Sunday, May 29, 2016


Sekedar memperjelas, kita tidak sedang membahas pemain Juventus yang lagi naik daun.

Adalah dosa besar meninggalkan Bandung tanpa mencicipi baso tahu goreng. Seperti berbagai macam jenis makanan Sunda lainnya, baso tahu goreng pun mengalami penyingkatan menjadi batagor. Makanan ini mudah ditemui di kaki lima, karena dapat dimengerti proses pembuatannya bisa dibilang cukup mudah.


Dari banyak merek batagor di Bandung, saya suka Kingsley. Ada KING dalam Kingsley, so majestic. Namanya aja udah meyakinkan. Nyari parkirnya pun enak disini. Cuma nyari duduknya aja males. Usahakan tidak datang di jam makan utama.


Beginilah penampakan batagor kingsley. Cukup dua potong tapi buwesaaaarrrr. Kulitnya? Crispy... kreyshhhh... dalamnya? lembuuuttt... Uhhh perpaduannya sempurna. Belum lagi bumbu kacangnya yang halus berminyak (saya suka kuah berminyak) Ah kacaulah enak banget. Lambung nyuruh nambah 2 porsi, hati pengennya 3 porsi, tapi otak bilang jangan nambah karena kasian dompet... akhirnya berkompromi nambah satu porsi lagi.


Kepuasan tadi ditutup dengan salah satu legenda lain dari Bandung, Cendol Elizabeth. Pemilihan cendol yang bersantan dan manis merupakan pilihan tepat agar perut merasa lebih kenyang dan ga terus-terusan craving batagor lagi.

-----

Batagor Kingsley

Jalan Veteran No 25, Kota Bandung

Satu Porsi Batagor: 24rb
Cendol Elizabeth: 15rb
-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:


Wednesday, May 4, 2016


Beberapa waktu yang lalu saya habis jalan-jalan dari Tangerang Selatan. Destinasinya sih keliling-keliling kampus di sekitaran daerah Scientia. Sekilas namanya mengingatkan saya dengan Cyberjaya di Malaysia. Tapi Tangsel punya ga kalah keren kok. Daerahnya tenang dan tertib, masih asik buat belajar.

Pulang dari kampus-kampus saya menyempatkan diri untuk bertemu salah satu fotografer ekspedisi warisan kuliner, Stephanus Metekohy. Menurut beliau tempat yang lagi hits di Tangsel adalah Turning Point Coffee. Sebagai orang yang ga ngerti daerah sini jadi saya iyain aja.


Tiba di Turning Point Coffee saya langsung disambut hangat oleh barista. Namun karena area indoornya penuh saya diarahkan ke bagian outdoor (smoking area). Melihat area depannya yang penuh saya langsung berekspektasi tinggi, tempat ramai pasti punya sesuatu yang menjadi nilai plus.

Ketika hendak memesan saya langsung ditanya mau minum apa. Kopi atau non kopi dan berbagai macam pilihannya. Begitu pula dengan makanannya. Kebetulan kedua menu yang saya pesan tidak ada di menu yang di pajang sehingga saya tidak tahu nama lengkapnya. Pilihan saya jatuhkan kepada sandwich & milkshake.


Inilah penampakan sang sandwich. Kalau kata anak sekarang mah anjaaaaaaayyyyyyyy.....
Enak banget. Sandwich isi keju meleleh dengan daging tebal dan potongan telur. Gila enak banget, ngebayanginnya aja jadi pengen lagi. Dan sandwichnya porsi kenyang, porsi cukup untuk makan siang. Bukan sandwich ala-ala.


Milkshakenya? E-bu-set. Sangat masa kini menggunakan smores & regal & coklat premium. Kombinasi tiga bahan itu emang dahsyat sih, cuma biasaya jadi dessert. Kali ini dalam bentuk minuman. Dan rasanya, enak banget. Ini bukan enak-enakan, tapi enak beneran, jadi gimana dong ngomongnya... Fresh susu ketemu manis coklat sambil sesekali nyendok topping biar lebih bertekstur. Asyik.

Pelayanan yang ramah. Sempet minta untuk pindah meja kalau kosong di follow up. Area outdoor yang bisa dipasang kanopi kalau hujan. Makanan dan minuman yang top. Kunjungan ke Turning Point Coffee sukses dan menyenangkan!

-----

Turning Point Coffee

Ruko Golden 8, Blok K No 10, Jalan Ki Hajar Dewantara
Gading Serpong, Tangerang

Sandwich: 45k
Milkshake: 55k

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:


Tuesday, May 3, 2016


Apa maskapai favoritmu? Mendarat di terminal apa di SHIA? Beberapa penerbangan terakhir saya ambil AA, sehingga saya cukup akrab dengan terminal 3. Namun setelah melihat harga Batik semakin bersaing di jam yang lebih fleksibel saya mulai beralih. Kembali ke terminal 1 membuat saya menemukan foodcetera.


Foodcetera terletak diantara terminal 1B & 1C. Kalau tidak salah gedung yang digunakan dulu merupakan Blue Sky Lounge. Foodcetera merupakan foodcourt dengan sistem kartu ditagih di pintu keluar. Dengan posisinya di gedung sendiri membuat tempat ini lebih nyaman ketimbang gerai diluar yang bercampur dengan orang lain yang hendak mengantar atau menjemput.


Yang mengejutkan di foodcetera adalah harganya yang fair. Saya pikir karena bandara semuanya menjadi lebih mahal. Ternyata sama saja dengan mall kelas menengah di Jakarta. Misal seperti Sushi Corner ini. Setiap satu set sushi berisi empat potong harganya hanya 26rb. Sudah termasuk free ocha freeflow. Sushi yang saya coba ikut rekomendasi pelayan yaitu salmon floss. Rasanya pun tidak buruk. Diatas cukup malah, memuaskan untuk harganya yang murah bagi saya. Paduan daging salmon dengan abon sapi dan isian timun dan wasabinya oke.


Tidak cukup satu porsi saya tambah lagi california roll. Mayo, tobiko, crab stick dan timun berpadu dengan pas. Selain dua jenis tersebut ada pula sushi volcano, unagi, prawn cheese, fish floss, mentaiyaki, dll. Ya memang sushinya kebanyakan fushion. Mungkin kurang tepat bagi penggemar sushi purist. Tapi buat saya sudah cukup. Gerai sushi yang tenang dari keramaian untuk menunggu waktu pesawat.

-----

Sushi Corner

Terminal 1B-1C SHIA

Range Harga: 26rb/4pc
Ocha: Free

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:


Monday, May 2, 2016


Masih dari Food Cetera. Selain sushi mereka juga punya suki. Dan masih banyak lainnya juga. Namun gerai suki mereka cukup besar dan nyaman. Yang asiknya banyak pramugari nongkrong disini sehingga bisa sekalian cuci mata. Gerai Ita Suki juga berhadapan langsung dengan tempat parkir pesawat sehingga memandang keluar pun juga seru karena banyak aktifitas aviasi.


Suki mereka tidak semua ambil sendiri. Ada menu paket yang sudah mereka pilihkan campuran daging dan sayurnya dan sudah termasuk nasi. Saya pilih paket B berisikan bakso salmon, crabstick, tahu ayam, dan aneka sayuran.


Porsinya pas sekali untuk satu orang. Kuahnya bisa pilih kaldu atau tom yam. Kondimen yang diberikan ada bawang goreng, bawang putih dan cabe iris. Paket membuat makan suki jadi mudah karena tidak perlu berpikir tinggal disajikan.

-----

Ita Suki

Food Cetera Terminal 1B-1C SHIA

Range Harga Paket Suki: 31-48k

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:


Sunday, May 1, 2016


Pada suatu hari saya sempat bertemu beberapa orang dari Gunung Sewu. Mereka menjelaskan produk-produk mereka dengan membawa contoh hasilnya. Produk mereka utamanya adalah buah (sunpride), yang saya yakin pasti anda pernah lihat di pasar. Mereka membagikan pisang, nanas dan jambu berkualitas untuk dimakan.


Seiring dengan semakin berkembangnya kebun buah hasil produksinya pun menjadi berlebih. Kelebihan inilah yang dimanfaatkan sebagai ide awal membangun Re.juve. Mereka ingin buah terbaik mereka bisa dikonsumsi dengan cara lain. Pada saat acara berlangsung saya berkesempatan untuk mencicipi dua botol Re.juve yaitu I Glow & Asian Green.


Kedua jus tadi merupakan andalan mereka. Classic all time favourite. Setelah dicoba, saya mengerti mengapa jus sehat ini menjadi tren yang baik. Tidak terasa sama sekali pahit dari sayuran. I Glow terdiri dari nanas, apel dan wortel. Rasanya asam segar dengan sentuhan manis dan wangi. Menurut mereka untuk menghasilkan rasa manis dalam jus memerlukan konsentrasi buah yang tinggi dalam jumlah yang besar. Mereka tidak memasukkan gula tambahan, rasa manis yang ada pada dalam jus adalah manis alami. Begitu pula dengan Asian Green, bayam dan timun terasa balance ketika bertemu takaran nanas dan apel yang pas. Kedua jus ringan untuk dikonsumsi. Baik untuk aktivitas sehari-hari.

-----

Re.juve

Available in several mall in Jakarta

Price range: 45-60k

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:




Saya suka berbagai macam menu teh tong tji. Mau creamy atau fruity ada, hangat pun juga enak. Ini bukan pertama kali saya ke Tong Tji. Sebelumnya saya suka order teh frussion atau choco tea mereka, tapi untuk kali ini saya sodorkan teh serai mereka. Wangi, gulanya gula batu campur jahe dan nipis juga. Super banget.


Makanannya juga boleh coba. Saya coba Mie Jawa. Sudah lama tidak makan setelah meninggalkan Jogja. Porsinya menengah atas dengan potongan daging yang banyak, enak walaupun jangan dibandingkan dengan masak anglo tapi ya.


Kimlo mereka juga oke. Manis gurih telur pindang dan potongan daging ayam. Belum termasuk nasi tapi cocok buat yang mau makan ga terlalu berat tapi tetap hangat.

-----

Tong Tji Tea Bar


Mall Artha Gading
Jalan Boulevard Artha Gading, Kelapa Gading, Jakarta
(atau di berbagai mall lain di Jakarta)

Range Harga Teh: 8-23k
Range Harga Makanan: 18-43k

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow: