Thursday, December 15, 2016


 Orang-orang Asia Selatan merupakan perantau yang hebat. Sebagai perantau sendiri dari Minangkabau, saya harus mengucapkan banyak berterimakasih kepada perantau dari Asia Selatan. Terutama dalam urusan perut. Kemana pun saya pergi di ASEAN, selalu ada komunitas India/Pakistan/Bangladesh yang punya rumah makan (dan halal). Membandingkan dengan jumlah rumah makan Padang di ASEAN (selain Indonesia), jumlah "kedai mamak" sepertinya jauh lebih banyak dan menyebar,


Saya mengunjungi ABC untuk sarapan, maklum hotel saya hanya hotel budget tidak menyediakan makanan di daerah Geylang. Menunya tidak jauh berbeda dengan kedai mamak lainnya. Aneka nasi, sup, canai dan roti-rotian. Mungkin yang berbeda hanya harganya yang cukup tinggi diantara kedai mamak lain di Asia Tenggara. Hahaha. 


Pesanan saya pagi itu adalah milo panas, teh tarik dan martabak ayam yang totalnya hampir seratus ribu rupiah. Cukup fancy ya harganya untuk sarapan. Ketika disajikan penampilan minumnya agak membingungkan karena tehnya tidak tampak seperti habis "ditarik" begitu juga dengan milonya yang pakai tambahan susu kental manis. Namun setelah diseruput, no complain... both are great! Masih menjadi misteri sampai sekarang mengapa formula milo di Malaysia & Singapura lebih enak untuk diracik untuk jadi minuman apapun daripada milo Indonesia.


Martabak ayam datang dalam bentuk 10 potong dengan kuah kari & timun berlumur saus. Dimakan hangat saja langsung sudah enak, lapisan ayam dan telurnya gemuk dan empuk. Ditambah kari jadi makin gurih. Apalagi ditambah mengigit timun & saus, menambah tekstur dan rasanya jadi pedas. Greget.

Satu pertanyaan untuk bistro ini yang mengganjal di benak saya, yaitu mengapa bukanya hanya 23 jam? Sangat nanggung ya shift-shiftan pegawainya.....

-----

ABC Bistro

3 Lor 10 Geylang

Murtabak Chicken: 6.90 SGD
Hot Milo: 1.50 SGD
Hot Teh Tarik: 1.50 SGD

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:


Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

0 komentar:

Post a Comment