Thursday, March 27, 2014


Selesai beraktivitas di sekitar Babarsari kami mencoba mencari makan yang dekat-dekat saja. Kebetulan saya belum pernah mencoba Sambal Bawang Bu Santi yang sangat terkenal. Kami kesana sekitar jam 6, dalam waktu 15 menit saja Sambal Bawang Bu Santi menjadi sangat penuh sekali. Lokasinya dari pinggir jalan tidak terlalu terlihat namun mudah dicari. Sambal Bawang Bu Santi ada di pertigaan Babarsari dengan Citroulli & Depok Sports Center.


Ada berbagai macam pilihan di bu santi yang bisa di lihat terlebih dahulu di etalase makanan. Ada ayam, tahu, tempe, berbagai macam jenis ikan, dll. Kami memutuskan untuk memesan dua ayam goreng, satu tahu, satu pete, dan dua air es.


Yang menjadi nilai tambah dari Sambal Bawang Bu Santi adalah nasinya berlimpah, dan katanya masih bisa nambah. Sambal bawangnya? Wuih, sangat luar biasa pedas. Membuat berkeringat. Singkat cerita kami pun membayar pesanan kami. Dua ayam goreng, dua air es, dua nasi, satu tahu dan satu pete totalnya 41rb.

Hmmm, pedaaasss....

Tuesday, March 25, 2014


Siang ini kami bertemu dengan seorang Vegan Food Blogger dari Singapura namanya Ashley. Karyanya bisa di cek di veganash.wordpress.com kalau anda berencana ke Singapur. Karena Ashley seorang vegan maka kami makan ke jejamuran. Jejamuran bukan resto vegan, namun bisa dikatakan vegan friendly karena daging bukanlah menu utama di Jejamuran. Jejamuran menduduki peringkat 9 di tripadvisor jogja. Berlokasi di Jalan Magelang KM 10 Jejamuran memang jauh dari kota, namun merupakan destinasi turis yang sangat populer.


Karena banyak pesanan yang menarik kami memutuskan untuk memesan macam-macam dan berbagi lauk. Yang pertama saya pesan adalah sup tom yam. Harganya 18rb. Kenapa saya yang pesan? karena sup tom yam ini pakai seafood jadi tidak bisa dimakan oleh Vegan & Vegetarian. Asam pedas di Tom Yam Jejamuran sudah dapat, namun sayang kurang gurih.


Lalu selanjutnya ada goreng tepung portobello. Harganya 10rb. Tekstur crispynya mantap. Bikin mulut pengen ngunyah terus. Pake nasi enak, ga pake nasi juga mantap. Tapi hati-hati karena jamur digoreng dengan telur maka Vegetarian bisa menyantapnya namun tidak dengan Vegan.


Yang ini Jamur Bakar Pedas. Gila enaknya. Pedas tapi nagih, gurihnya pas. Teksturnya apalagi. Beuh kenyal-kenyal nikmat. Harganya seporsi juga ga mahal cuma 10rb. Yang ini cocok buat vegan.


Yang ini juga andalan di Jejamuran. Sate Jamur. 5 tusuk 10rb. Rasanya udah kaya sate beneran. Kalau yang bakar pedas enak buat pecinta gurih pedas nah satenya cocok buat yang penggemar gurih manis. Sedep banget deh pokoknya. Ini juga cocok loh buat vegan.


Minuman yang seger disini kami rekomendasiin ice mint tea sama carica (10rb). Makan enak, minum enak, murah pula. Asik banget emang. Ga salah dibelain jauh-jauh ke sini.


Ashley bertanya heran kepada saya "You never come to Milas before? Really? This place is number one in Tripadvisor, wait wait, do you know Tripadvisor right?" | "Yeah Ashley, i know what tripadvisor is, but i'm not Vegetarian, that's why Milas isn't in my priority list" | Setelah sebelumnya makan siang di Jejamuran yang masuk no 9 di Tripadvisor Jogja, malam ini kami makan di Milas, no 1 di Tripadvisor Jogja. Seharian kami jadi vegetarian karena kami hangout bersama teman kami @kalifadani guru yoga sekaligus vegetarian & Ashley food blogger vegan dari Singapura. Milas berlokasi di Jalan Prawirotaman IV. Tempatnya outdoor namun temaram hangat.


kombucha

Ashley & Kalifadani suka Kombucha jadi kami direkomendasikan untuk meminum Kombucha. Minuman ini datang dari Asia Timur. Populer di Utara China, Jepang & Rusia yang berbatasan dengan China.Kombucha merupakan teh fermentasi. Apabila di Jepang Kombucha biasanya di fermentasikan dengan rumput laut kombu. Sementara itu di China menggunakan fermentasi jamur Manchuria. Walaupun sekarang Kombucha sudah banyak yang difermentasikan dengan bahan lain. Kombucha rasanya sangat asam namun sangat segar, seperti jeruk nipis. Di Milas Kombucha disajikan dengan madu agar rasanya lebih netral menjadi sedikit manis. Tetapi karena Ashley seorang Vegan dia tidak mencampurkan madu, menurut dia di Singapura Kombucha pun selalu disajikan tanpa madu. Kami pun setuju Kombucha memang lebih enak tidak pakai madu. Satu gelas Kombucha di Milas seharga 15rb.


java smoothie

Smoothie yang satu ini ga kalah unik dengan kombucha. Berbahan dasar dari pisang, lalu juga kelapa yang membuat teksturnya semakin mantap. Java smoothie milas juga di blend dengan asam jawa sehingga rasanya menjadi lebih segar. Harganya 17,5rb.


Masuk ke bagian makanan kami memesan spinach pancake. Walaupun "hanya" pancake bayam percayalah ini adalah main course yang padat dan sangat mengenyangkan. Kejunya homemade namun tidak kalah dengan keju lain yang ada di pasaran. Satu porsi spinach pancake dibanderol seharga 25rb.


Terakhir pesanan makanan kami adalah Tempe Burger. Tidak jauh beda dengan burger lain hanya berbeda burger yang satu ini dagingnya diganti dengan tempe. Yah, namanya juga restoran vegetarian hehe. Walaupun terlihat kecil burger ini juga sangat mengenyangkan sekali. Disajikan dengan pilihan kentang atau sayur. Tekstur tempe sangat lembut. Terkadang di tengah suapan bahkan lupa kalau sedang makan tempe. Satu porsi burger tempe dibanderol seharga 26rb.

Kenyang, puas, tempatnya menyenangkan, teman ngobrol yang seru sehingga mendapatkan pengetahuan baru tentang ilmu kuliner terutama kuliner vegan. Tidak sabar untuk segera ke Milas lagi. :)

Tren dessert masuk tahap baru di Yogyakarta. Kini banyak sekali tempat makan yang menyajikan dessert sebagai menu utama. Dessert sendiri bukan kewajiban dalam kultur makan di Indonesia, tapi akhir-akhir ini jadi kegemaran anak muda makan dessert biar bisa sekalian hangout. Capitea berlokasi sangat strategis di Ruko Jalan Demangan (sebelah Zango). Capitea mengandalkan dessert & bubble tea asli Taiwan sebagai menu utama.


Pesanan kami yang pertama adalah O Matcha. Dessert ini rasanya sangat oriental karena berbahan dasar dari gula aren. Selain itu O Matcha juga menggunakan susu, es krim vanilla, puding dan matcha. Rasanya luar biasa manis dan creamy. Cocok buat yang ngidam manis dan udah kebanyakan makan savoury sebelumnya. Harganya 34rb.


Lalu yang kedua kami pesan dessert Milk Tea. Dessert yang ini tidak se-oriental yang pertama. Karena tidak terasa gula arennya. Kuahnya terbuat dari susu dan teh. Dengan boba tapioka & jelly yang segar karena rasanya asam. Milk Tea direkomendasikan untuk yang ingin dessert tetapi tidak ingin rasa yang terlalu manis. Milk Tea Dessert harganya 29rb.

Untuk harga memang sedikit pricey. Tempatnya unyu-unyu. Dengan AC di lantai satu dan terbuka di lantai dua. Walaupun terbuka di lantai dua waktu saya minta asbak Capitea tidak punya sehingga tidak bisa menyediakan, jadi masih ragu status lantai dua open for smoker atau ga, hehe. Yang menyenangkan dari Capitea adalah nama menu yang jelas sehingga tidak sulit untuk memesan sesuatu seperti tempat dessert yang lain.

Monday, March 24, 2014


Ada restoran mie baru di Jalan Monginsidi. Sepertinya Jalan Monginsidi semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu pusat kuliner di Jogja yang sedang berkembang beriringan dengan daerah Demangan & Jalan Damai. Restoran mie ini bernama Mangkok. Lokasinya dekat dengan perempatan Jetis ke Barat.




Sesuai dengan nama restonya maka yang disajikan adalah menu-menu mie baik berkuah maupun kering seperti bakmi, ifu mie, bihun dan kwetiae. Kali ini saya pesan kwetiaw seafood. Rasanya oke, namun porsinya banyak sekali sangat mengenyangkan. Harganya 26rb Untuk yang berkuah @d_adad pesan mie spesial pangsit goreng seharga 19rb. Rasanya juga oke, dan porsinya pas. Harga di mangkok mie & resto berkisar dari belasan ribu sampai dua puluhan ribu (saya lupa mencatat harga yang kami pesan). cukup pricey untuk ukuran mie. Selain mie juga ada nasi seperti nasi ayam, nasi daging, nasi goreng dan lauk a la carte. Bagi yang mengejar kenyamanan tempat maka Mangkok Mie & Resto bisa menjadi pilihan tempat makan.

Tuesday, March 11, 2014


Pepes Buntut


Aden Cafe berubah konsep, sekarang menjadi Kedai Buntut Pakistan. Sesuai namanya kedai buntut pakistan jualan berbagai macam menu buntut yang muaknyus! Di atas adalah daftar menu yang bisa kamu icip-icip disini.


Lokasinya ada di jalan Harjono daerah Pakualaman. Mereka punya tempat yang sangat nyaman sekali. Ada 4 ruangan dengan konsep yang berbeda-beda.


Minumannya ada happy lime. Campuran jeruk nipis, susu dan soda. Segar dan lembut.


Kalau yang ini gulas. Seger banget kalau lagi kepanasan.


Yang terakhir ada Orange Flavour, jeruk pakai soda.


Sekarang masuk ke bagian makanannya. Yang paling spesial adalah sop buntut. Speechless. Itulah yang kami rasakan. Karena sop buntutnya memang luar biasa rasanya. Apalagi dengan harganya yang terjangkau. Sop buntut ini wajib kamu coba kalau ke kedai buntut pakistan! 


Lalu setelah itu ada rica buntut. Yang ini juga ga kalah gurih dengan sop buntut. Pedas menggairahkan ricanya. Disajikan dengan kuah dan sambal. Sambalnya bisa pilih matah atau terasi. Tetapi favorit kami sih matah. Buat penggemar buntut, ataupun pengen nyobain makan buntut dengan harga terjangkau coba datengin langsung deh kedai buntut pakistan.






Sedang bermain-main di sekitaran JEC kami memutuskan untuk makan malam yang dekat di jalan Arimbi. Tempatnya Narasa menjadi satu dengan agen tiket. Menyediakan berbagai macam menu aceh, seperti nasi goreng, mie aceh, roti cane dan ayam tangkap.


Minuman pertama kami pesan teh tarik. Harganya lima ribu. Sayang teh tariknya sachetan.


Lalu kami pesan minum timun serut, harganya lima ribu. Timun serut di Narasa rasanya segar karena selain timun dan air sirup narasa juga memberikan jeruk sehingga lebih segar.


Untuk makannya kami pilih yang paling spesial khas aceh dari mereka, Ayam Tangkap. Ayam tangkap dimasak dengan rempah-rempah seperti bawang, lada, kemiri dan jahe. Ayam tangkap disajikan dengan daun salam kering dan sambal. Sambal ayam tangkap tidak terlalu pedas, justru lebih kuat di asam dan menyegarkan. Seporsi ayam tangkap dua puluh ribu rupiah.


Selain itu kami juga pesan mie aceh seafood. Seporsi 16rb. Porsinya tidak terlalu besar.  Rasanya lumayan. Cukup pedas dan berisi. Narasa bisa jadi salah satu destinasi yang pas kalau kamu suka kuliner Aceh.


Salah satu rujak es krim legendaris di Jogja. Karena lama dan menjadi trendsetter rujak eskrim. Berlokasi di foodcourt Pakualaman, Rujak eskrim pak Sony adalah satu-satunya gerai rujak es krim. Posisinya ada di paling utara. Satu porsinya dibanderol seharga empat ribu rupiah. Menurut saya rujak es krim pak Sony memiliki kelebihan di tekstur eskrimnya yang lembut bahkan sampai hingga meleleh pun tetap lembut. Sangat cocok dimakan ketika sedang terik panas matahari. Segar!

Saturday, March 8, 2014



maguro sushi
Salah satu restoran masakan Jepang yang sebelumnya sudah sangat terkenal di Jakarta membuka cabangnya di Yogyakarta. Sayangnya saya kurang gaul untuk menjadi warga Yogya yang mencoba “Sushi Tei” di hari pertama buka. Sampai akhirnya pada hari Rabu atau hari ketiga Sushi Tei buka, saya berkesempatan mencoba restoran ini. Tentu saja ekspetasi saya tinggi, teman-teman yang sudah pernah mencoba Sushi Tei di Jakarta selalu bercerita kepada saya dengan kesimpulan yang sama “Kamu musti nyobain!”. Apalagi keunikan restoran ini yang tidak ada di restoran sejenisnya, yaitu  Conveyor.

ikura sushi
Jam 14.30 setelah talkshow di Jogja Book Fair , saya datang ke Sushi Tei bersama 2 orang teman owner HungerRanger dan admin StandUpUNY. Waktu datang kami masih harus menunggu alias masuk waiting list. Sialnya dibalik tampilan luar restoran yang keren, dengan kaca yang tembus cahaya matahari. Ruangan menunggu sama sekali tidak nyaman, panas sekali karena sinar matahari langsung menembus ke ruangan tunggu. Untung 10 menit kemudian kami sudah dapat tempat yang berdekatan langsung dengan Conveyor. Nah disini juga saya merasa sedikit kecewa.

tekka maki

Rasa kecewa saya lebih tepatnya rasa kecewa yang sedikit egois sih, karena saya tidak terlalu menyukai fusion sushi dan semua sushi yang tersaji di conveyor adalah fusion sushi dan beberapa appetizer seperti Edamame (kedelai khas asia timur), dan Chuka Wakame Chinmi (salad rumput laut). Oke saya sampingkan rasa kecewa saya karena tidak ada sushi yang saya suka dari conveyor.Saya membuka buku menu dan langsung menuju ke menu yang menurut saya menjadi standar sebuah restoran jepang, apalagi kalau bukan Sushinya dan tujuan saya adalah Nigiri Sushi dan Roll Sushi. Maguro (tuna) ,Shimaaji (Striped Jack Mackarel), Ikura Sushi (Salmon Roe / Telor Salmon) dan Tekka Maki (tuna).  Teman saya memesan Dynamite Roll (prawns,scallop, grilled mayo with prawn roe) dan California Maki. Sayang sekali dan aneh sekali, menu salmon ternyata tidak tersedia, dikarenakan stoknya sedang kosong. Ini mungkin hal terakhir yang ingin saya dengar waktu memesan menu sushi. Untuk minum kami pesan Ocha dingin yang bisa di refill kapanpun kita mau.

dynamite roll

Satu hal yang menjadi keunikan lain di Sushi Tei ini adalah menu Nigiri Sushi seakan ada level untuk beginner dan advance. Jadi ada beberapa menu yang half-boiled alias sudah direbus setengah matang dulu. Mungkin menu ini dibuat untuk customer yang ingin mencoba raw sushi ini tapi masih takut berakhir mual. Hal yang biasa terjadi bagi orang yang baru pertama kali mencicipi sushi, terutama yang raw. Tips dari saya: Makan Es Krim bisa mengurangi rasa mual.


chuka idako chinmi

Surprisingly, pesanan kami, terutama pesanan saya datang cepat. Saya sebelumnya sempat berpikir restoran yang baru buka biasanya kurang tanggap dalam melayani, dan saya cukup senang ternyata saya berpikir salah. Maguro dan Shimaaji Sushi adalah target pertama saya, dan syukur berhasil membuat saya tidak penasaran lagi dengan Sushi Tei. Sayangnya nasib saya kurang beruntung waktu mencoba Ikura Sushi, salah satu menu yang dari dulu ingin saya coba. Kalau bingung membayangkan rasa telur ikan salmon, coba bayangkan rasa scott emulsion. Yak, sepertinya saya harus setuju, Tobiko Roe masih lebih enak. Sepertinya ini masalah selera saja sih, dan kebetulan selera saya tidak cocok dengan ikura Sushi. Kemudian menu sushi terakhir saya adalah Tekka Maki, yang bentuknya tidak jauh berbeda dengan Tekka Maki di sebuah restoran jepang di Nulogaten. Sama-sama mini dan sayangnya terlihat sedikit berantakan.

