Wednesday, April 30, 2014

Ngomongin restoran vegetarian di Jogja, tidak pantas kalau saya tidak menyebut nama tempat ini "Soma Yoga". Warung yang telah menjadi langganan saya sejak lima tahunan yang lalu ini berlokasi di Jalan Kledokan (jalan terusan Seturan - Laksda Adisucipto). Awalnya Soma Yoga adalah warung vegetarian kecil yang berdiri dipinggir Jalan Babarsari. Seiring dengan perkembangan waktu, warung ini semakin ramai dan membutuhkan tempat yang lebih luas, lalu pindah ke Jalan Kledokan. Dari pinggir jalan, warung ini hanya terlihat baliho besarnya berwarna hijau, sedangkan warungnya sedikit masuk kedalam.

Dari pertama kali datang kesini, warung ini mengalami banyak perubahan menu. Dulu ada menu harian, sekarang sudah dihapus. Namun sesuai dengan mottonya "veggie jawi", warung ini tetap konsisten menyajikan menu tradisional Jawa, selain tambahan menu lain yang lebih modern.

Saya memesan nasi soto, makanan tradisional yang sudah melekat di lidah semua orang, dan sop sayur. Nasi disajikan terpisah disebuah piring rotan beralas daun pisang. Porsi soto sangat besar, berisi bihun, "suwiran" jamur tiram, tauge dan kol - yang menurut saya agak kebanyakan. Begitu saya sruput kuahnya, aroma rempah soto terasa kuat dan nikmat. Ditambah dengan perasan jeruk nipis plus sambal, rasanya menjadi lengkap; asin, pedas, asam. Saya mencari-cari potongan perkedel kentang yang biasanya ada, terendam didalam kuah soto, namun sayang sekali saya tidak menemukan. Setelah soto, saya berlanjut ke sop sayur yang porsinya lebih kecil. Sop berisi aneka macam sayur; wortel, bunga kol, jamur tiram, kol dan potongan seledri. Walaupun terlihat bening, rasa kaldu sayur kuah sop ini sangat terasa dan segar. Seperti motto yang tertulis di cover buku menunya, taste kedua masakan tadi benar-benar 'Jawa'. Dan secara umum, kedua menu tersebut sangat pas di lidah saya.

Selain sop dan soto, warung ini juga menjual berbagai macam menu menarik lain seperti sego megono, kupat tahu magelangan, tenpura, spaghetti, berbagai macam olahan sayuran, dan sebagainya. Bahkan warung ini juga menyajikan menu olahan "daging"tiruan, seperti sate, bakso, burger, nasi empal, nasi timbel, tongseng, gulai, rawon, dan sebagainya.

Soal harga, cukup korporatif. Menu makan mulai Rp.7.000 sedangkan minuman mulai Rp. 3.000. Yang paling saya suka dari warung ini adalah tempatnya yang unik dan 'nyantai'. Desain bangunannya adalah rumah Jawa limasan yang didominasi bahan kayu dengan dekorasi berbagai foto dan asesoris tradisional. Lokasinya yang berada dipinggir sawah, cocok untuk bersantai sambil leyeh-leyeh duduk lesehan.Tempat duduk dan meja kayu biasa juga disediakan bagi yang malas duduk lesehan. Buka setiap hari dari jam 11.00 - 22.00.

susu kedelai & jus strawberry

sop sayur

soto

menu

pilihan yang lain

menu minuman dan makanan by order

suasana restoran

suasana diluar



Tuesday, April 29, 2014

Ini nih, alternatif makanan untuk vegan/vegetarian. Lontong tahu Blora! Seperti namanya, ini berarti lontong + tahu, yang asalnya jelas dari Blora. Dari sekian banyak tempat makan yang menjual lontong tahu bin kupat tahu, warung ini termasuk yang saya rekomendasikan. Namanya Lontong Tahu Blora Bu Puji. Lokasi warungnya 'nyempil' diantara deretan warung semi permanen lain di Jalan Kompol Suprapto Kios no 7 (Depan SPBU Lempuyangan). Awalnya saya ragu masuk ke warung yang kecil ini. Tapi begitu mencicipinya pada suatu hari di sebuah siang yang panas, tempat ini menjadi salah satu favorit saya.

Komposisinya; tahu, lontong, tauge, kol, kacang tanah goreng, sedikit potongan seledri, disiram dengan saus kacang dengan taburan bawang goreng. Rasanya manis, gurih dan yang menarik ada sedikit rasa asem-asemnya, yang ternyata berasal dari perasan jeruk nipis. Kebetulan pas disana, saya bertemu dengan seorang teman yang langganan datang ke warung ini. Dia asalnya dari Rembang, kabupaten di Jawa Tengah yang posisinya berdekatan dengan kabupaten Blora. Menurut penilaiannya, menu disini sudah mirip dengan menu yang biasanya ada di kota asalnya. "Recommended", katanya.

Harga satu porsinya cukup terjangkau, hanya Rp.9.000 dan Rp.11.000 dengan telur. Harga minumannya juga relatif terjangkau, mulai Rp. 2.000. Selain lontong, mereka juga menjual soto daging sapi yang jelas tidak mungkin saya pesan. Lontong tahu asik dinikmati dengan asesoris krupuk atau bakwan jagung yang tersedia di meja.

Buka setiap jam 8 pagi sampai jam 4, tapi kadang jam 3 sudah tutup.


Bisa dipesan pakai nasi atau pakai lontong



harganya korporatif

warungnya kecil tapi rasanya bisa dipertanggungjawabkan
Punya duit goceng bisa makan apa? Yakin masih ada tempat yang mau menerima 5000 perak untuk mengisi perut yang lapar? Keraguan saya terjawab ketika tadi siang mendatangi warung nasi pecel Bu Ramelan di Jalan Laksda Adisucipto km 6 (timur Mall Ambarukmo Plaza). Kalau dari arah timur, sebelum melewati amplaz, pelankan pedal gas dan tengok sebelah kiri jalan. Kalau dari arah barat setelah melewati amplaz putar balik ke arah barat.

Warung kecil ini hanya menjual tiga menu makan; nasi soto, nasi sayur, dan tentunya nasi pecel sebagai menu andalan. Untuk asesorisnya, ada berbagai macam sate, gorengan dan krupuk sebagai pilihan. Saya memilih nasi pecel dengan telor dadar untuk menu makan siang. Selain dadar, ada telur rebus yang dimasak sambal goreng sebagai alternatif pilihan. Untuk yang vegan, bisa pilih lauk tempe, tahu atau gorengan. Soal rasa, sangat lumayan. Beda dengan nasi pecel jogja yang cenderung manis, nasi pecel Bu Ramelan terasa lebih gurih (mungkin ini taste tipikal nasi pecel "Magetan"- tertulis di spanduk warung). Isi sayurannya standar; bayam, kacang panjang, kol dan tauge. Soal harga, dahsyat! Nasi pecel sepiring dibandrol senilai Rp.3500 saja, sudah cukup bikin perut kenyang. Sedangkan nasi pecel telor hanya Rp.5.000 saja. Fantastis bukan?

Tak heran pengunjung warung ini sangat banyak. Ketika saya datang, tempat duduk didalam warung sudah penuh terisi pengunjung. Dilihat dari penampilannya, pengunjungnya sangat beragam; mahasiswa, supir taksi, orang lokal, hingga karyawan kantoran bermobil mewah. Terpaksa saya duduk di kursi luar dibawah pohon yang rindang.

porsi kenyang

masih kagak percaya?

disini wajib ngantri dilayani maupun ngantri bayar

kalau didalam penuh, bisa outdoor lunch

asesorisnya banyak pilihan

jangan terkecoh dengan coretan grafiti liar diluar

Masih nggak percaya? Silakan langsung datang ke TKP antara jam 08.00-15.00, kadang habis sebelum waktunya. 

Ada tandingan yang lebih murah?

ps : sisakan duit seribu perak buat parkir

Monday, April 28, 2014


Sedikit aja nih. Quick update buat yang mau nyari jagung bakar enak ada di Jl Tunjung. Namanya jagung bakar kebonan. Jagungnya besar, manis, bumbunya pelengkap aja. Karena tanpa bumbu jagungnya sudah enak sekali. Bisa pesan rasa asin, pedas manis, manis,  nano-nano, pedas, pedas asin, ekstra pedas.


Satu jagung dibanderol seharga 4500. Jam bukanya tidak tentu yang jelas tutup ketika jagung habis. Jagung bakar kebonan alamatnya ada di jalan tunjung. Sekitar 100m dari masuk jalan tunjung sebelah barat. Yang jelas kalau habis makan jagung bakar ini jangan lupa pake tusuk gigi, huehehe.

Tuesday, April 22, 2014



Dua hari waktu saya di Bandung dihabiskan untuk berada di MGnCo. Bukan hanya sekedar untuk makan, melainkan dua hari penuh karena saya dan teman-teman sedang diberikan workshop sekaligus setup team oleh mas @ArieParikesit dari Kelana Rasa untuk #EkspedisiWarisanKuliner Kecap Bango. Ya, kebetulan sebagai bagian dari hungerranger saya terpilih untuk ikut dalam proyek tersebut. Menulis bagian provinsi DIY & Jatim. Press releasenya bisa dibaca disini: detikfood/jakpost/okefood/ghiboo/vivalife/yukmakan/swa. (narsis dikit yak :p)


Pada makan siang hari pertama di MGnCo saya coba makanan mexico quesadilla chicken dan frappe mocha. Quesadillanya oke, rotinya garing berpadu dengan isi ayam yang lembut potongan paprikanya menambah kesedapan. Frappenya juga sip, obat ngantuk yang ga pahit.



Di sesi coffee break sore saya ga berani minum kopi lagi. Akhirnya pilihan saya jatuhkan ke green tea latte. Manisnya pas tender sweet, creamy tapi tidak terlalu padat dan berat. Dengan teman cemilannya bakwan udang yang d'oh oke banget. Udangnya gede full, dicocol sambil kecapnya, maknyus!



Malemnya saya mau coba minum yang seger, karena sudah dua kali minum yang creamy. Pilihan saya jatuhkan ke Apple Fizz, minuman berbahan dasar apel ini seger tapi ga asem. Makanannya karena lagi ga mau repot pilih yang praktis yaitu menu gaya british, fish and chips. Disajikan dengan saus tartar fish and chips di MGnCo sudah disesuaikan dengan citarasa Indonesia jadi sausnya netral dan ga terlalu asam.



Makan terakhir di hari pertama adalh penutup strawberry cheesecake sebelum kembali ke hotel dan tidur. Strawberry cheesecake di MGnCo berciri strawberry teksturnya seperti jam di atas dan rasanya asam dengan layer bawahnya keju yang lembut.


Di hari kedua saya coba Moccado. Ternyata ini kopinya enak banget, Kopi di blend dengan alpukat juga eskrim vanilla. Teksturnya nyess banget, lembut parah. Rasanya tetap terasa bitter bold khas kopi tapi dengan campuran es krim vanilla jadi bercampur lovely creamy bitter sweet. Oh ya semua kopi di MGnCo pakai biji Java Preanger, hasil kopi terbaik di Jawa Barat.


Siangnya saya coba teh strawberry, lontong cap gomeh dan rujak eskrim. Pemilihan ini karena mau bandingin sama lontong cap gomeh yang di medan sama rujak eskrim dari asal saya di jogja. Ternyata ga kalah. Udah lama kangen lontong cap gomeh bisa diobati disini. Rujak eskrimnya berbentuk buah serut kalau yang disini pakai kacang dan eskrimnya strawberry, rujaknya pedes banget. Untung ada eskrim sama minum teh strawberry yang segar. Ketolong deh jadinya.


Makan terakhir di hari kedua malam, saya pilih menu mexico lagi mexican omelette. Walaupun cuma omelette tapi isinya full nih, ada keju sama daging. Jadi lumayan kenyang juga untuk ukuran makan malem. Minumnya banana strawberry smoothies yang luar biasa asem seger dan lembut.


Segitu dulu deh laporan makan di MGnCo. Banyak ya? Gimana ga, dua hari disana. Oh ya tempatnya enak banget loh. Pewe banget deh buat ngumpul atau lama-lama. Lokasinya di Jalan Taman Cempaka no 7 Bandung. Atau Taman Fotografi namanya mah sekarang kata pak Ridwan Kamil. Oh ya diatas foto selfie team #EkspedisiWarisanKuliner wish us luck ya guys. ;)

Monday, April 21, 2014


Pada suatu siang yang berbahagia di Bandung saya dan teman-teman Ekspedisi Warisan Kuliner disuguhi jamuan gudeg oleh rekan sesama penulis @jeffrysie. Gudeg di Jogja sudah biasa, kalau di Bandung tiba-tiba pengen gudeg? Nah susah kan, makanya catet dulu gudeg Yu Nap kalau ada yang kangen gudeg. 

Gudeg Yu Nap diambil dari sang juru masak yang bernama Zaenab. Beliau berasal dari Wonosari. Gudeg Yu Nap rasa ayamnya sangat gurih dan nikmat. Kreceknya basah, tidak terlalu pedas. Telornya gempi tidak terlalu manis, begitu juga dengan gudegnya. Menurut saya cita rasa Gudeg Yu Nap adalah salah satu gudeg yang bisa dinikmati oleh orang banyak.


Selain gudegnya, kami juga diberikan tahu isi, tempe kemul dan pisang goreng madu. Tahu dan tempenya juga luar biasa, bisa dibilang kedua gorengan tersebut berada di kelas HD. Pisang goreng madunya apalagi, muanisnya pas! belum lagi madu karamelnya yang kalau digigit crispy! Duh, kalau ke Bandung harus dijamu all you can eat lagi nih ya Koh Jep. Hahahaha.

Gudeg Yu Nap
Jl Cipta Graha Raya No. 01 Bandung
Gunung Batu

Ketika sedang pulang ke Bogor saya menyempatkan berkunjung ke salah satu gerai kue yang sudah sangat terkenal yaitu The Harvest. Lokasi The Harvest Bogor ada di Jalan Padjadjaran sangat dekat dengan RS Azra & YPHB.


Selain kue dan coklat yang saya lihat adalah Harvest juga menyediakan Eskrim. Ada berbagai macam rasa dengan harga 22rb rupiah per scoop.



Aneka cakes, saya juga ga hafal namanya apa saja. Untuk ukuran slice harganya sekitar 20-30rb. Sementara untuk kue ukuran besar startnya ratusan ribu. Selain itu ada aneka coklat yang menjadi andalan. Juga macaron, kue Prancis tersebut punya berbagai macam rasa.


Untuk tempatnya Harvest Bogor tidak terlalu besar. Semuanya dibuat terbuka sehingga bisa merokok. Saya suka lantai duanya, bisa memandang ke luar. Sehingga terliha Kota Bogor yang selalu basah karena hujan.


Untuk menemani udara dingin karena hujan maka saya pesan salah satu minuman mereka yang spesial, ginger teh tarik. Rasanya lembut untuk ukuran teh tarik tidak terlalu creamy, manis khas teh tarik sekaligus pedas menghangatkan dari jahe. Harganya 25rb.


Pesanan lain saya adalah praline almond (9rb) & macaron banana (11rb). Saya suka praline almond karena saya memang suka tekstur kacang yang crunchy dengan dibalut coklat. Untuk macaronnya juga enak karena rasanya tidak terlalu manis. Saya biasanya ga suka macaron karena rasa manisnya suka lebay. Aroma pisangnya wangi dan krim pisangnya juga ok.


Eskrimnya saya coba rasa green tea. Untuk ukuran eskrim greentea rasanya seperti terasa sangat sintetis, walaupun begitu saya suka tekstur eskrimnya yang rough namun lembut tidak terlalu creamy seperti eskrim biasa.


Kuenya saya coba chocolate caramel. Chocolate caramel berbentuk teksturnya seperti mousse, baru layer dibawahnya berbentuk cake padat. Rasanya full of chocolate. harganya 28rb.


Terakhir favorit saya dari semuanya di Harvest adalah cronut. Harga cronutnya 27rb, teksturnya lembut garing dan manisnya mild sehingga jadi favorit saya di Harvest.

Sunday, April 20, 2014


Satu lagi bakso legendaris dari Bogor. Bakso Seuseupan. Saya sudah pindah tempat tinggal sebanyak tiga kali di tiga kota berbeda, lokasi bakso ini masih sama di jalan bangbarung dengan lokasi underground dibawah trotoar. Selain tempatnya yang masih sama, rasanya pun masih tetap sama, quality! Satu porsi bakso campurnya tidak terlalu mahal saya rasa untuk selevel seuseupan. Hanya 13rb rupiah, bisa pilih mau bakso besar yang biasa, urat ataupun telur. Dan yang khas dan masih bertahan adalah bakso seuseupan masih menggunakan tetelan kering yang kriuk. Sedap!


Sayang waktu saya pesan minum saya pesan es jeruk. Khilaf, soalnya di Jogja es jeruk murah. Disini 6rb. Tau gitu, pesen es campur huehehe. Kalau belum puas makan baksonya masih bisa tambah kerupuk dan pangsitnya kok. Cuma saya lupa harganya berapa. Kebetulan saya review ini hanya karena nungguin travel ke Jogja yang kantornya deket sini. Karena saya sudah mau berangkat ya tidak bisa lama-lama dan foto -foto banyak. Cabut dulu yak!

Monday, April 14, 2014


Salah satu bakso paling terkenal se-Bogor. Untungnya mereka masih menjaga konsistensi rasanya tetap enak sampai sekarang walaupun saya sudah meninggalkan Bogor berkali-kali. Berlokasi di Bangbarung, tempatnya tidak susah dicari, namun anda harus siap-siap kalau makan siang atau weekend sering penuh!


Satu porsi bakso urat campur di Boboho dibanderol dengan harga 15rb. Seporsi anda akan dapat 4 bakso kecil, satu bakso urat besar, dan tetelan kering serta mie kuning dan putih. Juara deh bakso uratnya.


Tapi selain bakso urat di Boboho saya juga suka mie yaminnya! Porsinya cukuplah untuk makan siang. Sama dengan bakso urat di bakso yamin juga pakai tetelan kering. Tapi bakso besarnya bukan bakso urat. Manis yamin dan gurih bakso bercampur pedasnya sambal di Boboho.... duh! Selalu ngangenin!


Batagor Ihsan dari Bandung buka cabang di Bogor. Lokasinya di Bangbarung. Karena sudah lama tidak makan batagor dan sulit menemukan batagor enak di Jogja, maka mampirlah saya kemari. Tempatnya bersih, terang namun sepi ketika saya ke sana.


Ternyata bukan cuma batagor biasa, tapi juga ada batagor kuah. Maka saya memutuskan untuk mencoba batagor kuah. Satu porsinya dibanderol dengan harga 17,5rb. Rasa batagor kuah di batagor ihsan melebihi ekspektasi. Ternyata enak juga batagor kuah, yah walaupun sedikit mengingatkan kepada rasa cuanki.


Lanjut saya juga punya pesanan mie tek-tek ala ihsan. Untuk mie tek-teknya saya cuma bisa bilang ok. Walaupun kuahnya merah menyala namun rasanya tidak pedas. Disajikan bersama kerupuk. Satu porsinya seharga 18,5rb.


Penutup minum es lidah buaya. Segar rasanya dengan potongan lidah buaya untuk mengakhiri makan. Satu porsinya hanya 10rb saja.