5/13/2018

Kuching: Topspot


Setiap cari tempat makan di Kuching pakai Google pasti Topspot keluar. Sebenarnya saya sendiri tidak tahu harus pasang ekspektasi apa sebelum datang ke hotspot, jadi ya go show saja. Ternyata setelah tiba disana baru tahu kalau ternyata Topspot adalah foodcourt untuk makan seafood. Erm, eh, yaaahh... tentunya kurang seru ya makan seafood, karena di Indonesia banyak yang jago buat. Untungnya saya menemukan satu gerai yang menjual makanan tradisional Sarawak.


Di gerai ini menunya cuma dua umai dan pansuh. Waktu saya tanya umai itu apa mereka bilang seperti salad, walau kenyataannya bukan mirip salad sih, tapi campuran ikan dilumat dengan cabe dan bawang pakai perasan jeruk serta bumbu dapur. Kalau pansuh adalah daging ayam yang dimasaknya dengan cara dibakar didalam batang bambu.


Umai adalah makanan yang cocok bagi penggemar lauk segar. Bayangkan, semua bahannya fresh ga ada yang dimasak. Cabe dan bawang langsung dirajang, bumbu langsung ditabur, ikan langsung dilumat dicampur begitu saja dengan tambahan perasan jeruk. Segar dan pedas!


Seporsi umai bisa dimakan untuk beramai-ramai. Oh ya walaupun biasanya ikan saya pesan umai obor-obor (ubur-ubur). Sensasinya greget banget, kennyal-kenyal seger. Biasanya sih dimakan pakai nasi tapi mereka juga ga jual nasi yang dimana saya terpaksa cari karbonya pakai ketupat di tempat orang jualan sate kajang.


Ya, sate kajang. Sate yang dengan bumbunya pisah. Bedanya dengan di Indonesia adalah sate dijual pertusuk, dan boleh pilih dagingnya. Ada daging ayam, sapi dan kambing. Ada sate siomay juga sih, agak beda memang sate mereka huehehe.


Jadilah ini sebagai set makan malam saya beramai-ramai bersama keluarga. Set sate kajang dengan bumbunya yang dipisah bersama umai obor-obor. Walaupun bukan pasangannya tapi tetap seru bisa mencicipi makanan khas Sarawak. Umai bagi saya adalah hidden gem Malaysia yang jarang tersebut.

-----

Topspot
Jalan Padungan 93100
Umai & Pansuh: 10-20 MYR
Aneka Sate & Ketupat: 1-4 MYR

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:

0 komentar:

Post a Comment

 

Copyright © hungerranger.com Design by Free CSS Templates | Blogger Theme by BTDesigner | Powered by Blogger