Wednesday, February 18, 2015


Wah, kaget banget waktu tau ada sate maranggi sekarang di Jogja. Makin kaget pula waktu tau yang jual ternyata mang sams mith yang menang grammy.  Dengan hadirnya sate maranggi mang ini adalah bukti bahwa semakin kaya deretan kuliner Khas Sunda di Jogja. Lokasinya di Jakal Km 8,5. Kalau kamu dari arah selatan plangnya akan mudah terlihat dengan jelas di barat jalan. Jangan takut untuk masalah parkir. Parkir mobil luas! apalagi buat motor, yang kaya gini saya demen hehehe.


Sambil Mang Sams bakar satenya kami sempat ngobrol ngobrol sedikit dengan pemiliknya Mang Arbi. Ternyata namanya bukan Sams. Mereka namain satenya Sams karena punya impian ingin sebesar negara Paman Sam. Wuah, keren juga filosofinya, saya doain semoga bisa beneran jualan sampe ke Amerika. Alasan kenapa mereka jual sate maranggi karena memang belum pernah ada sebelumnya di Jogja. Dan untuk menjaga keaslian dari sate maranggi mereka pasangkan dengan ketan dan oncom. Wah wah, hebat juga pikir saya karena memang mencari oncom di Jogja bisa dibilang susah banget. Selain sate maranggi, menu andalan lainnya adalah soto tangkar. Soto asli Betawi tersebut juga bisa kamu coba di Mang Sams.


Seporsi soto tangkar cuma sembilan ribu perak saja. Harga mahasiswa pastinya menurut Mang Arbi. Dengan harga terjangkau sudah dapat soto tangkar dengan potongan iga sapi sama babat. Kuahnya juga nyes pake bawang sama tomat. Jangan lupa empingnya biar kriuk. Soto tangkar cocok banget nih buat yang pengen anget anget, atau pas lagi ujan.





Kalau sate maranggi seporsinya enam belas ribu. Sate maranggi campur lemak sembilan belas ribu. Saya coba yang tanpa lemak. Dan menurut hemat saya adalah... ehm, sate marangginya enak manis gurih, oncomnya juga enak pedes fresh, ketannya juga enak lengket lengket nagih... tapi... kalau semuanya dimakan barengan... wuah... kesempurnaan  Manisnya dapet, gurihnya dapet, pedesnya dapet. Belum lagi perpaduan tekstur kenyal dan empuk. Jadi pengen nambah.


Untuk minumannya yang spesial adalah teh naga & jeruk kelapa muda, semuanya disajikan dengan gelas jumbo! Kalau mau yang seger pilih jeruk kelapa. Kalau mau manis coba teh naga, datang dari malang wangi banget bau vanilla.

Kami senang sekali icip icip menu tradisional Indonesia. Kalau kamu memiliki selera yang sama maka Sate Maranggi Mang Sams wajib di list untuk dikunjungi.




Soto & Sate Maranggi Mang Sams

Jalan Kaliurang Km 8,5

Sate Maranggi: 16k
Soto Tangkar: 9k
Kelapa Muda Jeruk: 6,5k
Teh Naga: 3k

Monday, February 16, 2015


Gatau kenapa, saya merasa harus segera kesini. Panggilan hati saya cukup kuat melihat plangnya yang bertuliskan pusat makanan khas Palembang. Sepertinya bakal ada sesuatu yang menarik di Faras.


Dugaan saya tidak salah. Faras cukup lengkap dibanding warung makan Palembang/Sumatera Selatan lain di Jogja. Yang buat saya takjub adalah mereka jual pempek belida. Ikan belida sudah semakin mahal dan jarang. Selain itu ada pula lenggang goreng, model panas (eits, menggoda ini model panas, bahaya buat yang ga kuat iman soalnya mengenyangkan hehehe), tekwan, celimpungan dan laksan. Hayo, di Jogja dimana cari laksan dan celimpungan? Saya aja baru denger namanya disini.


Menurut mas yang jual celimpungan dan laksan mirip seperti pempek, bedanya laksan pakai kuah santan kalau celimpungan pakai kuah lempah kuning. Hayo apa lagi itu lempah kuning? Saya juga belum nemu di Jogja jadi belum bisa menjabarkan, baru nyoba  dua kali karena dibuatin. Kami hungerranger senang sekali bisa mengetahui kuliner kuliner khas dari beragam Provinsi. Warung makan bertema provinsi based seperti ini harus ada lebih banyak lagi.


Karena lagi sibuk saya pilih take away saja. Saya pesan pempek belida karena memang penasaran. Yang saya rasakan ketika mengigit pertama adalah lembut dalamnya kenyal luarnya. Tepungnya tidak dominan, memang terasa ikannya nendang dan baunya khas, berbeda. Kuahnya kental sehingga menempel di pempek. Ebinya gurih gurih empuk. Kuahnya pedas dan samar samar asam. Top class pempek.


Tekwannya pun lumayan. Lembut sekali dengan kuah yang gurih soft. Perpaduan soun dan bengkuangnya pun oke. Bagi yang lemah kepada kuah pempek cobalah tekwan. Lebih nyaman di perut. Untuk harga bisa dibilang sedikit tinggi, namun dengan pengalaman yang saya coba, memang worth to try. Akan kembali lagi ke sini untk celimpungan, laksan, lenggang goreng dan model panas tentunya!

Faras

Jalan Monjali No 143

Pempek Kecil: 6rb
Pempek Belida: 30rb
Tekwan: 25rb

Sunday, February 15, 2015


Bersalah juga belum masukin tempat ini ke indeks. Buat yang hidup di Jakal bawah pasti sering lewatin Kuki Bakery. Bakery yang satu ini harganya sangat mahasiswawi. Tidak perlu merogoh kocek dalam dalam untuk menikmati berbagai macam kuenya.


Ada berbagai macam roti, cake coklat, risoles, roll, cheese cake. dst dst dst. Karena saya juga ga hafal. Tips dari saya kalau lagi budget datanglah kesini, karena walaupun terjangkau penampilan kuenya tidak kalah menarik dari bakery lain. Rasanya pun not bad. Buat jadi hantaran atau jamuan pun juga oke. Kalau mau makan ditempat juga ada beberapa kursi di dalam Kuki Bakery


Terakhir ke Kuki Bakery saya beli empat buah panganan. Yang pertama saya coba japan cheesecake, teksturnya spongy, kejuya terasa walau tidak full. Blueberry di atasnya tidak mudah tumpah, lumayan. Lalu yang kedua risol sosis keju, snack ini sedikit dari yang asin asin yang ada di Kuki. Namun rasanya juga enak, sosisnya terasa. Lalu yang ketiga adalah kue banana cheese. Kue pisang dengan tekstur spongy dan keju diatasnya. Terakhir yang paling lucu adalah roti minion, yang isinya adalah kelapa. Roti biasa namun pengemasannya apik.



Kuki Bakery

Jalan Kaliurang Km 5

Japanese Cheesecake: 10k
Risol Sosis Keju: 2,5k
Banana cheese: 4k
Roti Minion: 3k


Perjalanan keliling bakso tiap Selasa memang sudah lama berakhir. Tetapi bukan kami berhenti makan bakso. Dan semakin lama semakin banyak pula warung bakso yang buka di Jogja. Dulu keliling bakso dihentikan karena lebih banyak menemukan kekecewaan ketimbang tempat untuk direkomendasikan. Tapi, bakso yang ini dengan semangat menggebu gebu bisa saya bilang ntap gan!



Bakso Mas Bambang beraliran Wonogiri. Rendaman tengkleng membuat kuahnya begitu gurih dan uenak. Baksonya sendiri tidak main main. Dagingnya padat, bukan hanya sekedar tepung. . Tanpa tengkleng saja sudah bisa saya katakan uenak buanget apalagi kalau ada tengklengnya. Wah wah wah. Tengklengnya empuk dan enak bingo.


Ini mie ayamnya. Untuk rasanya okelah, highlight terbesar tetap diberikan kepada kuah dan baksonya yang menyempurnakan sang mie ayam.


Berikut statement dari Mas Bambang yang sudah punya cabang di kota lain. Harus di bold: bakso itu DAGING!




Ada lesehannya juga. Tumben tumbenan warung bakso ada lesehannya.



Bakso Tengkleng Mas Bambang

Samping Selatan SPBU Jalan Monjali

Bakso Tengkleng: 17rb
Mie Ayam 12 rb

Friday, February 13, 2015


Melcosh. Tempat pertemuan pertama kami dengan komunitas Foodgram YK. Lalu saya bingung mau nulis apa lagi...

Berlokasi di Jakal Km 23 Melcosh merupakan tempat yang asik karena semi outdoor dan udaranya segar di kaki gunung. Tetapi kekecewaan bermula dari banyaknya menu yang kosong atau terbatas karen porsinya tinggal tersisa sedikit. Tiga menu yang berhasil kami coba adalah pisang bakar, jadah, dan mendoan.


pisang bakar


mendoan


jadah

Tidak ada yang salah dari rasa makanannya. Mendoannya okelah. Jadahnya juga asik ada isi pisang. Untuk pisang bahan toppingnya mirip jadah. Jadi saya sarankan pesan jadah saja. 


Yang disayangkan dari tempat ini adalah selain menunya banyak kosong adalah pelayanannya lama. Pelayan bolak balik untuk menanyakan ulang dan memastikan pesanan kami. Lalu ketika ada pesanan yang kosong pelayan kembali bertanya bolak balik. Makanan pun tiba lebih dari setengah jam. Untungnya kami beramai ramai sehingga menunggu tidak terasa. Namun yang lebih pahit adalah ketika salah satu penulis kami bertanya kapan makanannya keluar ke seorang pelayan, yang didapat adalah bentakan. Ah. Entahlah apa yang ada dipikirannya. Yang jelas kami tidak marah, tidak membentak, tidak melakukan kekerasan fisik. Yang kami inginkan waktu itu hanya berkumpul bersama. Tempat ini tidak salah, namun pelayannya telah memberi impresi salah.

Melcosh

Jalan Kaliurang Km 23

Mendoan, Pisang, Jadah: Under 10k

Franchise ayam goreng ternama dari Busan, Korea Selatan akhirnya buka cabang di Jogja. Sebelumnya saya sudah sering lihat Bonchon di Jakarta dan Bandung, namun apa daya saya belum sempat mencoba. Ternyata malah datang ke Jogja!


Ada beberapa menu khas Korea di Bonchon. Menu andalannya ayam goreng. Selain itu ada juga bibimbap, bulgogi. Range harganya mirip dengan waralaba gerai cepat saji lainnya.


Gerain Bonchon di JCM sangat luas. Hingga dua lantai. Kebetulan waktu saya makan hari senin siang jadi tidak terlalu ramai. Awalnya sempat kemari ketika opening namun banyak yang sold out sehingga kami batalkan kunjungan ke Bonchon.


Highlight makanan pertama jatuh kepada bimbimbap. Nasi campur korea ini disajikan dengan ayam. Telur yang matang, serta saus yang terlalu sedikit. Rasanya tidak buruk, namun sausnya kurang karena tidak bisa tercampur sampai dengan nasi ke bagian bawah.


Selanjutnya sate sate ini. Ada lima jenis sate yaitu nori, pearl, ball, potato, dan siomay.  Namun saat kesana yang ready adalah siomay dan potato. Satu paketnya isi tiga. Rasa sate somaynya lumayan buat yang butuh gigitan kenyal. Untuk kentangnya padat tapi lembut, saya agak kurang biasa enak kalau pakai saos kentangnya.


Nah yang ini nih harus di bold, mochi ice cream. Saya sudah pernah makan mochi es krim di beberapa tempat. Semuanya rasanya sama, mochi keras isinya es krim beku. Di bonchon mochi ice cream bermakna mochi ice cream. Mochi lembut kenyal dengan eskrim lembut lumer meleleh di mulut ketika di gigit. Dipujikan mochi ice creamnya, penggemar dessert harus coba,



Terakhir. Ya, kenapa terakhir? Karena ini pamungkas. Ayam gorengnya memang yang terbaik. Pertama saya pesan yang paket biasa, satu ayam nasi dan minum. Ternyata kurang banyak. Akhirnya nambah lagi beli ayamnya ala carte. Ayamnya nagih, dominan gurih pedas dengan samar manis lalu layer bawahnya lagi samar asam. Oh ya minta yang spicy ya waktu ngorder, jangan yang original. Soalnya yang spicy nikmat. Kebangetan nikmatnya.

BonChon

Jogja City Mall

Combo 1 (chicken, rice, drink): 39k
Combo 2 (bimbimbap, drink): 27k
Mochi (small): 15k
Bonstix (3 mix): 18k














Tuesday, February 10, 2015


Ketika sabarbar tampil menjadi band untuk opening Havermeelkoek saya tahu bahwa tempat ini akan menjadi epic. Pilihan bandnya aja sangat keren dan luar biasa. Tempatnya kecil, di pelataran sebuah hotel di daerah Jogja. Namun ditata dengan apik dan cantik sehingga tempatnya terlihat indah di pandang mata serta instagramable.


Hanya ada tiga meja di dalam. Lalu dua meja lagi di luar. Pie dan cupcake serta kue kering terpajang di depan. 


Enak enak enak. 3 kata yang keluar dari mulut saya waktu mencoba pie dark crumble cherry dan cupcake red velvet blueberrynya. Pienya crust dan toppingnya sempurna. Apalagi ada ice cream vanilla di toppingnya. Aduh, anda bisa pesan seloyang dengan harga murah. Cupcakenya juga menu yang oke punya, fluffy dan lembut, dengan isian blueberry jam.


Toast Grilled Cheese


French Toast Apple Cinnamon

Akhirnya kami pesan dua toast. Satu toast grilled cheese dan satu lagi french toast apple cinnamon. Walaupun kelihatannya seperti biasa saja, rasanya.... wah parah... ngajak ribut buat pengen nambah... Enaknya parah banget. Yang keju lumer pake daging gitu sama roti renyah lembut gimana ga mantep. Apalagi yang apple cinnamon, beuh manis mild favorit saya dengan wangi dan roti lembut khas french toast di toast dengan susu dan telur. parahparahparah enak banget.

ini sih wajib kesini lagi

-----

Havermeelkoek

Jalan Prawirotaman 2 No 71

French Toast Apple Cinnamon: 16,5k
Toast Grilled Cheese: 19k
Pie 24,5k
Cupcake 11,5k

Monday, February 9, 2015


Dengan segala fasilitasnya saya pikir rofa point bisa menjadi rumah kedua. Ada wifi, ada games, tv kabel, bahkan mushola, lengkap sekali. Sayang saya datang di hari yang salah. Waktu saya datang lantai satunya sedang renovasi dan wifinya ga jalan. Sedih sekali.


Daripada berkecil hati saya pun tetap melanjutkan dengan niatan icip-icip roti maryam yang menjadi andalan mereka. Selain roti maryam mereka juga jual sambosa. Rofa point memiliki dua lantai. Di beberapa spot ada colokan, jadi aman buat yang mau bawa laptop.


Ternyata, roti maryam yang dijual di rofa memang istimewa. Karena roti maryamnya DIY, alias do it yourself. Kalau pesan roti maryam bisa pilih sendiri topingnya mau apa dan sebanyak apa. Tekstur rotinya renyah pinggir lembut tengah. Lumayan.


bar topping roti maryam


Lalu saya coba sambosa choco melt. Biasanya sambosa berisi kari gurih. Tapi di rofa dimodifikasi jadi manis (ada juga sih tetep yang gurih). Karena unik saya jadi pengen coba. Rasanya manis, renyah dan lumer coklat ketika digigit.


Koleksi games di rofa cukup lengkap. Yah nanti mungkin kesini lagi ketika sudah kondusif dan enak buat santai-santai.

-----

Rofa Point 
Jalan Selokan Mataram Seturan

Roti Maryam Spesial: 17k
Sambosa Choco Melt: 13k

Kue cubit makin hari makin gaul. Waktu pulang ke rumah sempet diceritain adek di Bogor ada yang jual kue cubit rasa red velvet, taro, green tea, nutella dkk. Yang belinya ampe orang-orang Jakarta sama Depok, lebih dahsyat lagi ada juga yang bela-belain dateng dari Bekasi. Ebuset. Saya sempet mau cobain beli entuh kue cubit, pas liat nomer antrian ada lima puluh orang lebih ngantrinya langsung mundur teratur.

Ga lama pulang ke Jogja ternyata malah ada yang jual kue cubit gaul deket rumah. Mungkin kue cubit bisa jadi gaul karena namanya menggemaskan. Coba kue pukul atau tampar, dijamin kurang laris karena dikira mempromosikan kekerasan. Ah, apalah cerita dua paragraf pembuka ini ga jelas sekali memang.


Jadi, kue cubit gaul yang baru buka di Jalan Pandega Marta ini bernama Kue Cubit & Chocolate 69. Karena coklat menjadi namanya maka saya pesan minuman coklat sembari menunggu pesanan kue cubit. Saya pesan choco banana. Coklatnya ga terlalu manis, jadinya asik buat saya. Pisangnya di blend alus banget, tetep kerasa tapi teksturnya sudah menyatu dengan coklat. Tidak terlalu kental, lebih ke cair-cair lembut.


kue cubit susu green tea marshmallow


kue cubit susu nutella oreo

Dan inilah penampakan kue cubit gaul yang saya bawa pulang ke rumah. Sejauh ini rasanya baru ada tiga: original, nutella, green tea. Dengan pilihan topping: oreo, keju, nutella, marshmallow. Menurut saya kue cubit di 69 teksturnya empuk dan matang. Kurang gemes, cair dan cubitable. Yang greentea kurang manis, tapi enak pake topping marshmallow meleleh. Kalau yang nutella oreo lebih cocok buat saya karena lebih manis dan toppingnya juga manis.

Jadi gimana, saya sudah gaul belum sist?

-----

Kue Cubit & Chocolate 69

Jalan Pandega Marta
(Seberang SS)

Kue Cubit Nutella: 8k
Kue Cubit Green Tea: 8k
Topping Oreo: 1k
Topping Marshmallow: 3k
Choco Banana: 8k

Nambah lagi daftar tempat makan yang dua puluh empat jam selain burjo. Kali ini lokasinya di daerah Babarsari. Bubur Park namanya. Menu andalannya bubur, kalau ga mau makan bubur bisa makan nasi. Makan nasi sistemnya prasmanan, kalau bubur baru diambilin sama masnya.


Bubur Park menyajikan bubur bergaya padat. Yang menjadi pembeda di Bubur Park adalah buburnya bisa pakai keju, abon atau keduanya. Aneh? Tidak juga ternyata, penambahan keju di bubur tidak buat eneg. Keju di bubur akan tercampur sebagai tekstur lunak. Perubahan yang terasa adalah kuahnya semakin asin gurih. Sementara itu abon membuat rasa bubur menjadi manis gurih.


Setiap makan bubur di Bubur Park akan disajikan kerupuk seperempat panci. Untuk tambahannya ada sate usus sama sate ayam. Cocok buat yang suka buburnya komplit.


Daftar menu dan harganya bisa dilihat diatas. 
Lumayan ya harganya, masih terjangkau kan.

-----

Bubur Park

Ruko Babarsari Belakang Circle K

Bubur Ayam: 9k
+Abon: 1,5k
+Keju: 1,5k
+Sate: 2,5k