Saturday, October 1, 2016


Yogya Riau Junction Bandung, Foto diambil dari wikimapia

-----

Pujasera di Thailand sangat bangga akan makanan-makanan lokalnya. Apabila Indonesia ingin memajukan kualitas pujasera bisa belajar ke Thailand, bagaimana mereka mengelola pujasera dengan kearifan lokal tanpa mengurangi muatan kenikmatan. Kalau harus mengambil contoh lokal, saya rasa Yogya Dept. Store bisa dijadikan acuan dalam mengelola pujasera. Mereka memilih tenant-tenant lokal yang berkualitas, tanpa harus menjual dengan menaikkan harga yang berlebihan. Kesimpulan ini saya dapatkan setelah menjajaki pujasera baik Yogya Bogor Junction dan Yogya Riau Junction (Bandung).


Di pujasera Riau Junction saya menemukan dua nama legenda kuliner Bandung yaitu Iga Bakar si Jangkung dan Pempek Rama. Sebagai wisatawan, tentu kehadiran kuliner terbaik di satu tempat sangat menghemat waktu sehingga sisa waktunya bisa dialokasikan ke tempat wisata lain.

Saya belum pernah mencoba kedua kuliner tersebut di tempat aslinya, tapi bisa saya jamin keduanya yang saya coba di pujasera Riau Junction enaknya bisa dibilang di atas rata-rata. Iga bakar disajikan sudah dalam bentuk dipotong dagingnya. Iga terbalut dengan siraman kuah kental yang sangat greng pedasnya! Selain pedas, rasa gurih manis pun dapat dirasakan sehingga balance dan maknyus. Hampir mau nambah, kemudian teringat masih banyak lagi target tempat kuliner lain di Bandung.


Pempek Rama pun tidak kalah dalam menujukkan kualitasnya. Renyah digigit, lembut dikunyah, mejadikan pempek Rama mantap. Kulit, keriting, lenjer semua terasa ikannya. Cukonya juga tidak main-main dalam kombinasi pedas manis dan asamnya pas. Sangat tidak kecewa memesan pempek Rama. Tidak salah mereka berdua jadi legenda.

Nanti kalau ke Bandung lagi, harus balik ke Food Court Riau Junction.

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:


Tagged: , , , , , , , , , , , ,

0 komentar:

Post a Comment