Monday, October 31, 2016


Gancit emang surganya makanan. Banyak makanan enak disana dan paling penting lagi adalah deket dari rumah. Salah satu tempat makan yang saya rekomendasikan di Gancit adalah NamNam. NamNam Noodle Bar merupakan restoran cabang dari Singapura yang menawarkan menu-menu khas Vietnam. 


Namanya juga noodle bar, ya ga lengkap dong kalau ga nyobain mie-nya. Waktu itu saya cobain Hanoi Pho Kampong Chicken Spesial. Rasanya enak banget, gurih. Mendekati otentiknya di Vietnam. Porsinya besar, isiannya ada potongan daging ayam, ati dan yang paling spesial telurnya, rebus setengah matang sesuai kesukaan saya.


Mencoba makanan Vietnam tentu tidak lengkap kalau tidak coba banh mi. Kuliner roti hasil akulturasi dengan kultur Perancis ini teksturnya sangat renyah sekali di NamNam. Isiannya juga mantap, chili-lemongrass chicken dengan omelet dan abon ayam. Rasanya perpaduan manis asin asam pedas dan gurih, komplit. Sayur segarnya juga ikut menambah kaya tekstur.


Sebagai penutup kami mencoba minuman soda tamarin & sugarcane juice. Yang membuat spesial minuman ini adalah, soda tamarinnya pakai kacang dan kayu manis, jadi wangi dan gurih gimana gitu hehehe. Dan tebunya juga ga cuma manis doang tapi seger karena ditambahin jeruk purut.

---

NamNam Noodle Bar

Lantai LG Gandaria City Jakarta Selatan 

Pho Kampong Chicken Special: 80k
Banh Mi Chili-Lemongrass Chicken: 60k
Tamarind Soda with Peanut: 40k
Sugarcane Juice with Kaffir Lime: 40k

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Saturday, October 1, 2016


Yogya Riau Junction Bandung, Foto diambil dari wikimapia

-----

Pujasera di Thailand sangat bangga akan makanan-makanan lokalnya. Apabila Indonesia ingin memajukan kualitas pujasera bisa belajar ke Thailand, bagaimana mereka mengelola pujasera dengan kearifan lokal tanpa mengurangi muatan kenikmatan. Kalau harus mengambil contoh lokal, saya rasa Yogya Dept. Store bisa dijadikan acuan dalam mengelola pujasera. Mereka memilih tenant-tenant lokal yang berkualitas, tanpa harus menjual dengan menaikkan harga yang berlebihan. Kesimpulan ini saya dapatkan setelah menjajaki pujasera baik Yogya Bogor Junction dan Yogya Riau Junction (Bandung).


Di pujasera Riau Junction saya menemukan dua nama legenda kuliner Bandung yaitu Iga Bakar si Jangkung dan Pempek Rama. Sebagai wisatawan, tentu kehadiran kuliner terbaik di satu tempat sangat menghemat waktu sehingga sisa waktunya bisa dialokasikan ke tempat wisata lain.

Saya belum pernah mencoba kedua kuliner tersebut di tempat aslinya, tapi bisa saya jamin keduanya yang saya coba di pujasera Riau Junction enaknya bisa dibilang di atas rata-rata. Iga bakar disajikan sudah dalam bentuk dipotong dagingnya. Iga terbalut dengan siraman kuah kental yang sangat greng pedasnya! Selain pedas, rasa gurih manis pun dapat dirasakan sehingga balance dan maknyus. Hampir mau nambah, kemudian teringat masih banyak lagi target tempat kuliner lain di Bandung.


Pempek Rama pun tidak kalah dalam menujukkan kualitasnya. Renyah digigit, lembut dikunyah, mejadikan pempek Rama mantap. Kulit, keriting, lenjer semua terasa ikannya. Cukonya juga tidak main-main dalam kombinasi pedas manis dan asamnya pas. Sangat tidak kecewa memesan pempek Rama. Tidak salah mereka berdua jadi legenda.

Nanti kalau ke Bandung lagi, harus balik ke Food Court Riau Junction.

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow: