5/12/2018

Kuching: Sarawak Delight

0 komentar

Sebagai penggemar laksa maka kesempatan mencicipi laksa Sarawak tidak boleh saya lewatkan. Laksa Sarawak merupakan satu dari belasan jenis laksa di Malaysia dan satu dari puluhan jenis laksa di Asean. Saya mencoba laksa Sarawak di sebuah gerai di pujasera Mydin Petra Jaya. Gerainya bernama Sarawak Delight. 


Selain Laksa, Sarawak Delight juga jual aneka olahan mie lain. Ada mie ayam jamur, ada mie ayam barbekyu dan mie goreng ala mamak. Ada juga mie goreng, mie tomat dan mie Kanton yang jenis mie-nya bisa dipilih mau yang biasa atau kwetiaw atau bihun. Selain pesan laksa saya juga pesan mie goreng mamak mereka titipan bokap.


Begitulah penampakan laksa Sarawak. Sekilas tidak jauh perbedaannya dengan laksa lain di Malaysia, begitupun dengan isiannya. Di dalamnya terdapat, udang, telur, tahu, taoge. Kuahnya bersantan dengan bumbu bawang, lengkuas, serai dan lain-lain. Perbedaan signifikan laksa Sarawak bagi saya ada di sambalnya. Sambalnya adalah sambal belacan bilis sambal kasturi! Ini sambal yang rasanya khas Borneo sekali. Sambalnya membuat perbedaan yang signifikan dan mantap. 


Untuk mie mamak pasti sudah tahu kan rasanya? Di Sarawak Delight mereka menggunakan tambahan tomat dalam bumbu dan rasanya lebih manis. Jadi lebih kuat untuk rasa manisnya namun tetap enak dan layak dicoba. Banyak juga isiannya.

-----

Sarawak Delight
Mydin Petra Jaya
Range Harga: 4.50-7MYR / orang

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Read full post »

5/11/2018

Kuching: Nasi Kandar Line Q

0 komentar

Nasi kandar memang bukan top of mind kalau bertandang ke Malaysia Timur. Tapi karena sedang berkunjung ke Malaysia dan rindu jadi yaaa tancap saja.... Kebetulan kami habis berbelanja di Mydin Petra Jaya dan disana terdapat nasi kandar Line Q.


Buat yang belum tahu apa itu nasi kandar, jadi gini... nasi kandar itu nasinya orang India Muslim yang merantau ke Penang. Biasanya mereka adalah keturunan Tamil. Lauk nasi kandar bisa bermaca-macam, tetapi ciri paling utamanya adalah penggunaan kuah lauk yang banyaaakk. Bahkan satu piring bisa gabungan dari tiga sampai empat kuah lauk. Kuahnya ini penting banget, karena enak-enak dan rasa rempahnya kuat. Bagi penggemar kari atau makanan berkuah rempah jangan dilewatin deh kesempatan makan nasi kandar.


Lauk yang saya pakai di Line Q adalah ayam goreng. Harganya sekitar empat ringgit. Rasanya enak dan sesuai ekspektasi. Cukup untuk mengobati rasa rindu. Untuk masalah harga, di Line Q 15-20 ringgit cukup untuk makan berdua.


Minumnya? Yaaa standar saja, teh tarik dan milo. Kurang lengkap kalau ke Malaysia ga minum mereka berdua. Milo Malaysia rasanya lebih bold dan manis, teh tarik Malaysia juga walaupun thick tapi refreshing.

-----

Nasi Kandar Line Q
Tersedia di setiap pujasera Mydin
Range harga: 15/20 MYR for 2

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Read full post »

5/10/2018

Kuching: Siburan Jaya

0 komentar

Siburan Jaya ini bukan rumah makan sebenarnya, tapi tempat oleh-oleh yang super lengkap, termasuk oleh-oleh makanan. Dari banyak tempat oleh-oleh di Kuching, saya merekomendasikan yang ini jika kamu bingung mau masuk toko yang mana. Kalau di Indonesia, Siburan ini bisa disamakan dengan Mirota, kaos, kain, alat musik, aksesoris, suvenir, pecah belah, alat musik, patung, kerajinan kayu semuanya ada.

Selain lengkap alasan lainnya adalah kalau dibandingkan dengan toko lain, Siburan punya harga yang cukup fair. Barang-barangnya tidak mahal jika dibandingkan tempat lain, namun juga tidak murahan. Model-model kain dan kausnya saya lihat lebih baik daripada beberapa toko yang saya kunjungi. Belum lagi layout tokonya yang mudah serta staffnya yang ramah membuat betah untuk menambah oleh-oleh ke keranjang.


Tentunya kalau oleh-oleh bukan makanan tidak perlu dibahas yaaa. Jadi kita bahas yang bisa dimakan aja. Oleh-oleh unik Sarawak yang saya temukan di Siburan Jaya adalah aneka jelly merk Borneo Spice dari bahan-bahan yang beda. Ada jelly pasak bumi (tongkat ali), pegagan, lengkuas, rosella, jahe dan serai. Saya sempat coba testernya, rasanya manis-manis lucu gitu ya jarang-jarang jelly rasa herba, hahaha. Selain itu mereka juga jual ikan bilis bungkusan dan lada. Konon katanya lada Sarawak adalah lada yang berkualitas tinggi. Mungkin buat kita agak aneh ya beli oleh-oleh lada, tapi saya lihat ada sih yang beli orang barat, hehehe.


Ngomong-ngomong tentang lada, di Siburan jual tebaloi dengan rasa lada Sarawak merk Borneo Spice juga. Apa tuh tebaloi? Jadi tebaloi ini adalah kue sagu tradisional khas Dayak Melanau. Saya beli tiga bungkus, ada rasa lada, kelapa dan original. Yang paling berkesan ya rasa lada ini. Karena ga cuma manis, tapi juga jadi sedikit spicy. Tebaloi ini cocok banget buat sarapan atau sore-sore sambil minum teh. Kalau pecinta kue kering jangan sampai deh ninggalin Kuching ga beli tebaloi, karena ini oleh-oleh asli tradisional mereka.

-----

Siburan Jaya
Main Bazaar Street, Kuching
Tebaloi: 10MYR/pack
Jelly: 4MYR/pack

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:
Read full post »

5/09/2018

Kuching: Kek Lapis Sarawak

0 komentar

Tester Mira Cake House

Kek Lapis Sarawak adalah oleh-oleh yang sangat populer. Kamu bisa bertemu dengan kek lapis Sarawak di mana saja, di Mall, Waterfront Bazaar, Mydin, pinggir jalan, banyak sekali yang jual. Umumnya harganya adalah 10MYR (35.000 IDR) per bungkus. Kek lapis Sarawak ciri khasnya adalah bermotif cantik dan berwarna-warni. Salah satu merek kek lapis Sarawak yang paling populer adalah Mira Cake House. Rasa dari kek lapis sendiri ada bermacam-macam dan cukup kekinian pilihannya, ada horlicks, greentea, cadbury, nutella, dll. Saya sempat icip beberapa tester di Mira Cake House, enak sih... tapi mwanwis bwangwet, kalau makan sedikit okelah, tapi kalau banyak saya ga kuat.


Passionate Baker

Setelah bertukar informasi dengan kompatriot yang bekerja di Kuching, saya mendapatkan info bahwa kek lapis Sarawak yang paling elit adalah Passionate Baker. Memang namanya tidak seterkenal Mira Cake House, namun konon katanya tidak tanggung tanggung merek ini adalah langganan para Datin-Datin. Luar biasa, sebuah iming-iming yang sangat aduhai mantap. Saya juga ingin dong beli merek yang bergaya. Huehehehehe.


Kek Lapis Sarawak Passionate Baker

Harga yang diajukan Passionate Baker jauh lebih mahal dari harga rata-rata. Sekitar 60MYR (215.000 IDR) per bungkusnya. Saya beli dua, horlick cheese & cadbury. Memang secara tekstur ada perbedaan dengan kek lapis Sarawak biasa, yaitu kalau yang cadbury ada chunky potongan coklatnya sementara yang horlick rasanya gurih cheesy dengan tekstur yang lebih oaty. Selain perbedaan, Passionate Baker dan Mira Cake House punya sebuah kesamaan juga dilidah saya, sama-sama harus dimoderasi jumlah makannya.

-----

Mira Cake House
Basically everywhere in Kuching
Kek Lapis Sarawak starts from 10 MYR

-----

Passionate Baker
Taman Matang Jaya Kuching
Kek Lapis Sarawak starts from 50 MYR

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Read full post »

Kuching: Waterfront Bazaar

0 komentar

Waterfront bazaar adalah pasar malam di Kuching yang berada di pinggir sungai Sarawak. Ada banyak makanan disini dan toko oleh-oleh di jalan seberangnya waterfront bazaar. Area ini merupakan salah satu area yang ramai dilewati oleh turis. Banyak yang sekedar pergi untuk makan, berfoto di depan gedung parlemen Sarawak atau menyebrang jembatan untuk berjalan ke Fort Margherita.

Melihat sungai Sarawak yang rapih dan cantik, saya memaksa istri untuk stay lebih lama duduk di depan sungai sambil ngobrol. Sebuah kebiasaan yang muncul akibat dulu berkunjung ke Laos, setiap akhir pekan berkumpul sama teman-teman melihat sunset di sungai Mekong. Duduk di depan sungai Sarawak bukanlah kegiatan yang aneh, banyak juga turis yang berhenti duduk dan mengobrol di tepian sungai bahkan hingga larut malam.


Tentunya duduk dan mengobrol saja kurang seru jika tidak diiringi cemilan. Saya dan istri pun beranjak ke penjaja aneka gorengan dan sate. Kami memesan kerupuk lekor (bagian kanan foto). Kerupuk lekor adalah kerupuk ikan yang digoreng kering, biasa dimakan dengan sambal. Aslinya datang dari semenanjung Malaya. Buat saya kerupuk lekor adalah salah satu makanan kenangan, selalu teringat dulu Istri mengajak beli kerupuk Lekor pertama kali di pasar malam Sintok Kedah waktu saya pertama kali mengunjungi mertua. Pengalaman yang tidak terlupakan. :))


Di sebelah penjaja kerupuk lekor ternyata ada yang berjualan ais kepal. Luar biasa ya, tren yang berasal dari Semenanjung Malaya ini hadir juga di Borneo (dan Indonesia). Ini menandakan bahwa kita memang serumpun dan sharing culture. Karena waktu di Indonesia belum pernah nyoba, jadi saya penasaran juga. Tapi yang horlicks dong, masak yang milo... kalau yang milo mah di deket rumah juga ada!


Horlicks adalah merek susu gandum berenergi yang populer di Malaysia. Sebenarnya kalau diseduh saya kurang suka, tapi ternyata dijadikan es kepal justru malah enak! Manisnya pas. Nah di Ais Kepal Amanda ini si es kepal dicampur sama topping meses kacang dan cornflakes. Sambil ngobrol ternyata abis juga esnya, enak sih.

-----

Kuching Waterfront Bazaar

Ais Horlicks/Milo Large: 6 MYR
Keropok Lekor: 1 MYR/3 pcs

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Read full post »

5/08/2018

Jajanan Acak Selama di Kuching

0 komentar

Berikut adalah jajanan-jajanan yang saya lihat dan beli selama di Kuching sekaligus komentar yang tidak berfaedah dibawah gambar.


di hotel kagak dikasih sarapan, beli roti seringgit rasanya mayan lah


mamee, you're not anak mas but you're a great substitute, and i always beli you setiap pulang dari malaysie. plz buat rasa karipap not limited edition lah... 


mamee, you're not indomie master race, but your cup noodle is better than maggi


kiamboi murah, merakyat dan tersedia secara luas di indonesia hanyalah mimpi


i dengar ais kepal milo dan ais batang milo sudah masuk indonesia aah?
 good, but you guys still didn't have ais cawan milo dan ais kon milo


pringles menjadi keras dan berat merasa dirinya tortilla, dan pocky mangga nampak innocent padahal rasanya sama kayak bumbu mango sticky rice chitato


coca-cola vanila juga perlu masuk indonesia, sama fanta rasa susu kental manis buat pengganti soda gembira express


buset bunting, syapa yang berbuat neh? tanggung jawab lah...


hot, creamy and fluffy... semua minimarket tolong setok mesin kaya gini. enak tau ngemil mashed potato sama gravy!!!!

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Read full post »

Pontianak: Pondok Ale-Ale

0 komentar

Malam terakhir di Pontianak beriringan dengan hujan lebat, tetapi tidak menyurutkan niat untuk mencoba makanan khas lokal. Malam itu saya pergi ke Pondok Ale-Ale, mereka menyajikan makanan khas dari berbagai penjuru Kalimantan Barat. Buat saya kunjungan ini penting untuk mengetahui makanan rumahan apa saja yang biasanya disantap oleh orang-orang di Kalimantan Barat.

Yang direkomendasikan pertama adalah ikan senangin dimasak asam pedas. Ada dua jenis asam pedas yang ditawarkan oleh pondok ale-ale yaitu gaya Ketapang atau Pontianak. Saya memilih masak Pontianak karena rasanya yang segar, sementara Ketapang cenderung lebih pedas. Sekilas rasanya mirip lempah laut, namun dengan kuah yang lebih kental. Ikan yang disajikan besar sekali, beratnya sekitar satu kilo, cukup untuk porsi makan lima orang.


Sajian lain yang kami santap waktu itu adalah tumis batang keladi. Ternyata bukan hanya keladinya saja yang dimakan di Pontianak, tapi batangnya juga bisa dimakan! Ketika menemukan ini rasanya senang sekali, unik. Saya pikir awalnya batang keladi keras namun bisa juga jadi lembut sebagai pelengkap untuk makan nasi. 


Ada satu menu sayur lagi yang tidak kalah unik saya coba di Pondok Ale-Ale, yaitu pakis hotplate! Di Pontianak, pakis memang menjadi santapan sayur yang umum. Di sini pakis dikreasikan menjadi hotplate dengan isian seafood.


Terakhir saya mencoba pacri nanas. Sebelumnya setahu saya makanan ini adalah khas Aceh dan Kepulauan Riau namun sepertinya Melayu Pontianak juga mengenal Pacri. Pacri adalah kuah berempah melumuri buah nanas. Rasanya? Enak dan kaya sekali, manis, asam, pedas, asin dan gurih bersatu. Curiga dulu nano-nano sebenarnya terinspirasi dari pacri nanas.

Walaupun dikunjungi terakhir, Pondok Ale-Ale adalah salah satu tempat makan yang cukup penting untuk dicoba ketika bertandang ke Pontianak. Ale-Ale punya banyak jenis makanan rumahan yang terpengaruh budaya Dayak, Melayu dan Tionghoa. Bagi banyak orang, inilah comfort food mereka. Jadi jangan ditinggalkan dalam bucket list kalau ingin mengenal budaya makan lokal lebih dalam.

-----

Pondok Ale-Ale
Jalan Putri Daranante, Sungai Bangkong, Pontianak

Range Harga: 100k/2 orang

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Read full post »

5/07/2018

Pontianak: Jalan Gajah Mada

0 komentar

Malam sabtu jalan Gajah Mada lengang saja, begitu malam minggu ramai pedagang dan orang-orang di Jalan. Tidak ingin ketinggalan keseruan Pontianak di malam minggu saya dan istri jalan kaki dari hotel untuk melihat jajanan yang tersedia. Pada malam minggu banyak sekali gerai dadakan di sepanjang jalan, ada banyak gerobak dan kursi-kursi dijejerkan di pinggir jalan.


Minuman yang banyak dijual di pinggir jalan adalah air tahu dan sari kacang. Air tahu disini maksudnya adalah susu kedelai dan sari kacangnya terbuat dari kacang hijau. Sehat ya malam mingguannya minum kacang-kacangan hehehe.


Kalau kemarin saya sempat mencoba chaikue rebus, sekarang saya mencoba chaikue goreng. Beda enaknya, kalau yang rebus lebih lembut kalau digoreng tepung berasnya kenyalnya jadi lebih firm. Seporsi lima buah ga cukup euy, cepet aja abisnya. Enak banget sih, gurih-gurih gemes kue sayurnya.


Terakhir, saya coba tau swan. Nah ini nih jajanan yang spesial di hati saya. Jadi tau swan adalah bubur kacang hijau yang sudah dikupas, tetapi kuahnya kental pakai campuran tepung. Rasanya manis, lembut dan wangi pandan. Uniknya bubur tadi dikasih campuran cakwe yang renyah, cakwe-nya beda dengan cakwe untuk dicocol sambal atau susu kedelai. Cakwenya punya rasa yang gurih. Uniknya kegurihan dan kerenyahan cakwe ternyata bisa berpadu menjadi sempurna melengkapi lembut manisnya bubur kacang hijau. Ngebayanginnya aja bikin kangen!

Jadi, jangan lupa keliling Jalan Gajah Mada waktu malam minggu di Pontianak. Suasananya asik dan sangat vibing.  Dan juga supaya bisa nyicipin jajanan-jajanan lokal yang mantap.

-----

Jajanan Jalan Gajah Mada

Jalan Gajah Mada Pontianak

Air Tahu: 5k
Sari Kacang: 5k
Chaikue Goreng: 7k
Tau Swan: 7k


-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:
Read full post »

Pontianak: Bubbor Paddas Pa' Ngah

0 komentar

Salah satu makanan wajib yang harus dicoba ketika bertandang ke Kalimantan Barat adalah bubbor paddas atau bisa juga disebut bubur pedas. Makanan ini berasal dari budaya Melayu Sambas. Banyak yang mengingatkan saya sebelum makan bahwa bubur pedas adalah acquired taste, yang justru malah membuat saya makin penasaran. Di Pontianak, saya mencoba bubur pedas di rumah makan Pak Ngah yang sudah terkenal kenikmatannya.


Sekilas bubur pedas mengingatkan saya pada rasa bubur sop di yang rutin kalau keluar bulan puasa di Medan. Jadi buat saya alih-alih acquired taste, justru ini comfort food yang sudah lama tidak dicicipi karena tidak tinggal di Medan lagi. Ternyata setelah di googling, ternyata memang ada hubungannya konon katanya bubur pedas merupakan makanan yang datang dari pengaruh Melayu Deli (Medan).

Bubur pedas rasanya tidak pedas seperti namanya, rasanya hangat karena campuran rempah terutama merica. Bubur pedas bertipe sangat basah, berkuah, dengan campuran utamanya adalah daun kesum, selain itu pakis, taoge, kangkung dan jagung juga masuk kedalamnya. Kondimen yang diberikan untuk bubur pedas ada teri, kacang dan jeruk kunci. Setiap kondimen yang diberikan sangat penting dan karakteristiknya berbeda-beda, saya suka dengan teri karena menambah chunky dan gurih. Begitu juga dengan kacang membuat bubur jadi crunchy. Sayangnya saya kurang suka dengan perasan jeruk, saya lebih suka bumbu rempahnya kuat terasa.


Karena istri sudah sempat makan bubur pedas duluan jadi dia memesan bakso. Kalau di Pontianak ternyata default baksonya pakai mie tiaw. Baksonya juga gepeng. Beda, tapi rasanya enak banget. 


Minumnya? Es jeruk kecil dong.. apalagi yang pakai kiamboi, ga ada lawan segarnya. Ayo kapan ini di Jakarta ada yang jual Es jeruk kecil pakai kiamboi? Saya perlu dosisnya minimal segelas tiap minggu nih!

-----

Bubur Pedas Pa' Ngah

Jalan Komyos Sudarso, Sungai Jawi Luar, Pura Pontianak

Range Harga: 50-75k/2 orang

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Read full post »

5/06/2018

Pontianak: Suka Hati

0 komentar

Saya adalah pelanggan setia pisang sarikaya Suka Hati cabang BSD. Ketika saya berhasil mengunjungi Suka Hati asalnya di Pontianak, saya merasakan kepuasan batin. Tempatnya sederhana hanya ada sedikit meja dan kursi yang tersedia, di depan terdapat plang tertulis warung minuman. 


Ada beberapa perbedaan Suka Hati BSD & Pontianak, di BSD mereka tidak menjual bubuk kopi. Bahkan tidak berkonsep warung kopi, hanya ada pisang goreng dan kulkas berisi susu kedelai. Lebih sederhana justru yang di BSD. Hanya intisari warungnya saja.


Satu lagi perbedaan antara Suka Hati BSD dan Pontianak adalah di Pontianak sarikaya bisa dipadukan dengan keladi atau roti. Bocoran dari saya, semuanya enak. Setelah mengetahui kelengkapan Suka Hati di Pontianak, saya jadi harus sedikit kecil hati harus berpuas diri dengan Suka Hati BSD. Semoga cabang BSD bisa sama serunya dengan yang di Pontianak.


Selai sarikaya bisa dibeli juga dengan tiga kemasan berbeda. Selai ini sangat cocok dijadikan oleh-oleh, dan kalau boleh saya bilang selai ini berharga. Jika membeli berikan kepada orang yang sangat anda hargai atau mengerti akan kualitas suatu makanan.

-----

Suka Hati

Jalan Tanjung Pura No. 17 Pontianak

Harga: 4-7k IDR

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Read full post »

Pontianak: Es Krim Angi

0 komentar

Setelah setengah hari berkeliling Tugu Khatulistiwa dan daerah Kesultanan Kadriah maka siang itu saya memilih untuk ngadem di Es Krim Angi atau kadang disebut dengan nama Es Petrus karena lokasinya yang berada di seberang sekolah St. Petrus. Begitu datang, antrian ternyata cukup panjang, meja dan kursi pun penuh dengan pengunjung. Untungnya antrian bergerak cepat, dan kursi pun tidak lama-lama diduduki oleh orang-orang. Karena rata-rata tujuannya sama, quick break makan es krim biar adem.

Es Krim Angi punya sembilan varian rasa yaitu vanila, strawberry, coklat, cempedak, durian, nangka, green tea, ketan dan alpukat. Awalnya saya penasaran dengan rasa cempedak, sayang pada hari itu rasa cempedak sedang kosong. Sehingga putusan pilihan rasa saya serahkan kepada abang yang bertugas, dengan cepat dia mengarahkan rasa vanila, duren, green tea dan nangka.

Dari keempat rasa tersebut, semuanya enak. Manisnya pas, tidak berlebihan. Teksturnya lembut dan mudah cair khas es krim homemade. Yang membuat es krim Angi spesial adalah karena setiap porsinya disajikan dengan isian kacang merah dan rumput laut. Sehingga walaupun esnya cair tetap enak karena justru semakin berpadu dengan isiannya. Uniknya lagi di Angi kamu tidak bayar dari harga scoop, harga yang dibayar adalah dari wadah. Wadah yang tersedia ada cup atau batok kelapa, sehingga bebas mau minta rasa apa saja sesuai keinginan. Tapi tentu akan lebih seru kalau pesan yang batok kelapa, lebih banyak isinya dan bisa kerok daging kelapanya.


ramai dikunjungi



Selain es krim, ada juga berbagai makanan dan cemilan di Angi. Es Krim Angi merupakan tempat yang cocok buat mengobati panasnya kota Pontianak. Kalau kembali lagi ke sini, janji untuk coba rasa es krim mereka yang lain sekaligus makanannya.

-----

Es Krim Angi

Jalan KS Tubun No. 8 Pontianak

Harga: 15-25k IDR

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Read full post »

5/05/2018

Pontianak: Gleam Cafe

0 komentar

Salah satu kebiasaan lama di Jogja yang ditinggalkan setelah tinggal di Jakarta adalah rumah makan (pujasera, kafe, dan sejenisnya) hopping. Semua perjalanan di Jakarta adalah gambling. Gambling nanti parkirnya ada ga? Nanti kesananya macet ga? Nanti rasanya enak ga? Kalau enak harga ga masalah mahal... Nah kalau ga enak? Karena pernah di satu kesempatan pergi ke tempat yang sudah macet, parkirnya susah, mahal dan ga enak pula. Sulitnya lagi terkadang orang-orang suka merekomendasikan seolah-olah Jakarta satu tempat yang sederhana. Padahal Jakarta adalah provinsi yang terdiri dari lima kota dan satu kabupaten. Walaupun sama-sama "Jakarta" kalau direkomendasiin harus cari makan ke PIK atau Gading, saya mendingan pulang ke Bogor. :))

Oke, lupakan Jakarta sejenak. Jadi, setelah menyesap kopi penuh nikmat di Aming saya melanjutkan perjalanan (rumah makan hopping) ke Gleam Cafe. Jaraknya cukup dekat dari Aming, jalan kaki sekitar 15-20 menit. Kalau naik kendaraan mungkin hanya lima menit. Menurut data sekunder yang beredar Gleam Cafe adalah tempat makan chaikue paling enak di Pontianak, sebagai peneliti maka saya harus melakukan triangulasi data tersebut. Chaikue kadang disebut juga dengan nama choipan. Chaikue atau choipan adalah makanan yang berasal dari Tionghoa. Kalau dialih bahasa menjadi bahasa Indonesia maka bisa diartikan sebagai kue sayur (chai/choi = sayur, kue/pan = kue). 


chaikue rebus

Chaikue aslinya disajikan rebus, namun ada juga yang disajikan secara goreng. Chaikue di Gleam memiliki lima isian yaitu rebung, bengkuang, kucai, keladi dan kedelai. Bagi saya yang paling enak adalah yang isi rebung dan bengkuang, karena rebung dan bengkuang punya tekstur renyah dan juicy melengkapi kulitnya yang kenyal dan rasa bawangnya yang kuat. Isi daun kucai cocok untuk yang suka ekstra gurih. Keladi dan kedelai sekilas hampir mirip, teksturnya padat dengan rasa khas masing-masing. Penyajian chaikue di Gleam juga unik, calon pembeli harus minimal memesan chaikue sebanyak 15 buah, tidak boleh kurang. Tapi tenang saja, kalau sudah mulai makan nanti akan merasakan bahwa ternyata 15 buah chaikue itu sedikit. Sembari mengobrol santai maka sekejap sudah habis saja.


Selain memesan chaikue saya juga memesan kokue. Kokue merupakan kue talam (kue tepung beras) dengan isian ebi di atasnya. Teksturnya lembut kenyal dengan rasa gurih khas ebi. 


Saya juga sempat memesan keladi telur asin. Begitu melihat penyajiannya saya hanya bisa bergumam ini baru salted egg! Gorengan talas dengan isi telur asin, kenikmatan yang belum pernah saya coba sebelumnya. Ternyata keladi digoreng bisa masuk kombinasinya dengan rasa telur asin, sebuah penemuan yang menyenangkan.


Keladi atau talas banyak digunakan sebagai bahan makanan di Pontianak. Padahal di Bogor juga banyak talas tapi belum pernah lihat yang mengolahnya jadi chaikue atau bola keladi. Mungkin perlu ada studi banding antara kota Bogor dan Pontianak sebagai sister city dalam pertalasan agar khazanah kuliner talas kita semakin mantap. Terakhir, Gleam Cafe ini halal jadi tidak perlu ragu menyempatkan untuk datang jika ke Pontianak.

-----

Gleam Cafe

Jalan Tamar No. 3 Pontianak

Chaikue rebus/buah: 1k
Keladi isi telur asin: 18k
Ko Kue Hebi: 5k

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:


Read full post »
 

Copyright © hungerranger.com Design by Free CSS Templates | Blogger Theme by BTDesigner | Powered by Blogger