shoyu ramen
Dynamite Roll, fusion Sushi, menurut saya cukup enak. Hanya saja ukurannya terlalu kecil dan berbeda dengan tampilan di menu (yah semua orang pasti sering mengalami ini). Sementara California Makinya, sayang sekali cukup mengecewakan. Tidak seenak yang saya cicipi di beberapa restoran lain. Kemudian kami menambah pesanan lagi (waktu itu dalam keadaan kalap). Chuka Idako Chinmi dan Shoyu Ramen.  Chuka Idako Chinminya, menurut saya juga masih kurang, masih ada beberapa resto di Jepang yang punya Chuka idako Chinmi lebih enak, tapi nilai positifnya ada beberapa menu appetizer disini yang tidak ada di restoran lain, mulai dari Spicy Hotate (Scallop), Tamagoyaki (eggroll) beraneka jenis, Agedashi Tofu (Deepfried Tofu),dan masih banyak lagi (aslinya lupa nyatet). Kemudian beralih ke Shoyu Ramen, menu ramen paling murah di Sushi Tei , rasanya lumayan namun saya masih belum puas. Mungkin kalau saya kesini lagi saya harus coba Spicy Miso Ramen atau Yaki Udonnya.

mathca tsubuan
Makan sore kami ditutup dengan dessert berupa, Matcha Tsubuan , semacam eskrim yang terbuat dari bubuk green tea dan es krim ini berisi tsubuan (red bean paste). Belakangan saya baru tahu ini dessert paling popular di Sushi Tei. Kalau ditanya kesimpulan dari kunjungan pertama saya ke Sushi Tei, kesimpulan dari saya adalah…harga di Sushi Tei ini beberapa ada yang sedikit mahal namun hal ini dikarenakan bahan baku yang dipilih Sushi Tei memang dari kualitas yang cukup bagus. Jadi ya seperti pepatah jawa. Ono rego ono rupo.

Untuk menu , Sushi Tei memiliki keunikan dengan menunya yang beraneka ragam. Tentu saja butuh waktu yang cukup lama untuk orang yang waktu datang masih belum memutuskan untuk makan apa sebelumnya. Saran saya, kalau ada waktu browsing saja di Sushitei.co.id sebelum kesana. Ada beberapa rekomendasi menu. Kalau ditanya apakah ingin kesana lagi, tentu saja masih. Saya penasaran dengan menu donburi dan sashiminya.  Selamat mencoba .


shimaaji sushi



Kunjungan Kedua

Entah kerasukan apa, tiba-tiba si Ibu ngidam ke Sushi Tei. Akhirnya kesana deh.

"Wah bimbingan orang tua nih"
Akhirnya saya pesennya agak niat dikit, mulai dari Appetizer - Dessert haha. Bahkan minumnya pun pesen yang agak niat dikit, padahal biasanya yah cuma Ocha yang bisa di refill.

Oke mulai dari Appetizer

Spicy Hotate, ini enak banget. nget nget. Menurut saya chuka idako chinmi aja ampe kalah . Dengan unsur spicy yang sebenernya sih nggak bisa dibilang pedes ya, sekedar menambah cita rasa. Spicy Hotate cocok jadi pembuka sebelum makan sushi.



Akhirnya kesampaian juga pesen nigiri sushi salmon. Setelah kunjungan pertama agak aneh, karena katanya belum menyediakan sushi salmon. Buat temennya Salmon ada, Mekajiki Nigiri, alias swordfish sushi.  Dua-duanya juga enak. Standar sushi tei sih ya. Cuma ya masih ada yang lebih enak daripada sushi tei sih. :p


Tetiba pengen pesen Gunkan Sushi juga. Akhirnya pesanlah Ebiko Gunkan, gunkan dengan topping telor udang dan Negitor Gunkan , kombinasi daging tuna yang dicacah dengan cacahan daun bawang juga. Dua-duanya kebetulan belum pernah saya coba di restoran lain. Jadi saya belum bisa membandingkan ya. Tapi pilihan saya ini menurut saya enak kok! Daripada pesanan saya sebelumnya Ikura Sushi alias sushi toping telur salmon .



Salmon Mentaiyaki. Ini pesenan si adik sih. Saya cuma nyobain dikit. Yah menurut saya sih kurang ya. Karena saya sendiri kurang suka penyajian daging salmon seperti ini. Kalau teriyaki masih mendingan ya, ini buat saya toomuch sih. Saya kurang suka kombinasi grilled salmon dengan cod roe mayonnaise ini. Mendingan gausah pake mayonnaise.

  

Gyu Saka Mushi. Habis makan yang berat-berat di atas, langsung nyeruput Mushi dengan kaldu yang subhanallah enaknya. Belum berbagai macam jamur yang ada di mushi ini. Ini pesanan Ibu saya sih, cuma saya rampok dikit dikit ahah. Wajib coba-able.

 


Langsung saya bahas tiga-tiganya. Ya. Mulai dari paling atas, Green Addict, Sushi Tei Sunrise, Strawberry Mojito. Green Addictnya menurut saya terlalu manis. Jadi malah bukan sebagai penghilang haus tapi malah bikin tambah haus, untung ini pesanan adik saya, sayang sekali padahal udah unik minuman dengan cita rasa buah Kiwi. Sushi Tei Sunrisenya juwara.Kalau Sushi Tei nggak yakin enak juga kayaknya nggak mungkin dikasih nama ini ya? Haha. Strawberry Mojitonya so-so lah.








Dessert

Dari dulu pengen nyobain Sherbet baru kesampaian sekarang. Istilahnya ini Frozen Dessert lah. Untungnya dapet yang enak juga. Watermelon Sherbet ini enak dan enteng. Walaupun emang di dalem Sherbet ada unsur susu/unsur fat lain juga (berbeda dengan sorbet), cuma emang nggak sebanyak es krim jadi nggak eneg eneg banget dimakan setelah kita makan menu segambreng gitu.


Matcha Mocha, dessert dashyat dari Sushi Tei , unsur isiannya tuh terdiri dari bubuk greentea dipadukan dengan krim mocha. Laziz. Dashyat. Avant Garde. Aduh saya kehabisan kata-kata soal dessert ini. Cobain aja.


Kunjungan Ketiga



Salmon Blackpepper Steak. Khusu buat yang kurang suka sushi atau masih beradaptasi dengan Japanese Food. Sausnya juga enak, apalagi dimakan dengan nasi putih. Salmon ini ditemani Onion Ring dan Stick yang crispy! 


Baked Salmon. Yang ini enak juga ternyata sushi fusion salmon di baked.


Mentai Kani Mayo. Kalau yang ini sushi crabstick pakai mayo.


Tamagoyaki

Ini salah satu appetizer andalan juga. Egg Roll ini sebenarnya ada berbagai macam pilihan di menu Sushi Tei. Kelihatan simpel tapi memasaknya nggak simpel lho!




Sunrise Sushi Tei. Segar rasa kiwi orange juice.


 Sunset Sushi Tei. Segar rasa markisa dan apple juice.








Appetizer favorit saya setelah Chuka Idako. Spicy Hotate ini juga dibalut dengan saus yang rasanya mantap sekali. Sesuai kedudukannya sebagai appetizer, mampu membangkitkan gairah makan.



Yang ini adalah salmon set. Nasi, sayuran dan salmon tepung. Saya suka sekali salmon tepungnya, walaupun digoreng rasa khas salmonnya tidak hilang, teksturnya crunchy di luar lembut di dalam. Luar biasa, sempurna!


Sashimi Salmon

Menu favorit saya!! Segar dan dibawakan langsung oleh Mbak Fitri. Spesial! Hahaha. Jangan lupa ada perasaan lemon untuk menambah cita rasa Salmon ini.






Menu baru di sushi tei. Unagi Spicy Roll. Pedas, dan crispy khas unagi. Oke.


Juara hari ini. Sushi Bridge. Ada 36 sushi dengan berbagai macam varian di bridge ini. Ada yang nigiri alias raw ada juga yang fusion. Cocok banget buat rame-rame. Menurut saya ini udah murah banget 250rb bisa buat berbanyak orang.


Harga:
Maguro Sushi Rp. 20.000
Shimaaji Sushi Rp. 20.000
Ikura Sushi Rp 49.000
Tekka Maki Rp. 20.000
Dynamite Roll Rp. 48.000
California Maki Rp. 28.000
Shoyu Ramen Rp. 48.000
Chinmi Chuka Idako Rp. 38.000
Matcha Tsubuan Rp. 32.000
Ocha (free refill) Rp. 11.000
Sushi Tei SUnrise 30.000

Strawberry Mojito 30.000

 Green Addict 30.000
Matcha Mocha 32.000
Watermelon Sherbet 32.000
Spicy Hotate 38.000

Salmon nIGIRI 20.000
Ebikko Gunkan 18.000
Negitoro Gunkan 28,000
Mekajiki Nigiri 28.000
Salmon Mentaiyaki 75.000
Gyu Saka Mushi 62.000
 



Sushi Bridge: 250.000



Lokasi:

Sushi Tei
Jl. Gejayan Kompleks Colombo no 9.
@sushitei_yogya
Telp: (0274) 552637