5/14/2018

Kuching: Lepau

0 komentar

Malam terakhir di Kuching saya menyempatkan diri untuk pergi ke Lepau rekomendasi dari abang saya. Lepau sendiri artinya adalah rumah dalam bahasa Dayak Kayan dan saya bisa memastikan bahwa Lepau memang rumah dari masakan-masakan tradisional Dayak. Semua menu di Lepau adalah khas rumahan. Tidak hanya menu, detail pada Lepau juga menegaskan kekuatan tema mereka yaitu Dayak. Jika berkunjung kesana maka akan disambut oleh ornamen etnik yang menarik sekaligus diiringi alunan sape (gitar Borneo) yang dimainkan secara langsung. Lepau sendiri dijalankan oleh orang-orang lokal yang ramah, mereka menggunakan topi yang khas ketika melayani sekaligus mereka masih menjalankan tradisi rajahan tato yang penuh makna.  


Untuk makanannya, saya rasa Lepau wajib dikunjungi di Kuching jika memang mencari makanan yang otentik Borneo. Karena set menu makanan Dayak jauh berbeda dengan Malaysia semenanjung. Di Lepau saya memesan sayur midin, manok pansoh ayam pansuh dan ikan masak cili pedas.


Nasi bungkus adalah salah satu kebanggaan mereka. Nasi mereka khas karena merupakan nasi merah dibungkus dengan daun pisang. Nasi menjadi wangi, lembut dan berkarakter agak basah. Oh ya nasi ini adalah standar nasi mereka, kalau pesan nasi bakal keluar ini bukan nasi putih.


Kemudian saya pesan Urok Sapun Kayan, atau sayur campur kayan. Isinya ada sayur midin (paku), okra, timun yang dimasak dengan bumbu belacan. Rasanya segar, gurih serta pedas tipis tipis. Tentunya kurang lengkap kalau makan tanpa sayur.


Manok Pansoh atau ayam pansuh, kuliner ini merupakan khas Dayak Iban dan Bidayuh. Pansuh sendiri merupakan gaya bakar yang dimana daging dimasukkan kedalam batang bambu kemudian dimasak dengan api kecil. Hasilnya luar biasa, selain wangi karena dimasak dengan berbagai macam bumbu, ternyata teksturnya bisa sangat empuk sekali. Saking empuknya mungkin bisa dibilang lunak, digoyang sedikit saja langsung copot dari tulang, sehingga bisa dimakan pakai sendok atau garpu tanpa usaha mengeluarkan tenaga. Sedap sekali, sebuah kesenangan bisa memakan ayam pansuh.


Selanjutnya Masik Nyasah Tegang atau deep fried fish. Di Lepau ikannya bisa pilih bermacam-macam. Waktu itu kami pilih ikan siakap. Untuk ikan ini dimasak kering kemudian dibumbui manis pedas. Satu porsi ikan bisa dimakan untuk sekitar 4-5 orang.

Ada rasa kepuasan sendiri setelah pergi ke Lepau, karena tempat ini berhasil membuat saya jatuh cinta dengan kuliner Dayak. Jikalau ada kesempatan pergi ke Kuching lagi maka saya tidak ragu untuk pergi ke Lepau lagi. Sebuah pengalaman yang sangat menyenangkan.

-----

Lepau
Jalan Ban Hock 395
Kuching, Sarawak, Malaysia

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:



Read full post »

5/13/2018

Kuching: Topspot

0 komentar

Setiap cari tempat makan di Kuching pakai Google pasti Topspot keluar. Sebenarnya saya sendiri tidak tahu harus pasang ekspektasi apa sebelum datang ke hotspot, jadi ya go show saja. Ternyata setelah tiba disana baru tahu kalau ternyata Topspot adalah foodcourt untuk makan seafood. Erm, eh, yaaahh... tentunya kurang seru ya makan seafood, karena di Indonesia banyak yang jago buat. Untungnya saya menemukan satu gerai yang menjual makanan tradisional Sarawak.


Di gerai ini menunya cuma dua umai dan pansuh. Waktu saya tanya umai itu apa mereka bilang seperti salad, walau kenyataannya bukan mirip salad sih, tapi campuran ikan dilumat dengan cabe dan bawang pakai perasan jeruk serta bumbu dapur. Kalau pansuh adalah daging ayam yang dimasaknya dengan cara dibakar didalam batang bambu.


Umai adalah makanan yang cocok bagi penggemar lauk segar. Bayangkan, semua bahannya fresh ga ada yang dimasak. Cabe dan bawang langsung dirajang, bumbu langsung ditabur, ikan langsung dilumat dicampur begitu saja dengan tambahan perasan jeruk. Segar dan pedas!


Seporsi umai bisa dimakan untuk beramai-ramai. Oh ya walaupun biasanya ikan saya pesan umai obor-obor (ubur-ubur). Sensasinya greget banget, kennyal-kenyal seger. Biasanya sih dimakan pakai nasi tapi mereka juga ga jual nasi yang dimana saya terpaksa cari karbonya pakai ketupat di tempat orang jualan sate kajang.


Ya, sate kajang. Sate yang dengan bumbunya pisah. Bedanya dengan di Indonesia adalah sate dijual pertusuk, dan boleh pilih dagingnya. Ada daging ayam, sapi dan kambing. Ada sate siomay juga sih, agak beda memang sate mereka huehehe.


Jadilah ini sebagai set makan malam saya beramai-ramai bersama keluarga. Set sate kajang dengan bumbunya yang dipisah bersama umai obor-obor. Walaupun bukan pasangannya tapi tetap seru bisa mencicipi makanan khas Sarawak. Umai bagi saya adalah hidden gem Malaysia yang jarang tersebut.

-----

Topspot
Jalan Padungan 93100
Umai & Pansuh: 10-20 MYR
Aneka Sate & Ketupat: 1-4 MYR

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Read full post »

5/12/2018

Kuching: Kuehpedia

0 komentar

Sore itu tadinya saya mau jalan kaki dari hotel menyebrangi Sarawak River ke Fort Margherita, sayangnya cuaca punya kehendak lain. Hujan membuat hal tersebut mustahil. Terpaksa menjalankan plan B, yaitu pergi ke Kuehpedia yang direkomendasikan oleh salah satu driver Grab yang saya tumpangi disana. Menurut dia tempat ini merupakan salah satu tempat yang sedang naik daun di kalangan anak muda untuk mencicipi kue.

Kuehpedia berlokasi di pusat kota Kuching. Menempati sebuah ruko, Kuehpedia menyediakan tempat duduk terbatas. Namun keterbatasan tempat duduknya itulah yang justru membuat cafe ini terasa hangat. Biasanya yang terkenal dari Kuching adalah kek lapis mereka, namun karena tidak bisa dibeli secara slice maka saya coba cupcake mereka dengan rasa khas lokal.

cupcake gulapong

Yang pertama saya coba cupcake gulapong. Jika menemukan kata gulapong di Kuching maka itu artinya adalah gula apong yang berarti gula nipah (gula merah). Kata gulapong sering muncul di Kuching menjadi rasa dari berbagai macam makanan. Cupcake gulapong di Kuehpedia terasa nikmat, wangi pandan dengan manis tipis dari gula serta parutan kelapa dan tambahan krimnya sungguh memanjakan lidah.


Kedua saya coba cupcake anchovies (ikan bilis/teri). Terdengar sangat ekstrim ya ada ikan teri sebagai topping kue? Tapi rasanya enak kok! Cupcakenya sendiri rasa pisang dengan krim diatasnya. Jika pada gulapong tekstur diperkaya dengan parutan kelapa disinilah fungsi ikan teri, untuk memperkaya tekstur karena jadinya renyah. Dan tidak cuma tekstur tapi rasa gurihnya teri menambah unik percampuran dengan manis pisang.


Sejujurnya saya jarang singgah-singgah ke cafe kalau sedang melakukan liburan.  Tetapi sore itu di Kuehpedia membuat saya berpikir ulang, mungkin nanti jika jalan-jalan lagi maka bolehlah untuk menyinggahi cafe lokal yang menyajikan menu khas kontemporer. Oh iya, kalau anda berencana berkunjung ke Kuching maka saya sarankan untuk singgah duduk di Kuehpedia jika ada waktu luang untuk santai.

-----

Kuehpedia
Wayang Street No 7
Range Harga: 5-30MYR

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:


Read full post »

Kuching: Sarawak Delight

0 komentar

Sebagai penggemar laksa maka kesempatan mencicipi laksa Sarawak tidak boleh saya lewatkan. Laksa Sarawak merupakan satu dari belasan jenis laksa di Malaysia dan satu dari puluhan jenis laksa di Asean. Saya mencoba laksa Sarawak di sebuah gerai di pujasera Mydin Petra Jaya. Gerainya bernama Sarawak Delight. 


