Monday, September 28, 2015


Lah, malah nJawa Timuran. Abis gimana ya, kata si @_maysuri ada yang spesial di sini, ga kaya warung jatiman yang biasa. Kalau rujak cingur, pasti sudah pada tahu kan. Saya yakin sudah banyak yang nyoba juga. Makanya saya ga nyobain di sini,

Nah kata si Susur yang spesialnya di warung bu sri adalah petis kangkung. Saya cukup terpesona dengan petis kangkung yang tersaji. Secara mendasar, petis kangkung ini mirip dengan rujak cingur, tapi ga pake cingur. Abis itu juga ga pake buah-buahan dan juga ga pake sayuran lain selain kangkung, sehingga tersisa kangkung dan petis. Begitulah petis kangkung, petis dan kangkung. Namanya sudah menggambarkan semuanya ya.

Sebagai orang Indonesia kita harus bersyukur bisa makan kangkung. Di Amerika kangkung itu dilarang karena dianggap tanaman narkoba selevel dengan ganja. Whaaaaatttt??? Ga asik banget sih Amerika. Mungkin juga itu alesan kenapa setelah menyantap sepiring kangkung petis ini saya jadi kalem terus ngantuk. Mungkin kalau buat saya kangkung ini  bahayanya lebih tepat kalau disamakan dengan alkohol, alias don't ngangkung and drive.


Menu kedua yang dicicipi di warung Bu Sri adalah kolak degan. Nah ini.... NAH INI MANTAP. Jadi ini perpaduan kolak, cuba buahnya ganti degan. Kolak yang biasanya berat menjadi lebih ringan dan menyegarkan. Ternyata kolak juga bisa seperti ini. Cuma harus segera, kalau pas es batunya cair semua malah jadi too watery, mudah hambar.

-----

Warung Rujak Cingur Bu Sri

Jalan Pekunden 1 no 2

Petis Kangkung: 9k
Kolak Degan: 7k

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Tagged: , , , , , , , , , , , ,

0 komentar:

Post a Comment