lokasinya yang dekat Bogor Permai. Es sekoteng terdiri dari sekoteng (terkadang disebut biji delima), kelapa muda dan alpukat. Sekilas mirip es teler. Porsinya pas untuk personal, tidak terlalu banyak. Selain es sekoteng, mereka juga jual siomay. Saya tidak coba karena masih kenyang dari mencicipi toge goreng.

Dulu tempat ini berdampingan dengan penjual pempek. Terus kemudian menyusul ada penjual soto mie dan laksa Bogor. Sekarang makin penuh dengan kehadiran penjual lain-lain yang semakin beragam. Tempatnya yang di pinggir jalan pun semakin ramai dan mulai berdatangan pula pengamen dan pengemis, siap-siap uang receh.

-----

Es Sekoteng Boper

Jalan Jenderal Sudirman 23A

Es Sekoteng: 12k

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Kalau ditanya, apa sih makanan khas Bogor? Nama toge goreng pasti langsung muncul melintas di pikiran. Ada beberapa pedagang toge goreng yang cukup ternama di Bogor. Mempertimbangkan kemudahan tempat, saya pilih pergi ke Ibu Hj Omah untuk mencicipi makanan yang sudah lama sekali tidak saya cicipi karena kuliah di luar kota.


Walaupun namanya toge goreng, bahan-bahan toge goreng justru tidak digoreng. Melainkan di rebus. Komponen utamanya adalah mie kuing, tahu iris kecil dan tentu saja, toge. Ketiga bahan utama tersebut kemudian disiram dengan kecap dan tauco. Rasanya gurih asam dengan samar manis dari kecap. Nikmat sekali. Dari terakhir saya datang kemari tidak ada perubahan rasa, masih konsisten


Berlokasi di dekat Bogor Permai di Jalan Sudirman Bogor membuat tempatnya mudah dicari bagi wisatawan yang ingin mampir berkunjung. Walaupun sudah lama berjualan tempatnya masih sederhana di pojokan jalan. Setiap porsi toge goreng sudah termasuk minum teh hangat gratis.

-----

Toge Goreng Ibu Hj Omah

Jalan Jenderal Sudirman 23A

Toge Goreng: 15k
Kerupuk: 3k

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:


Thursday, August 20, 2015


Ada banyak pastinya yang jual pempek di Bogor. Dulu langganan saya ada di daerah Bondongan. Terus ada juga di daerah Bangbarung. Tetapi pempek Andiss sekarang menyodok masuk ke top 3 favorit pempek saya di Bogor.


Yang membuat Pempek Andiss menjadi mantap adalah harganya. Termasuk murah di kelasnya. Mulai dari 3500/pc. Pilihannya pun lengkap, ada adaan, lenjer, kulit, keriting, telur dan tentu saja kapal selam. Ada juga tunu dan pistel tapi harus pesan khusus dulu sebelumnya.


Ini nih pempeknya. Empat buah ini cuma tujuh belas ribu. Cemil sore yang mantap. Boleh dicoba yang tinggal di Bogor!

-----

Pempek Andiss

Jalan Pandu Raya No 197

Adaan: 4,5k
Lenjer: 4,5k
Keriting: 4,5k
Telur: 4,5k
Kulit: 3,5k
Kapal Selam: 15k

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:


Wednesday, August 5, 2015


Bogor tiba-tiba booming tempat hangout. Saking banyaknya saya pun berkonsultasi terlebih dahulu dengan seorang teman SMA saya. Dan akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Monarchy Bistro. Konon katanya dulu kalau mau ketempat ini harus reservasi dulu atau waiting list menunggu lama. Untungnya ketika kami kesana masih dapat tempat. Dan memang tampaknya tempat ini laris sekali.


Awalnya saya bingung mau pesan apa, karena banyak yang menarik. Akhirnya saya putuskan untuk pesan heart attack burger. Sesuai dengan namanya burger ini memang mengejutkan. Besar sekali porsinya. Isinya pun macam-macam. Dari daging, beef bacon, telur, sayuran, onion ring. Belum lagi dengan kentangnya. Sungguh padat. Perlu waktu satu jam untuk menghabiskan seluruh burger ini.


Selain itu pasta salmonnya boleh tahan. Pasta creamy al dente dengann potongan tunanya enak sekali. Ditambah dua garlic bread. Porsi sedang untuk makan siang.


Minumnya saya pesan punch segar ini, lupa namanya. Isinya soda, teh dengan sirup dan buah-buahan. Oreo frappnya juga boleh coba.


 Tempatnya yang nyaman, ditambah playlistnya yang seru dan tidak terlalu kencang membuat tempat ini menjadi asik buat ngobrol-ngobrol dalam waktu panjang.

-----

Monarchy Bistro

Jalan Pajajaran V No 37

Range Makanan: 25-100k
Range Minuman: 15-30k

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Tuesday, August 4, 2015


Mengejutkan. Tiba-tiba saya punya tetangga restoran Sunda. Besar pula restorannya. Karena kaget pulang-pulang nemuin ginian yaudah sekalian silaturahmi deh kesana.


Tempatnya asik banget, semi indoor. Ada duduk ada lesehan. Tiga tingkat semilir angin semua. Ga panas walaupun ga ac-an.


Menu-menunya udah jelas, sundaan. Yang saya rekomendasiin buat nasinya coba pakai nasi jambal. Mantep ini gurih-gurih asoy. Kalau mau nasi timbel atau nasi putih biasa juga ada.


Menu pembuka sempet coba rujak pengantin. Walaupun yang ini lebih ke arah Betawi tapi mantep juga. Bahannya fresh, renyah. Kuahnya juga asem-asem kental pas.


Snack coba pesan bakwan jagung. Bukan sembarang bakwan ini, pake oncom, jadi lebih nendang isinya. Direkomendasikan!


Main course sempet coba ikan menari. Sayang cuma ikan goreng kering biasa dengan sambal kecap. Kurang spesial.


Untuk yang unik, daun ginseng cah sapi ini mantap. Gurihnya memiliki rasa sensasi pahit-pahit nikmat tersendiri.


Minumannya yang direkomendasikan es pala mangga. Segar sekali, manis-manis asam sekaligus ada pedasnya pala yang greget.

Penutup, brownies sundae. Walaupun bule, ternyata enak juga! Browniesnya padat dengan isian kacang dan kismis. Semakin lembut dengan krim dan es krim plus semakin manis dengan saus coklat.


Leuit Ageung memang sedikit mahal. Namun untuk rasa boleh dicoba, terutama tempatnya yang sangat nyaman untuk makan keluarga.

-----

Leuit Agueng

Taman Yasmin Sektor 4 (Seberang Kantor Pemasaran)

Range Harga: 10-90k

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:


Monday, August 3, 2015


Walaupun ngantrinya gila-gilaan banget waktu lebaran H+2 tapi nasi jamblang bu nur ini memang direkomendasikan sekali wahai para pembaca. Baru datang saja mencari parkirnya susah, sudah seperti mencari parkir di mall-mall di Jakarta. Terus baru masuk gedungnya, antriannya sudah mengular sampai pintu masuk. Tapi karena sudah sampai Cirebon, saya kuatkan hati dan mental untuk mengantri.

Jadi sebenarnya apa sih nasi jamblang itu? Nama Jamblang sendiri datang dari daerah Jamblang di Cirebon. Nasinya dibungkus daun jati. Ceritanya kalau nasi dibungkus daun jati bisa bertahan lama, karena nasi Jamblang biasa dibawa sebagai bekal para pekerja jaman dahulu. Porsinya perbungkus kecil, tapi sedikit lebih besar daripada nasi kucing. Untuk ukuran saya sekitar 3-5 bungkus lah baru kenyang. 


Pilihan lauknya buanyak buanget. Dari sate-satean, semu-semuran, pepes-pepesan, daging sapi, udang, ikan, kerang, tahu, tempe, dsb. Range harganya beragam mulai dari yang paling murah, perkedel cuma seribu. Sampai cumi yang harganya delapan belas ribu.


Saya pilih pakai tahu, sate udang dan ikan tuna. Kena dua puluh empat ribu. Mahal di udang, tapi semuanya enak! Terbayar sudah peruangan ngantri demi mencicipi nasi jamblang. Terutama sambelnya yang pedas manis, wuih doyan banget deh saya, bisa nambah nambah.


Selain nasi jamblang, Ibu Nur juga punya menu khas Cirebon lain yaitu empal gentong. Empal dimasak di dalam gentong dengan kuah soto bersantan. Nah ini juga enak buat penggemar daging, gurih pula rasanya. Destinasi Ibu Nur hukumnya wajib kalau ke Cirebon!

-----

Nasi Jamblang & Empal Gentong Ibu Nur

Jalan Cangkring II No 45

Empal Gentong: 20k
Lauk Nasi Jamblang: 1-18k

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Sunday, August 2, 2015


Pemberhentian pertama saya di Cirebon adalah nasi lengko. Konon katanya nasi lengko merupakan makanan khas Cirebon. Sebelumnya saya tanpa riset dalam mencari tempat makan ini. Saya mencari yang termudah saja karena lokasi Ang Andi tepat berada di seberang Grage Mall.


Ketika nasi lengko tiba di meja saya langsung bergumam, wah sehat sekali ini. Karena tanpa daging. Aman pula kalau mengajak teman yang vegetarian. Katanya ada juga nasi lengko yang disajikan dengan sate, tapi karena masih ingin lanjut ke tempat lain jadi saya icip nasi lengko saja tanpa sate sebagai bentuk tummy management. Yang paling terasa adalah nasi ini kriuk-kriuk sekali pakai tauge dan timun segar ditambah tahu dan tempe goreng. Kesegaran dan kematangan menggoreng adalah kunci, karena kalau isian nasi ini lembek pasti kurang mantap. Bumbunya pun sederhana, hanya bumbu kacang saja sedikit, mirip seperti bumbu pecel.


Masih dari katanya lagi, nasi lengko bukan murni monopoli Cirebon punya. Tetapi terkenal juga di daerah pantura seperti Indramayu, Tegal & Brebes. Yang jelas kalau kamu ke Cirebon, nasi lengkon Ang Andi ini jangan sampai dilewatin!

-----

Nasi Lengko Ang Andi

Jalan Dokter Cipto Mangunkusumo, Kesambi

Nasi Lengko: 10k

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow: