Thursday, September 19, 2013


Satu lagi tempat makan buat penggemar ayam geprek. Ayam geprek Jekardah, jelas membakar lidah begitualh slogan mereka. Ada tiga jenis menu ayam disini dan satu menu bebek. Untuk menu ayam semuanya cukup bayar 10rb sudah termasuk dengan nasi. Lokasi Jekardah di Pandega.


Yang pertama ada hot bully chicken, nah ini menu yang spesial dari mereka. Ayam geprek. Cabenya boleh pilih sesuka hati dari satu sampai dua puluh. Bumbunya memang pedas apabila memilih banyak cabe, selain itu ya lumayan.


Menu ayam yang selanjutnya ada black magic chicken. Modelnya bukan geprek, daging ayam biasa pakai bumbu lada hitam. Yang ini pedas juga, tapi dalam tahap yang sangat ringan. Karena pedasnya muncul dari lada hitam bukan cabe.


Yang terakhir ada chicken nendang. Yaitu ayam dengan bumbu rendang. Begitu dimakan bumbu rendangnya memang ngingetin dengan nasi Padang, tapi dagingnya ayam. Pedas juga sama seperti dua sebelumnya tapi pedas dengan karakteristik bumbu rendang. 


Tempatnya lumayan. Kalau weekend suka rame banget yang dateng ke sini. 
Mungkin faktor dekat dari kos-kosan. Silahkan mampir yang mau makan ayam pedas.

Monday, September 9, 2013


A decent place for casual european dining. Price is fair and reasonable. I really mean it. Bertempat di gang kecil megatruh dengan tempat yang kecil pula hanya ada beberapa meja. Namun disitulah letak nikmatnya, hangat dan tenang. Dengan diiringi musik dari TTATW, saya jadi lupa foto-foto. Keasyikan baca buku masak yang ada disana.



Menunya ada yang cocok untuk brunch seperti sandwich & french fries. Lalu ada juga yang berat seperti pasta, burger, steak, stroganoff & goulash. Harga mulai dari 9rb-30rb. Minumnya ada pilihan Teh, Kopi, Kiwi, Apel, Orange & Lassi dari 6rb-16rb


Secara mengejutkan pilihan dari teh mereka adalah Ahmad Tea. Pilihan ini berbeda dari tempat makan lain yang cenderung menawarkan Dilmah. Ahmad Tea sama bagusnya dengan Dilmah, tapi Ahmad Tea lebih murah di Eropa, sehingga populer di tempat umum. Ahmad  Tea juga membantu saya melewati winter di soviet, jadi ada kenangan tersendiri. :)) At The Table punya koleksi Ahmad Tea Cinnamon Black, Blueberry Green, Afternoon Tea & Earl Grey.


Waktu makan pesen ultimate burger. Ini enak banget. Dagingnya padat, baconnya empuk, pakai keju chedar, bawang dan sayuran. Harganya 25rb, tapi worth it. Apalagi kalau bosan makan burger dari gerai cepat saji.


Selain itu saya juga pesan stir-fried beef with garlic & balsamic. Tapi lupa fotonya, maaf. Daging sirloin dipotong dadu disajikan sama kentang. Bumbu balsamicnya kuat jadir rasanya asam segar dipadu dengan potongan bawang dan paprika. Rempah lain yang digunakan adalah lada hitam, sehingga jadi lebih wangi, hangat dan pedas. 

Nanti kalau kesini lagi bakal di update lagi postnya. Semoga selanjutnya ada menu pembuka dan penutup. Biar komplit dari casual dining jadi fine dining. =D

---------------------------------------------------


Kunjungan kedua... they still got it. Great ambience, no wifi. Just book and good coffee. Kopi yang saya pesen ini unik karena pakai nuttella & madu. Teksturnya seperti kopi tubruk berampas, tapi manis menyenangkan karena pakai madu dan nutella.


Selain itu juga di kunjungan kedua saya pesen waffle. Wafflenya empuk, manis coklatnya ga pelit. Kunjungan kedua masih menyenangkan. Playlist musiknya juga masih selalu lagu-lagu indie yang bagus. Pasti akan ada selalu kunjungan-kunjungan berikutnya. :)

Sunday, September 8, 2013


Di Kindai cuma ada dua menu, dan dua-duanya khas Banjar. Nasi Kuning dan Soto Banjar. Range harga nasi kuning dari 6rb sampai 19rb. Tergantung kamu pilihnya mau pakai lauk apa. Kalau polosan murah, semakin banyak lauknya semakin mahal. Ada lauk telur, sambel ati, ayam, dan daging sapi. Pengalaman makan disini kalau mau ambil lauk cukup dua jenis aja, kalau 3 pasti berlebih dan kekenyangan. Dan favorit saya kalau kesini lauknya pasti sambel ati. Maknyus!


Untuk soto banjar range harga lebih murah dari 6rb-11rb. Karena pilihan tambahannya cuma telur dan sayap ayam. Soto banjar bisa dinikmati dengan ketupat ataupun nasi. Selain telur dan sayap ayam soto banjar berisi bihun dan wortel. Sekilas soto banjar terlihat seperti sup. Rasanya cenderung manis. Sebenarnya not bad, namun saya kurang biasa. Oh ya buat yang mau coba masakan Banjar warung Kindai ini alamatnya di jalan jembatan merah.

Buat yang suka kambing-kambingan cocok kemari. Di Goat cuma menyajikan menu-menu dari kambing ada nasi goreng, sate klathak, tongseng sama gulai. Goat berada di jalan Monjali deket hotel tentrem ke utara. Tempatnya nyaman buat ngumpul ngobrol enak juga.


Tongsengnya Goat lumayan. Pedes menghangatkan, gurih pas. Ada empingnya banyak. Harganya 13rb. Kalau kurang bisa tambah balungan 5rb. 


Nasi gorengnya cuma ok. Harganya 13rb tapi sayangnya kosongan. Kalau mau daging nya harus tambah 5rb. Telornya 3rb. Jatuhnya kalau komplit 21rb. Mahal.


Untuk minum rangenya mulai 3-8rb. Ada macam2 jus, mix, frappe,blend dll. Saya pesen teh vanilla sama leci enak juga kerasa leci dan Vanillanya. Mungkin nanti kalau kangen kambing baru balik lagi kesini.

Friday, September 6, 2013


Kalau mau bakso enak boleh datang ke Jalan Pakuningratan. Di pojokan jalan akan ada Warung Bakso & Es Buah PK. Yang datang sering ramai, tetapi mejanya cuma sedikit jadi kalau ga kebagian meja makan ngemper di tikar juga enak kok hehe.


Kalau makan bakso PK kuah paling cuma saya tambahin cabe aja. Tanpa saos atau kecap udah sedep.  Satu porsi bakso campur udah termasuk mie, mihun, tahu, bakso sama (semacam) bakso goreng. Nah  bakso goreng ini nih yang dahsyat banget buat nagih, kriuk-kriuk pol. Kalau bakso gorengnya kurang mereka juga jual harganya 1000 per 3 bungkus kecil. Biasanya setelah makan saya bakal masukin terus bakso goreng ke mangkok sampai kuah baksonya habis.


Selain bakso jualan andalan mereka adalah es buah. Es buah pakai susu coklat, nanas, nangka, kelapa dan sawo. Rasanya dingin dan manis, cocok kalau dimakan siang terik. Btw porsi es buah lumayan buat ngembungin, jadi kalau saya mesen sih pasti untuk berdua.


Semua harga di Bakso & Es Buah PK adalah terjangkau. Es Buah 6rb, Bakso 8rb, semua minuman lain 2rb. Murah kan. Kadang-kadang kalau lagi lupa diri saya suka sampai pesen dua porsi. Bahaya memang.

Namanya Calais, seperti kota di Prancis dan memang suasana yang dibentuk pada Calais adalah seperti cafe di downtown Prancis. Walaupun sangat Prancis jualan Calais adalah bubble tea yang populer tercipta di Taiwan. Dulu waktu awal buka Calais Jogja sempat mengalami "cegukan" tempatnya terlalu ramai, banyak sisa minuman yang tidak dibersihkan dan rasanya tidak seenak Calais yang pernah saya coba di Jakarta.


Namun sekarang sudah berubah, Calais Jogja sekarang jauh lebih bersih, sudah tidak ada lagi sampah minuman berserakan. Rasa minumannya sudah jauh lebih enak dan tidak seramai dulu lagi, mungkin karena range harga Calais yang berkisar di 20 ribuan cukup mahal di jogja.


Pastilah menjadi pertanyaan kan kenapa juga mau bayar lebih mahal buat satu cup Calais? Oke jawabannya ada dua pertama ada di tempat, tempatnya nyaman dan punya wi-fi. Alasan kedua Calais cocok untuk yang suka bubble tea kental. Tehnya juga lebih pahit, lebih terasa "teh"nya, bukan sekedar minuman pakai perasa. Pilihan topingnya juga banyak dari buah, bubble, popping bubble sampai puding.

Favorit saya Hawaiian Tea, sour plum pakai rainbow jelly dan lychee. Oia kalau suka Sour Plum bisa dibilang Calais salah satu yang pas asemnya, ga nylekit. Favorit saya yang lain taro with egg puding, manis taro dan egg puding sama-sama mild tapi teksturnya sih yang buat paling oke, kental di minuman dan kenyal di pudding. Yum!

Sunday, September 1, 2013


Kalau kangen Bandung, salah satu makanan yang buat kangen biasanya surabi. Apalagi surabi enhaii, duh enak banget. Untungnya sekarang surabi Bandung sudah bisa ditemui di Jogja. Kang Sena pelopornya, jualan di depan suzuki gejayan ketika malam lokasinya dekat pom bensin gejayan.


Ada banyak rasa surabi yang ditawarkan Kang Sena ada manis & asin. Yang manis ada versi coklat, jagung, nangka, durian, dll. Kalau asin ada oncom, ayam dan sosis. Disini juga ada colenak loh! Buat harga, tenang, range cuma 2rb sampai 9rb. Dijamin aman dompet makan disini. 


Tempatnya kaki lima, belum permanen. Tapi lokasinya ga pindah-pindah sejauh ini. Karena kaki lima kursinya ga banyak, dan pengunjungnya suka rame silih berganti datang. Jangan lupa siapin recehan karena pengamen suka mampir. Oh ya di warungnya bilang surabi itu slow food, bukan fast food jadi sabar ya nunggunya kalau lagi antri.


Waktu itu saya pesan surabi duren yang original. Durennya berbentuk cair, rasanya manis mild enak ga terlalu lengket dan juga ga lebay manisnya seperti duren buat ketan.


Karena satu ga cukup pesan lagi yang lain. Pesan surabi nangka keju susu sama surabi oncom. Surabi nangka keju susu cocok di lidah saya yang suka manis dan kenyalnya tekstur nangka. Surabi oncom disajikan dengan mayonaise dan saus sambal. Walau kelihatannya kecil ternyata setelah dimakan kenyang juga. Saran sih kalau mau surabi enak makan langsung disini selagi hangat teksturnya masih kenyal lembut. Kalau dibawa pulang sudah ga hangat dan agak keras jadi berkurang kenikmatannya.

Walaupun namanya cowmad, rumah makan ini dijamin dagingnya tidak datang dari sapi gila maupun anthrax dst. Cowmad merupakan tempat penggila sapi bagi definisi mereka. Cowmad punya beberapa cabang ada di Galeria, Seturan & Deresan. Tipikal tempat cowmad selalu semi outdoor dan temaram dengan meja dan kursi kayu yang besar, jadi cocok gitu deh kalau pergi sama pacar ataupun dengan keluarga. 


Range harga di cowmad mulai dari 12.500-30ribuan. Favorit saya kalau di cowmad Iga bakar cowmad (35rb). Hati-hati kalau makan ini, nagih! Bumbunya pedes banget, disajikan berminyak, dengan cabe bergelimangan. Walaupun pedes banget tapi sekaligus enak banget. Kombinasi yang berbahaya. Bahkan sampai daging iganya abis masih pengen nyemilin bumbunya. Udah gitu kalau makan ini ya siap-siap tisu, soalnya saking pedas tapi enaknya tak terasa keringat mengalir di dahi dan ingus dari hidung. Begitulah. Sayang setiap kesini sepertinya dagingnya makin lama makin kecil.


Kalau lagi ke cowmad tapi ragu buat motong-motong iga karena harus makan-makan cantik dengan orang yang disegani atau di jaim-i coba pesen gongso deh (23rb). Karena daging gongso sudah dipotong-potong jadi mudah makannya. Cowmad sangat kuat di bumbu, menu apapun bumbunya enak-enak. Di gongso ini walaupun tipikalnya dominan manis, tapi ga ketinggalan bumbunya yang buat gurih dan pedas memperkaya rasa sehingga tidak membosankan. Cowmad memang cocok untuk penggila sapi.

Buat yang mau makan menu-menu jepang tapi lagi budget ke Sushi Story aja. Harganya cocok banget sama kantong mahasiswa. Ada macem-macem mulai dari sushi, takoyaki dan ramen yang terjangkau. Sushi story punya dua cabang, satu di Galeria lantai paling bawah sama di Seturan.


Kemaren ke sana pesan John Bob Roll. John Bob ini susi yang isinya timun pepaya sama abon. Rasanya lumayan untuk ukuran sushi fusion. Harganya 10rb aja. Range sushi disini mulai dari 5rb sampai 30ribuan.


Kalau yang ini Sakura Ramen. Ramen yang isinya shrimp roll sama tamago. Rasanya juga lumayan gurih. Harganya 12rb saja. Di Sushi Story harga ramen berkisar dari 10rb-20ribuan. Oia, kalau mau minum ocha disini dikasih free loh tapi ga free flow :p Kelebihan lain di Sushi story juga mereka halal karena ga pake mirin. Tempat ini cocok buat mahasiswa.

Big Belly beef ribs & pasta fusion. Di big belly mereka menekankan bahwa ribs dan pasta ini sudah disesuaikan dengan cita rasa lokal. Walaupun pasta dan ribs ini bergaya western, bumbunya tetap gaya lokal. Harga untuk pasta range 20ribuan, sementara ribs 30ribuan. Big belly berada di jalan krasak timur, barat lempuyangan. Tempatnya ga susah dicari dan parkirannya luas sekali.


Pesanan pertama yang datang Dory Pasta. Rasanya enak, perpaduan saus yang asin dengan bumbu pasta yang pedas menggunakan potongan cabe dan daun jeruk. Ikan dory digoreng tepung, ternyata cocok juga buat makan pasta.


Setelah nyobain pasta, harus nyobain ribs juga karena ini spesialisasi mereka. Saya pesan iga sapi bakar dabu-dabu manado. Yang buat takjub dari iga sapi ini adalah porsinya besar sekali dibanding resto iga lain! Benar-benar untuk "big belly". Rasanya kombinasi gurih pedas manis, manis muncul dari dalam dimasak bersama iga sedangkan gurih pedasnya muncul dari sambal dabu-dabu. Jangan lupa order tambah nasi mantep deh kenyangnya.


Ga cuma ribs yang besar. Es tehnya juga besar. Big Belly.


Setelah makan beres saya order dessert creme brulee pumpkin. Dikirain creme brulee beneran, ternyata memang sudah fusion jadi gaya lokal hehe. Lebih mirip bubur labu, disajikan hangat dengan lapisan atasnya terasa manis jahe.

Buat yang ga pengen kurus, yuk ke big belly. ;)