Selain Laksa, Sarawak Delight juga jual aneka olahan mie lain. Ada mie ayam jamur, ada mie ayam barbekyu dan mie goreng ala mamak. Ada juga mie goreng, mie tomat dan mie Kanton yang jenis mie-nya bisa dipilih mau yang biasa atau kwetiaw atau bihun. Selain pesan laksa saya juga pesan mie goreng mamak mereka titipan bokap.


Begitulah penampakan laksa Sarawak. Sekilas tidak jauh perbedaannya dengan laksa lain di Malaysia, begitupun dengan isiannya. Di dalamnya terdapat, udang, telur, tahu, taoge. Kuahnya bersantan dengan bumbu bawang, lengkuas, serai dan lain-lain. Perbedaan signifikan laksa Sarawak bagi saya ada di sambalnya. Sambalnya adalah sambal belacan bilis sambal kasturi! Ini sambal yang rasanya khas Borneo sekali. Sambalnya membuat perbedaan yang signifikan dan mantap. 


Untuk mie mamak pasti sudah tahu kan rasanya? Di Sarawak Delight mereka menggunakan tambahan tomat dalam bumbu dan rasanya lebih manis. Jadi lebih kuat untuk rasa manisnya namun tetap enak dan layak dicoba. Banyak juga isiannya.

-----

Sarawak Delight
Mydin Petra Jaya
Range Harga: 4.50-7MYR / orang

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Read full post »

5/11/2018

Kuching: Nasi Kandar Line Q

0 komentar

Nasi kandar memang bukan top of mind kalau bertandang ke Malaysia Timur. Tapi karena sedang berkunjung ke Malaysia dan rindu jadi yaaa tancap saja.... Kebetulan kami habis berbelanja di Mydin Petra Jaya dan disana terdapat nasi kandar Line Q.


Buat yang belum tahu apa itu nasi kandar, jadi gini... nasi kandar itu nasinya orang India Muslim yang merantau ke Penang. Biasanya mereka adalah keturunan Tamil. Lauk nasi kandar bisa bermaca-macam, tetapi ciri paling utamanya adalah penggunaan kuah lauk yang banyaaakk. Bahkan satu piring bisa gabungan dari tiga sampai empat kuah lauk. Kuahnya ini penting banget, karena enak-enak dan rasa rempahnya kuat. Bagi penggemar kari atau makanan berkuah rempah jangan dilewatin deh kesempatan makan nasi kandar.


Lauk yang saya pakai di Line Q adalah ayam goreng. Harganya sekitar empat ringgit. Rasanya enak dan sesuai ekspektasi. Cukup untuk mengobati rasa rindu. Untuk masalah harga, di Line Q 15-20 ringgit cukup untuk makan berdua.


Minumnya? Yaaa standar saja, teh tarik dan milo. Kurang lengkap kalau ke Malaysia ga minum mereka berdua. Milo Malaysia rasanya lebih bold dan manis, teh tarik Malaysia juga walaupun thick tapi refreshing.

-----

Nasi Kandar Line Q
Tersedia di setiap pujasera Mydin
Range harga: 15/20 MYR for 2

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Read full post »

5/10/2018

Kuching: Siburan Jaya

0 komentar

Siburan Jaya ini bukan rumah makan sebenarnya, tapi tempat oleh-oleh yang super lengkap, termasuk oleh-oleh makanan. Dari banyak tempat oleh-oleh di Kuching, saya merekomendasikan yang ini jika kamu bingung mau masuk toko yang mana. Kalau di Indonesia, Siburan ini bisa disamakan dengan Mirota, kaos, kain, alat musik, aksesoris, suvenir, pecah belah, alat musik, patung, kerajinan kayu semuanya ada.

Selain lengkap alasan lainnya adalah kalau dibandingkan dengan toko lain, Siburan punya harga yang cukup fair. Barang-barangnya tidak mahal jika dibandingkan tempat lain, namun juga tidak murahan. Model-model kain dan kausnya saya lihat lebih baik daripada beberapa toko yang saya kunjungi. Belum lagi layout tokonya yang mudah serta staffnya yang ramah membuat betah untuk menambah oleh-oleh ke keranjang.


Tentunya kalau oleh-oleh bukan makanan tidak perlu dibahas yaaa. Jadi kita bahas yang bisa dimakan aja. Oleh-oleh unik Sarawak yang saya temukan di Siburan Jaya adalah aneka jelly merk Borneo Spice dari bahan-bahan yang beda. Ada jelly pasak bumi (tongkat ali), pegagan, lengkuas, rosella, jahe dan serai. Saya sempat coba testernya, rasanya manis-manis lucu gitu ya jarang-jarang jelly rasa herba, hahaha. Selain itu mereka juga jual ikan bilis bungkusan dan lada. Konon katanya lada Sarawak adalah lada yang berkualitas tinggi. Mungkin buat kita agak aneh ya beli oleh-oleh lada, tapi saya lihat ada sih yang beli orang barat, hehehe.


Ngomong-ngomong tentang lada, di Siburan jual tebaloi dengan rasa lada Sarawak merk Borneo Spice juga. Apa tuh tebaloi? Jadi tebaloi ini adalah kue sagu tradisional khas Dayak Melanau. Saya beli tiga bungkus, ada rasa lada, kelapa dan original. Yang paling berkesan ya rasa lada ini. Karena ga cuma manis, tapi juga jadi sedikit spicy. Tebaloi ini cocok banget buat sarapan atau sore-sore sambil minum teh. Kalau pecinta kue kering jangan sampai deh ninggalin Kuching ga beli tebaloi, karena ini oleh-oleh asli tradisional mereka.

-----

Siburan Jaya
Main Bazaar Street, Kuching
Tebaloi: 10MYR/pack
Jelly: 4MYR/pack

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:
Read full post »

5/09/2018

Kuching: Kek Lapis Sarawak

0 komentar

Tester Mira Cake House

Kek Lapis Sarawak adalah oleh-oleh yang sangat populer. Kamu bisa bertemu dengan kek lapis Sarawak di mana saja, di Mall, Waterfront Bazaar, Mydin, pinggir jalan, banyak sekali yang jual. Umumnya harganya adalah 10MYR (35.000 IDR) per bungkus. Kek lapis Sarawak ciri khasnya adalah bermotif cantik dan berwarna-warni. Salah satu merek kek lapis Sarawak yang paling populer adalah Mira Cake House. Rasa dari kek lapis sendiri ada bermacam-macam dan cukup kekinian pilihannya, ada horlicks, greentea, cadbury, nutella, dll. Saya sempat icip beberapa tester di Mira Cake House, enak sih... tapi mwanwis bwangwet, kalau makan sedikit okelah, tapi kalau banyak saya ga kuat.


Passionate Baker

Setelah bertukar informasi dengan kompatriot yang bekerja di Kuching, saya mendapatkan info bahwa kek lapis Sarawak yang paling elit adalah Passionate Baker. Memang namanya tidak seterkenal Mira Cake House, namun konon katanya tidak tanggung tanggung merek ini adalah langganan para Datin-Datin. Luar biasa, sebuah iming-iming yang sangat aduhai mantap. Saya juga ingin dong beli merek yang bergaya. Huehehehehe.


Kek Lapis Sarawak Passionate Baker

Harga yang diajukan Passionate Baker jauh lebih mahal dari harga rata-rata. Sekitar 60MYR (215.000 IDR) per bungkusnya. Saya beli dua, horlick cheese & cadbury. Memang secara tekstur ada perbedaan dengan kek lapis Sarawak biasa, yaitu kalau yang cadbury ada chunky potongan coklatnya sementara yang horlick rasanya gurih cheesy dengan tekstur yang lebih oaty. Selain perbedaan, Passionate Baker dan Mira Cake House punya sebuah kesamaan juga dilidah saya, sama-sama harus dimoderasi jumlah makannya.

-----

Mira Cake House
Basically everywhere in Kuching
Kek Lapis Sarawak starts from 10 MYR

-----

Passionate Baker
Taman Matang Jaya Kuching
Kek Lapis Sarawak starts from 50 MYR

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Read full post »

Kuching: Waterfront Bazaar

0 komentar

Waterfront bazaar adalah pasar malam di Kuching yang berada di pinggir sungai Sarawak. Ada banyak makanan disini dan toko oleh-oleh di jalan seberangnya waterfront bazaar. Area ini merupakan salah satu area yang ramai dilewati oleh turis. Banyak yang sekedar pergi untuk makan, berfoto di depan gedung parlemen Sarawak atau menyebrang jembatan untuk berjalan ke Fort Margherita.

Melihat sungai Sarawak yang rapih dan cantik, saya memaksa istri untuk stay lebih lama duduk di depan sungai sambil ngobrol. Sebuah kebiasaan yang muncul akibat dulu berkunjung ke Laos, setiap akhir pekan berkumpul sama teman-teman melihat sunset di sungai Mekong. Duduk di depan sungai Sarawak bukanlah kegiatan yang aneh, banyak juga turis yang berhenti duduk dan mengobrol di tepian sungai bahkan hingga larut malam.


Tentunya duduk dan mengobrol saja kurang seru jika tidak diiringi cemilan. Saya dan istri pun beranjak ke penjaja aneka gorengan dan sate. Kami memesan kerupuk lekor (bagian kanan foto). Kerupuk lekor adalah kerupuk ikan yang digoreng kering, biasa dimakan dengan sambal. Aslinya datang dari semenanjung Malaya. Buat saya kerupuk lekor adalah salah satu makanan kenangan, selalu teringat dulu Istri mengajak beli kerupuk Lekor pertama kali di pasar malam Sintok Kedah waktu saya pertama kali mengunjungi mertua. Pengalaman yang tidak terlupakan. :))


Di sebelah penjaja kerupuk lekor ternyata ada yang berjualan ais kepal. Luar biasa ya, tren yang berasal dari Semenanjung Malaya ini hadir juga di Borneo (dan Indonesia). Ini menandakan bahwa kita memang serumpun dan sharing culture. Karena waktu di Indonesia belum pernah nyoba, jadi saya penasaran juga. Tapi yang horlicks dong, masak yang milo... kalau yang milo mah di deket rumah juga ada!


Horlicks adalah merek susu gandum berenergi yang populer di Malaysia. Sebenarnya kalau diseduh saya kurang suka, tapi ternyata dijadikan es kepal justru malah enak! Manisnya pas. Nah di Ais Kepal Amanda ini si es kepal dicampur sama topping meses kacang dan cornflakes. Sambil ngobrol ternyata abis juga esnya, enak sih.

-----

Kuching Waterfront Bazaar

Ais Horlicks/Milo Large: 6 MYR
Keropok Lekor: 1 MYR/3 pcs

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Read full post »

5/08/2018

Jajanan Acak Selama di Kuching

0 komentar

Berikut adalah jajanan-jajanan yang saya lihat dan beli selama di Kuching sekaligus komentar yang tidak berfaedah dibawah gambar.


di hotel kagak dikasih sarapan, beli roti seringgit rasanya mayan lah


mamee, you're not anak mas but you're a great substitute, and i always beli you setiap pulang dari malaysie. plz buat rasa karipap not limited edition lah... 


mamee, you're not indomie master race, but your cup noodle is better than maggi


kiamboi murah, merakyat dan tersedia secara luas di indonesia hanyalah mimpi


i dengar ais kepal milo dan ais batang milo sudah masuk indonesia aah?
 good, but you guys still didn't have ais cawan milo dan ais kon milo


pringles menjadi keras dan berat merasa dirinya tortilla, dan pocky mangga nampak innocent padahal rasanya sama kayak bumbu mango sticky rice chitato


coca-cola vanila juga perlu masuk indonesia, sama fanta rasa susu kental manis buat pengganti soda gembira express


buset bunting, syapa yang berbuat neh? tanggung jawab lah...


hot, creamy and fluffy... semua minimarket tolong setok mesin kaya gini. enak tau ngemil mashed potato sama gravy!!!!

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Read full post »

Pontianak: Pondok Ale-Ale

0 komentar

Malam terakhir di Pontianak beriringan dengan hujan lebat, tetapi tidak menyurutkan niat untuk mencoba makanan khas lokal. Malam itu saya pergi ke Pondok Ale-Ale, mereka menyajikan makanan khas dari berbagai penjuru Kalimantan Barat. Buat saya kunjungan ini penting untuk mengetahui makanan rumahan apa saja yang biasanya disantap oleh orang-orang di Kalimantan Barat.

Yang direkomendasikan pertama adalah ikan senangin dimasak asam pedas. Ada dua jenis asam pedas yang ditawarkan oleh pondok ale-ale yaitu gaya Ketapang atau Pontianak. Saya memilih masak Pontianak karena rasanya yang segar, sementara Ketapang cenderung lebih pedas. Sekilas rasanya mirip lempah laut, namun dengan kuah yang lebih kental. Ikan yang disajikan besar sekali, beratnya sekitar satu kilo, cukup untuk porsi makan lima orang.


Sajian lain yang kami santap waktu itu adalah tumis batang keladi. Ternyata bukan hanya keladinya saja yang dimakan di Pontianak, tapi batangnya juga bisa dimakan! Ketika menemukan ini rasanya senang sekali, unik. Saya pikir awalnya batang keladi keras namun bisa juga jadi lembut sebagai pelengkap untuk makan nasi. 


Ada satu menu sayur lagi yang tidak kalah unik saya coba di Pondok Ale-Ale, yaitu pakis hotplate! Di Pontianak, pakis memang menjadi santapan sayur yang umum. Di sini pakis dikreasikan menjadi hotplate dengan isian seafood.


Terakhir saya mencoba pacri nanas. Sebelumnya setahu saya makanan ini adalah khas Aceh dan Kepulauan Riau namun sepertinya Melayu Pontianak juga mengenal Pacri. Pacri adalah kuah berempah melumuri buah nanas. Rasanya? Enak dan kaya sekali, manis, asam, pedas, asin dan gurih bersatu. Curiga dulu nano-nano sebenarnya terinspirasi dari pacri nanas.

Walaupun dikunjungi terakhir, Pondok Ale-Ale adalah salah satu tempat makan yang cukup penting untuk dicoba ketika bertandang ke Pontianak. Ale-Ale punya banyak jenis makanan rumahan yang terpengaruh budaya Dayak, Melayu dan Tionghoa. Bagi banyak orang, inilah comfort food mereka. Jadi jangan ditinggalkan dalam bucket list kalau ingin mengenal budaya makan lokal lebih dalam.

-----

Pondok Ale-Ale
Jalan Putri Daranante, Sungai Bangkong, Pontianak

Range Harga: 100k/2 orang

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Read full post »

5/07/2018

Pontianak: Jalan Gajah Mada

0 komentar

Malam sabtu jalan Gajah Mada lengang saja, begitu malam minggu ramai pedagang dan orang-orang di Jalan. Tidak ingin ketinggalan keseruan Pontianak di malam minggu saya dan istri jalan kaki dari hotel untuk melihat jajanan yang tersedia. Pada malam minggu banyak sekali gerai dadakan di sepanjang jalan, ada banyak gerobak dan kursi-kursi dijejerkan di pinggir jalan.


Minuman yang banyak dijual di pinggir jalan adalah air tahu dan sari kacang. Air tahu disini maksudnya adalah susu kedelai dan sari kacangnya terbuat dari kacang hijau. Sehat ya malam mingguannya minum kacang-kacangan hehehe.


Kalau kemarin saya sempat mencoba chaikue rebus, sekarang saya mencoba chaikue goreng. Beda enaknya, kalau yang rebus lebih lembut kalau digoreng tepung berasnya kenyalnya jadi lebih firm. Seporsi lima buah ga cukup euy, cepet aja abisnya. Enak banget sih, gurih-gurih gemes kue sayurnya.


Terakhir, saya coba tau swan. Nah ini nih jajanan yang spesial di hati saya. Jadi tau swan adalah bubur kacang hijau yang sudah dikupas, tetapi kuahnya kental pakai campuran tepung. Rasanya manis, lembut dan wangi pandan. Uniknya bubur tadi dikasih campuran cakwe yang renyah, cakwe-nya beda dengan cakwe untuk dicocol sambal atau susu kedelai. Cakwenya punya rasa yang gurih. Uniknya kegurihan dan kerenyahan cakwe ternyata bisa berpadu menjadi sempurna melengkapi lembut manisnya bubur kacang hijau. Ngebayanginnya aja bikin kangen!

Jadi, jangan lupa keliling Jalan Gajah Mada waktu malam minggu di Pontianak. Suasananya asik dan sangat vibing.  Dan juga supaya bisa nyicipin jajanan-jajanan lokal yang mantap.

-----

Jajanan Jalan Gajah Mada

Jalan Gajah Mada Pontianak

Air Tahu: 5k
Sari Kacang: 5k
Chaikue Goreng: 7k
Tau Swan: 7k


-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:
Read full post »
 

Copyright © hungerranger.com Design by Free CSS Templates | Blogger Theme by BTDesigner | Powered by Blogger