Monday, August 3, 2015


Walaupun ngantrinya gila-gilaan banget waktu lebaran H+2 tapi nasi jamblang bu nur ini memang direkomendasikan sekali wahai para pembaca. Baru datang saja mencari parkirnya susah, sudah seperti mencari parkir di mall-mall di Jakarta. Terus baru masuk gedungnya, antriannya sudah mengular sampai pintu masuk. Tapi karena sudah sampai Cirebon, saya kuatkan hati dan mental untuk mengantri.

Jadi sebenarnya apa sih nasi jamblang itu? Nama Jamblang sendiri datang dari daerah Jamblang di Cirebon. Nasinya dibungkus daun jati. Ceritanya kalau nasi dibungkus daun jati bisa bertahan lama, karena nasi Jamblang biasa dibawa sebagai bekal para pekerja jaman dahulu. Porsinya perbungkus kecil, tapi sedikit lebih besar daripada nasi kucing. Untuk ukuran saya sekitar 3-5 bungkus lah baru kenyang. 


Pilihan lauknya buanyak buanget. Dari sate-satean, semu-semuran, pepes-pepesan, daging sapi, udang, ikan, kerang, tahu, tempe, dsb. Range harganya beragam mulai dari yang paling murah, perkedel cuma seribu. Sampai cumi yang harganya delapan belas ribu.


Saya pilih pakai tahu, sate udang dan ikan tuna. Kena dua puluh empat ribu. Mahal di udang, tapi semuanya enak! Terbayar sudah peruangan ngantri demi mencicipi nasi jamblang. Terutama sambelnya yang pedas manis, wuih doyan banget deh saya, bisa nambah nambah.


Selain nasi jamblang, Ibu Nur juga punya menu khas Cirebon lain yaitu empal gentong. Empal dimasak di dalam gentong dengan kuah soto bersantan. Nah ini juga enak buat penggemar daging, gurih pula rasanya. Destinasi Ibu Nur hukumnya wajib kalau ke Cirebon!

-----

Nasi Jamblang & Empal Gentong Ibu Nur

Jalan Cangkring II No 45

Empal Gentong: 20k
Lauk Nasi Jamblang: 1-18k

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

0 komentar:

Post a Comment