Wednesday, September 30, 2015


Makan es ga mesti ke cafe-cafe gaul. Es krim homemade pun ga kalah enak. Salah satu contohnya adalah es puter Herry. Konon, es ini sangatlah laris. Karena yang pesan sampai bergentong-gentong. Hal ini menyebabkan para pemesan level piringan harus gigit jari kalau terlambat datang.


Bisa dilihat pada foto di atas seperti apa gentongnya. Yang lebih seru lagi setiap hari menunya tidak sama. Pilihannya acak tergantung mereka sedang membuat es krim apa. Kebetulan waktu saya datang ada rasa durian, cokelat dan kelapa muda.


Karena pilihannya cuma tiga.... yaudah cobain aja semua! Untuk coklatnya, emm ya rasa coklat. Kalau kelapa mudanya baru berkesan, klasik, jangan dilewatin. Terus kalau duren, wah yang ini wajar memang kalau lebih mahal. Wajib beli rasa duren, karena eskrimnya bukan sekedar hanya perasa durian, melainkan juga pakai daging durian asli. Enak! Sama tempat ini herannya cuma satu aja sih, kenapa ga buka siang ya? Padahal pasti laris siang-siang!

-----

Es Puter Herry

Gang Pinggir, Pasar Semawis

Es Durian: 15k
Es Coklat: 10k
Es Kelapa Muda: 10k

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Gang Lombok bukan hanya milik loenpia! Aneka es di gang lombok ini sepertinya underrated. Padahal citarasanya sangat berciri khas dan pantas untuk dinikmati lebih banyak orang.


Semarang adalah kota yang cukup panas membara, bisa menemukan es enak di siang bolong merupakan anugerah. Dan aneka es cukup berkesan buat saya, karena semua bahannya home made. Mulai dari sirup hingga manisan. Ya, ga salah kok, buahnya bukan buah segar langsung potong melainkan hasil dari manisan sehingga menghasilkan citarasa yang asam manis namun tetap segar. Manisannya terdiri dari kolang-kaling, mangga, nanas dan pepaya. Sirupnya frambozen juga buatan sendiri.


Untuk yang kurang suka buah maka juga ada juga selain es campur yaitu es cao, dimana bahan yang dipakai sama namun isiannya hanya cincau dan kelapa sehingga rasa sirupnya menjadi lebih kuat ketimbang es campur. Keduanya sama-sama segar dan menyenangkan!

-----

Aneka Es

Gang Lombok, Semarang

Es Campur: 20k
Es Cao: 20k

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Tuesday, September 29, 2015


Pertama-tama, pasti pada tau kan Cimory? Kalau ga tau mereka punya restoran, minimal tau kalau mereka jualan yoghurt. Kedua, ya resto Cimory kedua ini memang lokasinya di Bawen. Agar lebih mudah untuk mengkategorikan saja maka saya masukkan di bagian Semarang. Tiga, saya belum pernah ke resto Cimory pertama yang di Puncak. Sebagai orang Bogor, saya merasa gagal.


Inilah kunjungan pertama saya ke resto Cimory. Kesan pertama yang saya dapatkan adalah asik banget tempatnya! Asri, cocok buat liburan. Cocok untuk mengajak keluarga, orang tua dan anak-anak. Rasanya betah gitu nongkrong lama-lama di sini.


Selain makan, ada aktifitas lain juga seperti bisa mengunjungi pabrik dan kebun lalu ada pula tempat bermain untuk anak-anak. Tetapi untuk jam buka saya kurang tahu, ketika saya sampai disana sudah terlalu sore sehingga sudah tutup.


Aktifitas lainnya adalah kegemaran ibu-ibu, belanja. Produk Cimory yang kebanyakan susu based membuat olahannya tidak tahan lama. Hebatnya mereka meluncurkan Chocomory. Produk oleh-oleh yang coklat based. Strategi yang cerdas karena orang-orang tetap bisa pulang dari Cimory dengan oleh-oleh yang tahan lama.


Sebagai pembuka dan saya memang ingin santai agak lama, maka saya pesan potato wedges & cheese. Enak! Potongan kentang bertabur rosemary dengan lelehan keju. Pilihan asik buat ngemil.


Selanjutnya baru masuk ke menu berat. Saya pesan yong taufu dan soto mie. Soto mienya berkuah bening dan potongan dagingnya banyak. Untuk yong taufu, mereka gunakan tofu, bakso ikan, crab stick serta mie sebagai sumber karbohidrat.


Terakhir tentu saja tidak lupa untuk mencoba menu andalannya, susu! Susu segar mereka memang top. Saya pesan yang original, plain, tapi tanpa rasa aja udah enak! Buat yang suka rasa-rasa susu mereka juga tersedia dalam rasa pisang, kopi dan strawberry.

-----

Cimory on the Valley

Jalan Raya Soekarno Hatta Km 30, Bergas, Jawa Tengah

Potato Wedges & Cheese: 26.5k
Mixed Yong Taufu: 33.5k
Soto Mie: 38.5k
Fresh Milk: 6k
Fresh Milk with Jelly: 10k

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:


Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin. Hungerranger tidak pro dan tidak anti tembakau. Merokok atau tidak mohon hargai hak-hak orang lain baik orang tersebut merokok atau tidak.


Wah, ada peringatannya? Ya iya, soalnya cafe yang satu itu memang cafenya para ahli hisap, alias tukang ngudut. Saya tertarik kemari bukan karena saya perokok aktif, saya hanya tertarik dengan koleksi dan racikan tembakau mereka. Menarik, seperti museum. 


Racikannya ada berbagai macam hingga puluhan toples. Saya mencoba mencium beberapa ada yang cukup tajam sampai berbau wang karena dipadukan dengan aroma buah-buahan.


Untuk pembelian minimal 5 gram. 5 gram cukup untuk membuat rokok 5 hingga 7 batang. Harganya bervariasi tiap jenis. Cuman karena saya bukan perokok saya hanya minta untuk mencoba dua linting yang dikasih gratis oleh mas yang jaga waktu itu (lupa namanya, maaf ya mas, hehe). Saya coba semangka dan vanilla. Karena juga kurang pengalaman dalam bertingwe, alias linting dewe, saya pun diajari untuk melinting menggunakan mesin. Namun masih dari kata mas yang jaga, enakan ngelinting manual pakai tangan, lebih padat ketimbang pakai alat.


Dua linting yang saya coba, kurang greng. Rasanya sangat ringan. Namun memang mengeluarkan wangi yang unik. Tidak ada perbedaan rasa dari vanila dan semangka, hanya wanginya saja. Mungkin tembakau racikan ini ditujukan untuk perokok casual atau social smoker.


Setelh sedikit berbincang-bincang saya pun membeli cerutu vanila ini masih dari keluaran mereka juga. Ga enak, masa udah nongkrong, dikasih dua linting ga beli apa-apa, kan eyk bukan cowok romantis alias rokok makan gratis. Cerutu vanilla ini lebih greng daripada dua linting yang tadi. Cuma ga saya habisin juga sih. Soalnya lama dan berat. Hehehe. Kepada perokok, selamat berkunjung ke Mukti Cafe!

-----

Mukti Cafe

Jalan KH Wahid Hasyim 2A, Semarang

Cerutu Vanilla: 18k

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:


DIE DIE MUST TRY. Klise, tapi beneran, ciyus. Ini tempat dimana tahu gimbal menemukan kesempurnaan. Tahu gimbal tidak pernah sesempurna ini. Disinilah surga tahu gimbal. Hebatnya lagi, Pak Man adalah orang yang humble. Walaupun tempat ini adalah tempat untuk makan tahu gimbal terbaik di muka bumi, beliau menamakan warungnya dengan nama lumayan.


Palelo lumayan! begitulah kira-kira kasarnya. Kalau Pak Man mau sombong sedikit, maka saya rasa beliau memang berhak. Pujian ini setinggi-tingginya untuk perkara tahu gimbal (kalau perkara es teh sama es jeruknya ya ga masyuk). Sayurnya, segar! Krenyes! yang terbaik. Begitu pula tahunya, tidak akan ketemu tahu asam. Bumbu kacangnya? menggelinjang. Bakwannya renyah, udangnya gemuk. Tidak terasa air mata ini menetes bahagia ketika memakannya. Seperti melihat anak anda yang bandel akhirnya wisuda juga.


Mungkin lonely planet & trip advisor belum kemari. Tapi cih, siapa peduli, kami Ekspedisi Warisan Kuliner sudah kemari. Tempat ini sudah bersertifikasi. Silahkan rasakan pengalaman bertahu gimbal terbaik di muka bumi. (kecuali kalau dateng pas rush hour, tempatnya sempit jadi sabar dikit. untuk pengalaman maksimal jangan dibungkus)

-----

Tahu Gimbal Lumayan Pak Man

Jalan Plampitan no 54

Tahu Gimbal: 18k

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:


Kalau di Semarang ngomong terang bulan, itu artinya bukan martabak manis. Karena orang Semarang menyebut martabak manis sebagai kue Bandung. Entah dari mana nama bandung ini berasal cukup membingungkan karena martabak manis punya berbagai macam nama dari hok lo pan, terang bulan, sampai apam pinang. Bingung? Intinya terang bulan di Semarang bukan martabak manis.


Kue terang bulan terbuat dari roti yang lembut, lebih mirip pancake. Sekarang kue terang bulan ini juga udah gaul, rotinya pake rasa-rasa. Ada coklat, red velvet, green tea, strawberry dsb. Berhubung kue ini cukup laris dan saya terlambat ngantri saya cuma punya pilihan coklat waktu itu. Supaya tidak terlalu manis saya padukan dengan isian topping keju. Iya, toppingnya juga gaul ada toblerone, nutella, ovomaltine, dll.



Voila, inilah hasilnya. Berhubung ini waktu dibeli udah jam 9 malem saya mikir duh kayanya bikin gemuk dan kenyang nih ga abis karena udah keliling makan seharian. Begitu pula dengan si Susur yang bantu guide di Semarang katanya kenyang. Eh taunya abis juga enam potong berdua. Enak sih ternyata, manis asin gurih keju lembut lumer gitu. Untung ga food comma.

-----

Terang Bulan Moonlight

Pasar Semawis, Semarang

Kue Terang Bulan: Mulai dari 10k

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:


Mencari peninggalan tradisi Timur Tengah di Semarang tidak semudah di Surabaya. Namun bukan berarti tidak ada. Karena saya menemukan tempat makan yang cukup asik bagi yang ingin menikmati kuliner Timur Tengah di Semarang.


Nama warungnya nasi kebuli & nasi tomat Ibu Aminah. Dan betul, menunya hanya ada nasi tomat dan nasi kebuli. Berlokasi dekat dengan daerah stasiun Poncol. Ibu Aminah hanya berjualan pada pagi dan siang hari, sehingga kalau kemari sore atau malam bisa dipastikan tidak buka. 


Secara penampilan nasi tomat dan kebuli hampir sama. Lihat saja dua foto ini, mirip bukan? Hanya beda sedikit nasi tomat lebih merah. Nasi tomat dibuat dengan merendam nasi ke buah tomat, menjadikan rasanya lebih fresh dan tidak "seberat" nasi kebuli. Isiannya pun sama, potongan daging kambing lembut dengan bawang goreng serta telur dan acar nanas. Mantap. Direkomendasikan kemari apabila rindu masakan Timur Tengah.

-----

Nasi Kebuli & Nasi Tomat Ibu Aminah

Jalan Petek no 76, Semarang

Nasi Kebuli: 15k
Nasi Tomat: 15k

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:


Kuliner pantura yang satu ini pantas untuk didengungkan. Saya yakin, banyak yang belum mengenal jamu jun. Karena saya sendiri baru tahu ketika dipandu berkuliner di Semarang. Untuk asalnya sendiri Mbak Lis mengaku bahwa jamu jun yang dia buat berasal dari Demak dan terkadang disebut jamu coro namun ada pula yang mengatakan bahwa jamu jun merupakan kuliner dari Jepara dan Semarang. Untuk amannya sebut saja kuliner ini dari Pantura Jawa Tengah.


Jadi, apa sih sebenarnya jamu jun itu? Jamu jun bukanlah jamu yang biasa seperti kita minum. Jamu jun tidak pahit dan encer. Jamu jun kental dan manis. Persamaannya? Sama-sama herbal dan bermanfaat untuk tubuh. Jamu jun kental karena terbuat dari tepung beras dengan rempah merica, serai, kayu manis serta gula merah agar manis. Jamu jun di Mbak Lis menggunakan tambahan permen jahe, namun di beberapa tempat lain ada juga yang menggunakan jenang krasikan sebagai pengganti permen jahe.


Perpaduan dari bahan tersebut membuat jamu jun terasa pedas manis. Jamu jun cocok buat malam hari yang dingin untuk menghangatkan badan. Semoga semakin terkenal di luar daerah Jawa Tengah!

-----

Jamu Jun Mbak Lis

Pasar Semawis, Semarang

Jamu Jun: 5k
-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:


Salah satu kuliner yang melegenda di Semarang adalah nasi ayam Bu Pini. Sekilas nasi ini seperti nasi liwet Solo. Namun setelah dicicipi ternyata terdapat beberapa perbedaan yang cukup terasa. Terutama bagi penggemar gurih manis nasi ayam Bu Pini tidak bisa dilewatkan.


Jadi perbedaan yang mencolok adalah memang rasanya. Nasi ayam lebih manis daripada nasi liwet. Perbedaan lain adalah kuah dari sayur labu. Nasi liwet  memiliki warna lebih pucat ketimbang nasi ayam. Begitu pula dengan arehnya, areh nasi liwet lebih pucat daripada nasi ayam. Saya mencoba menambahkan areh untuk mengimbangi rasa manis, namun ternyata areh di nasi ayam justru memperkuat rasa manisnya.


Yang paling menyenangkan dari nasi ayam Bu Pini adalaaaaaah harganya! Porsi setengah aja udah kenyang loh, sama teh botol total kena cuma sembilan ribu! Iya, masih bisa makan malem di bawah sepuluh ribu itu wow banget. Super!

-----

Nasi Ayam Bu Pini

Jalan Gang Pinggir No 75 Semarang

Nasi Ayam Setengah: 6k
Teh Botol: 3k

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:



Monday, September 28, 2015


Lah, malah nJawa Timuran. Abis gimana ya, kata si @_maysuri ada yang spesial di sini, ga kaya warung jatiman yang biasa. Kalau rujak cingur, pasti sudah pada tahu kan. Saya yakin sudah banyak yang nyoba juga. Makanya saya ga nyobain di sini,

Nah kata si Susur yang spesialnya di warung bu sri adalah petis kangkung. Saya cukup terpesona dengan petis kangkung yang tersaji. Secara mendasar, petis kangkung ini mirip dengan rujak cingur, tapi ga pake cingur. Abis itu juga ga pake buah-buahan dan juga ga pake sayuran lain selain kangkung, sehingga tersisa kangkung dan petis. Begitulah petis kangkung, petis dan kangkung. Namanya sudah menggambarkan semuanya ya.

Sebagai orang Indonesia kita harus bersyukur bisa makan kangkung. Di Amerika kangkung itu dilarang karena dianggap tanaman narkoba selevel dengan ganja. Whaaaaatttt??? Ga asik banget sih Amerika. Mungkin juga itu alesan kenapa setelah menyantap sepiring kangkung petis ini saya jadi kalem terus ngantuk. Mungkin kalau buat saya kangkung ini  bahayanya lebih tepat kalau disamakan dengan alkohol, alias don't ngangkung and drive.


Menu kedua yang dicicipi di warung Bu Sri adalah kolak degan. Nah ini.... NAH INI MANTAP. Jadi ini perpaduan kolak, cuba buahnya ganti degan. Kolak yang biasanya berat menjadi lebih ringan dan menyegarkan. Ternyata kolak juga bisa seperti ini. Cuma harus segera, kalau pas es batunya cair semua malah jadi too watery, mudah hambar.

-----

Warung Rujak Cingur Bu Sri

Jalan Pekunden 1 no 2

Petis Kangkung: 9k
Kolak Degan: 7k

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Wednesday, September 2, 2015


Mengunjungi Semarang tentu belum lengkap tanpa datang ke daerah Kota Lama. Saya menyempatkan diri untuk pergi ke Galeri Seni Kontemporer Semarang untuk melihat berbagai instalasi dan mengabadikan gambar gedung-gedung di sekitar Kota Lama. Namun ada satu gedung yang mencolok dan dipergunakan kembali. Spiegel namanya.


Gedung lama menjadi cantik kembali. Spiegel menawarkan suasana seperti di Eropa, sehingga banyak orang yang mengantri untuk berfoto di depan gedung ini. Hanya melihat sekilas dari luar, perasaan saya langsung berkata "tempat ini harus dicoba".


Masuk ke dalam, interiornya sudah baru dan modern. Tidak ada perasaan spooky Kota Lama. Tempatnya lega dengan pencahayaan remang. Semua barang tertata dengan apik memberikan perasaan nyaman.


Kami tidak memesan makanan karena sudah makan dan akan melanjutkan perjalanan makan di malam hari. Untuk menemani santai sore pina colada & mojito menjadi pilihan. Both are virgin, tidak menggunakan alkohol. Kedua minuman ini segar namun beda pada kepadatan. Buat yang lebih senang segar dan ringan mojitonya enak, well minty and lemonnya pas. Buat yang pengen lebih thick pina colada bisa jadi pilihan karena menggunakan susu kelapa, sedikit manis juga namun tetap segar nanas.


Menyenangkan sekali bisa berkunjung ke Spiegel. Dalam sekejap tempat ini menjadi salah satu favorit saya di Semarang. Pasti bakal balik lagi ke sini!

-----

Spiegel Bistro

Kota Lama Semarang

Virgin Colada: 35k
Virgin Mojito: 30k

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Tuesday, September 1, 2015


Saya tiba di Semarang sekitar jam 2. Perut sudah bergemuruh minta diisi. Apesnya guide saya waktu itu si @_maysuri ngajak makan ke dua tempat yang warungnya lagi tutup. Ergh. Akhirnya kami baru bisa maksi jam 3:30 di Warung Makan Mak Tompo. Warung ini sudah berlokasi di dekat sekolah Loyola. Sudah berdiri sejak 1976 namun saya mendengar tentang warung ini baru-baru saja.


Menu andalan di Mak Tompo adalah hasil olahan laut. Terutama sambal udang dan cumi tinta hitam. Maka dari itu saya pun tidak ragu untuk langsung memesan kedua menu tersebut. Begitu disajikan menunya saya langsung menggumam hmm, benar-benar hitam pekat! Dimasak dengan kaldu menggunakan tinta cumi. Semakin sempurna karena cumi yang disajikan hanya yang sedang berisi alias bertelur! Top!


Begitu pula dengan udang sambelnya. Pedas segar! Dengan bumbu khas rumahan, bawang merah, bawang putih, kemiri dan tomat ditambah sedikit perasan jeruk nipis. Dikombinasikan dengan nasi hangat, uwh, uenak buanget, pol! Setiap suapan di Mak Tompo rasanya seperti familiar dan nyaman di lidah. Hidden gemnya Semarang Warung Mak Tompo ini. Lain kali kalau mau kulineran ke daerah Loyola jangan cuma ke Lekker Paimo ya, cobain juga warung ini!

-----

Warung Makan Mak Tompo

Jalan Brumbungan Loyola No 4, Semarang

Satu porsi nasi + lauk & minum: 25k

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow: