Tuesday, July 11, 2017


Saya belum pernah ke Pangkalpinang sebelumnya. Ini adalah pertama kalinya saya menginjak tanah Provinsi Babel dalam rangka berlebaran ke kampung Istri. Kesan pertama yang saya dapatkan dari Pangkalpinang adalah tenang dan bersih. Tempat yang menyenangkan untuk melarikan diri dari Jakarta yang selalu sibuk.

Kesan kedua, ternyata Bangka memiliki kuliner yang cukup spesifik dan beda dibandingkan provinsi lain. Beberapa makanan baru pertama kali saya coba ketika di Bangka. Tidak mudah untuk mencari makanan Bangka di kota lain, Medan, Samarinda, Yogyakarta bahkan di Jakarta, Bogor dan Tangerang pun saya hanya pernah satu kali bertemu dengan warung yang khusus menjual kuliner Bangka.

Kebetulan berkunjung saat Idul Fitri, maka saya akan menjelaskan beberapa makanan yang disuguhkan ketika pergi bersilaturahmi.


Tahu kok & otak-otak Bangka. Tahu kok adalah tahu isi ikan atau udang ditambah dengan bakso ikan. Dimakan dengan kuah kaldu ayam. Otak-otak di Bangka muncul dengan berbagai macam jenis, mulai yang standar di bakar berbalut daun pisang hingga yang rebus dan goreng terkadang disebut juga bujan & engjan. Yang paling khas dari otak-otak bangka adalah sambal cocolan tauconya yang berwarna merah. Oh ya, di Bangka pempek juga disajikan dengan sambal tauco. Walaupun ada juga yang ikut gagrak dengan cuko hitam.


Makan pempek dalam makna sebenarnya adalah makan sang "fishcakes" dengan kuah cukonya saja. Tapi di kota lain terkadang memakai timun dan mie sudah menjadi pakem untuk membuat satu prosi pempek. Padahal di Bangka, menu dengan gaya seperti itu disebut rujak soun/rujak tahu. Ya, disini pempeknya tidak pakai mie, kalau ada pendamping bentuknya tahu dan soun. Kalau tahunya dipisahkan mirip bukan dengan seporsi pempek di kota lain?


Mie Bangka. Kalau ditanya mie Bangka, maka orang Bangka akan menjawab kuahnya segar dari kaldu ikan dan ditambah gilingan daging ikan. Orang Bangka juga tidak akan tahu kalau ditanya mie ayam Bangka yang enak dimana. Mie Bangka sangat jauh berbeda dengan bayangan orang-orang tentang mie ayam Bangka. Mie Bangka biasanya dilengkapi dengan tauge, bawang goreng, jeruk kunci dan sambal sebagai kondimen.


Lempah darat. Sayur kuah kuning dari laos dan kunyit ini kalau pakai pepaya muda namanya lempah darat. Selain sayur, lempah juga bisa diisi ikan/ayam/daging dan disebut lempah kuning. Favorit saya kalau lembahnya pakai potongan buah nanas, asam manis pedas segar!


Siapa bilang cuma orang di belahan bumi utara sana yang makan fermentasi ikan? Di Bangka juga ada fermentasi ikan namanya rusip! Makanan ini memang acquired taste, perlu beberapa kali coba bagi non-lokal untuk terbiasa. Rasanya sangat gurih kemudian asin dan sedikit pedas, bayangkan semua sari ekstrak ikan keluar bersatu dengan sambal. Biasa dipasangkan dengan lalap untuk dimakan dengan nasi. Sifatnya seperti ikan asin, sedikit saja sudah cukup untuk banyak nasi.


Manisan. Sebelumnya saya jarang sekali menemukan rumah yang menyediakan manisan ketika lebaran. Saya pikir lebaran tidak identik dengan manisan. Tetapi di Bangka saya justru bertemu dengan banyak manisan. Sebagai penggemar berat tentu saya senang bukan kepalang. Selama berkunjung saya menemukan kiamboi (manisan plum berbumbu), manisan plum kering, zaitun, mangga, kedondong, persik dan kelubi (salak hutan)


Terakhir yang tidak bisa terlupakan dari Bangka adalah kerupuknya. Banyak sekali kerupuk mantap di Bangka, sebut saja kemplang, kritek dan kricu. Semua bahan seafood yang digunakan segar dan berlimpah, kerupuk dari ikan, cumi atau udang semuanya gurih tidak ada yang hambar. Kerupuk juga menjadi oleh-oleh yang populer selain otak-otak dan pempek untuk dibawa.

Artikel ini hanya mengulas yang sering muncul saat lebaran, untuk beberapa tempat lain yang saya coba seperti martabak dan kopitiam kamu bisa cek artikel saya yang lain selama di Pangkalpinang. Dengan koleksi kuliner yang banyak dan enak-enak saya merekomendasikan penggemar kuliner untuk datang ke bangka dan coba berbagai macam kuliner asli mereka. Harusnya ada lebih banyak lagi warung kuliner Bangka di kota-kota lain di Indonesia. 

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:


Sunday, July 9, 2017


Saya belum sampai satu jam di Pangkalpinang, lima menit kemudian dari bandara saya sudah tiba di Acau Martabak 89. Saya tahu betul bahwa kunjungan ke Pangkalpinang tentu hukumnya wajib memakan martabak, tapi saya tidak menyangka untuk mencoba secepat itu juga....

Bangka, menjadi salah satu pintu masuk hok lo pan dari China. Dari Bangka, kemudian banyak menyebar hok lo pan di Indonesia. Itulah sebabnya banyak pedagang yang menamakan jualannya martabak Bangka.  Hok lo pan walau disebut martabak di Indonesia, sebenarnya punya asal yang berbeda dengan martabak (asin). Hok lo pan mengacu kepada martabak manis yang diserap dari kue dadar di China, kadang disebut juga terang bulan di beberapa daerah di Indonesia. Sementara itu martabak (asin) diserap dari Arab/India.


Harga satu porsi martabak di Acau masih sekitar 20-30 ribuan. Murah sekali bukan? Harga satu porsi martabak ternama di Jakarta bisa dua sampai tiga kai dari harga rataan Acau. Untuk rasa saya sarankan yang original. Bukannya sok-sok purist, Acau juga jual martabak nutella dan oreo tapi terkadang yang basic justru malah yang best giler.


thew fu sui/susu kedelai

Oh ya, kalau sedang mampir ke acau jangan lupa coba thew fu sui yang dijual oleh salah satu pedagang lain yang mangkal disana. Disajikan hangat langsung dari panci. Salah satu susu kedele yang pernah saya coba seumur hidup. Rasanya segar dan wangi. Padahal tanpa merek saja, segelas pun cuma tiga ribu,


kiri: martabak wijen | kanan: martabak coklat kacang

Bertahun-tahun martabak favorit saya tidak pernah berubah dari salah satu brand legendaris di Bogor walaupun sudah tinggal pindah-pindah kota. Tapi Acau, bisa langsung menggeser posisi tersebut dengan mudah. Orang Bangka memang yang paling mengerti cara buat martabak manis!

Martabaknya empuk, lembut, berminyak sewajarnya, tidak menimbulkan rasa seret di tenggorokan. Selain tidak seret manisnya juga tidak berlebihan sehingga tidak eneg. Biasanya saya hanya kuat 2-3 potong martabak. Untuk Acau 4-5 tidak masalah. Martabak coklat kacangnya lebih klasik dari yang instant classic. Martabak Wijennya? MashaAllah, tanpa cela. Belum pernah makan martabak seenak ini. Padahal isinya cuma-wijen-doang.

Yes, it's a die die must try if you call yourself martabak lovers and have a chance to go to Pangkalpinang..

-----

Acau Martabak 89

Jalan Soekarno Hatta No 9

Harga per box: 20-30k IDR

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:


Sehari sebelum kembali ke Jakarta saya menyempatkan pergi bersama keluarga untuk mencari pantiau dan es kacang merah. Maklum, dua jenis kuliner khas Bangka ini belum ada yang menyajikan selama kami berkeliling silaturahmi lebaran. Jadi mertua saya menyarankan untuk ikut makan pantiau daripada ngiler nanti karena susah kalau harus mencari kuliner Bangka yang asli di Jakarta.

Kami menemukan warung pantiau yang sudah buka ketika lebaran adalah Warung Linda yang berlokasi di pasar Mambo. Sebenarnya ada banyak warung makan di pasar Mambo, tapi berhubung libur panjang pilihan menjadi terbatas. Di Warung Linda, mereka tidak hanya menjual pantiau, mereka juga menjual selada, rujak tahu dan es kacang merah. Agar bisa dicoba semua, maka kami pun pesan menu yang berbeda-beda.


rujak tahu

Makanan pertama yang saya coba adalah rujak tahu. Saya pikir ada perbedaan antara rujak tahu dengan rujak soun, ternyata sama saja. Keduanya adalah campuran pempek, tahu, soun, timun dengan kuah cuko hitam seperti dataran Sumsel. Kenyal pempek, lembut tahu dan renyah timun berpadu dengan rasa pedas dari cuko yang disruput bersama soun.


selada

Katanya, tidak banyak yang jual menu selada di Pangkalpinang. Menu yang dimaksud adalah campuran sayur selada dengan kentang, tahu, dan tauge. Kemudian disiram dengan saus kacang dan kerupuk bangka yang tersohor. Wah, jadi mirip gado-gado ya? Walaupun mirip, faktor selada memang mempengaruhi rasa karena porsinya paling banyak. Kerupuk bangka juga memiliki peranan penting, kerupuk dengan rasa gurih ikan seperti ini tidak digunakan untuk gado-gado di Pulau Jawa.


pantiau kuah

Menu pantiau yang diincar ternyata mirip dengan kwetiaw, ukuran lebar dari mi biasa dan bahannya dari beras. Bedanya pantiaw dinikmati dengan siraman kuah kaldu ikan dan bumbu ikan giling. Kondimennya berupa tauge dan bawang goreng. Gurihnya beda dari yang biasa, kaldu ikan memiliki rasa yang lebih dekat ke arah spektrum gurih segar.


pantiau goreng

Ternyata pantiau juga disajikan dalam bentuk goreng. Cukup berbeda dengan yang kuah, pantiau goreng dimasak kecap seperti nasi goreng. Disajikan dengan isian telur, daging ayam dan kerupuk. Enak juga, walaupun kenikmatannya tidak bisa disamakan dengan pantiau kuah. Keduanya memiliki rasa yang jauh berbeda.


es kacang merah

Tidak berbeda dengan mainland Sumsel, es kacang merah juga menjadi dessert yang banyak digemari di Bangka. Perpaduan es serut dengan sirup frambozen, susu coklat dan kacang merah memang penutup yang tepat setelah makan berat.

-----

Warung Linda

Pasar Mambo Pangkalpinang

Range for 2: 30-50k

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:


Tuesday, July 4, 2017



Dari banyak kopitiam di Bangka, Tung Tau merupakan yang paling populer. Berdiri sejak 1938 sekarang mereka punya banyak cabang di Pangkalpinang dan satu di Sungailiat. Tentunya sebagai penggemar kopitiam saya tidak bisa melewatkan kunjungan ke Tung Tau yang legendaris. 


Kunjungan saya ke Tung Tau menghasilkan icip-icip es kopi tarik, es jeruk kunci, roti panggang kaya dan kwetiaw seafood. Es kopi tarik berbuih mantap. Sementara itu es jeruk kunci memang harus dicoba bagi yang sedang berlibur ke Bangka karena merupakan buah yang khas disana. Roti kaya disajikan dipanggang sebanyak empat potong, rasanya klasik.


Karena bosan makanan lebaran, saya pesan kwetiaw seafood untuk dimakan. Rasanya gurih dan kuat di kecap Inggris. Tung Tau memiliki empat cabang di Pangkalpinang yaitu di Toniwen, Soekarno Hatta, Depati Amir & Gabek serta satu kedai yang asli di Sungailiat.

-----

Tung Tau

Range for 2: 50-100k

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:


foto diambil dari akun twitter @nichokopitiam


Mencari kopi tiam di Pangkalpinang tidaklah susah. Ada banyak kedai kopi tersebar di penjuru kota siap menawarkan tempat yang nyaman untuk santai dan mengobrol. Kultur kopitiam memang kuat di daerah yang memiliki banyak Peranakan. Bangka sendiri memiliki banyak keturunan dari daerah Hakka. 

Lebaran kemarin saya menyempatkan diri ke Nicho Kopitiam. Pilihan ini diputuskan karena jaraknya yang dekat dari rumah keluarga istri saya dan Nicho merupakan sedikit dari kopitiam yang buka pada saat libur lebaran. Melihat dari tempatnya Nicho sepertinya terkenal di kalangan penggila bola karena rutin menyajikan nobar.



Di Nicho saya memesan es kopi susu, es milo, pisang kaya dan tahu goreng. Semua pesanan saya rasanya ENAK! Kaget juga, padahal saya cuma mengunjungi secara acak saja tanpa perencanaan dan ternyata melebihi ekspektasi.

Es kopi susu dengan susu yang manisnya legit, ini wajib buat saya. Kalau manisnya tidak legit, saya ogah untuk balik ke kopitiam tsb. Milonya juga manis, nampaknya keluaran Malaysia, pilihan yang pas buat kopitiam karena milo Indonesia tidak kenal dan manis. Tahu goreng muncul dalam ukuran bite size, crunchy dan enak banget buat temen ngobrol. Pisang gorengnya? Oooh sudah tidak ada pertanyaan, selai kaya di Bangka kualitasnya mantap. Tidak lupa  pisangnya mereka sajikan dengan gula aren untuk menambah rasa manis jika dirasa kurang.

Sejauh ini Nicho Kopitiam adalah favorit saya di Pangkalpinang. Bakal balik lagi kesini kalau ada kesempatan untuk pergi ke Pangkalpinang lagi. Buat yang berencana ke Pangkalpinang, silahkan masukkan Nicho Kopitiam ke list untuk dikunjungi.

-----

Nicho Kopitiam

Jalan Soekarno Hatta, Pangkalpinang

Range for 2: 50-100k IDR

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow: