Sunday, July 9, 2017


Saya belum sampai satu jam di Pangkalpinang, lima menit kemudian dari bandara saya sudah tiba di Acau Martabak 89. Saya tahu betul bahwa kunjungan ke Pangkalpinang tentu hukumnya wajib memakan martabak, tapi saya tidak menyangka untuk mencoba secepat itu juga....

Bangka, menjadi salah satu pintu masuk hok lo pan dari China. Dari Bangka, kemudian banyak menyebar hok lo pan di Indonesia. Itulah sebabnya banyak pedagang yang menamakan jualannya martabak Bangka.  Hok lo pan walau disebut martabak di Indonesia, sebenarnya punya asal yang berbeda dengan martabak (asin). Hok lo pan mengacu kepada martabak manis yang diserap dari kue dadar di China, kadang disebut juga terang bulan di beberapa daerah di Indonesia. Sementara itu martabak (asin) diserap dari Arab/India.


Harga satu porsi martabak di Acau masih sekitar 20-30 ribuan. Murah sekali bukan? Harga satu porsi martabak ternama di Jakarta bisa dua sampai tiga kai dari harga rataan Acau. Untuk rasa saya sarankan yang original. Bukannya sok-sok purist, Acau juga jual martabak nutella dan oreo tapi terkadang yang basic justru malah yang best giler.


thew fu sui/susu kedelai

Oh ya, kalau sedang mampir ke acau jangan lupa coba thew fu sui yang dijual oleh salah satu pedagang lain yang mangkal disana. Disajikan hangat langsung dari panci. Salah satu susu kedele yang pernah saya coba seumur hidup. Rasanya segar dan wangi. Padahal tanpa merek saja, segelas pun cuma tiga ribu,


kiri: martabak wijen | kanan: martabak coklat kacang

Bertahun-tahun martabak favorit saya tidak pernah berubah dari salah satu brand legendaris di Bogor walaupun sudah tinggal pindah-pindah kota. Tapi Acau, bisa langsung menggeser posisi tersebut dengan mudah. Orang Bangka memang yang paling mengerti cara buat martabak manis!

Martabaknya empuk, lembut, berminyak sewajarnya, tidak menimbulkan rasa seret di tenggorokan. Selain tidak seret manisnya juga tidak berlebihan sehingga tidak eneg. Biasanya saya hanya kuat 2-3 potong martabak. Untuk Acau 4-5 tidak masalah. Martabak coklat kacangnya lebih klasik dari yang instant classic. Martabak Wijennya? MashaAllah, tanpa cela. Belum pernah makan martabak seenak ini. Padahal isinya cuma-wijen-doang.

Yes, it's a die die must try if you call yourself martabak lovers and have a chance to go to Pangkalpinang..

-----

Acau Martabak 89

Jalan Soekarno Hatta No 9

Harga per box: 20-30k IDR

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , ,

0 komentar:

Post a Comment