Sunday, March 1, 2015


20 Februari lalu saya dari hungerranger berkesempatan untuk menjadi pembicara di Pecha Kucha Night Jogja Vol. 7. Pecha Kucha adalah wadah sharing ide yang menarik, dimana pembicara diberi kesempatan untuk berbicara selama dua puluh slide dimana setiap slidenya diberi waktu dua puluh detik. Sehingga total waktu presentasi adalah enam menit empat puluh detik. Sekilas acara ini mirip TED, namun apabila TED adalah gagasan yang bersifat top down. Pecha Kucha adalah gagasan yang bersifat bottom up.


Konsep bottom up ini menarik. Karena yang kecil diberi kesempatan untuk berbicara di khalayak ramai memberikan gagasan agar di dengar lebih luas. Selama ini mungkin banyak gagasan brilian dari bawah yang terbuang ataupun tidak terlaksana karena tidak sempat di dengarkan oleh orang lain. Bersama dengan acara pecha kucha ini saya selaku perwakilan dari hungerranger berusaha untuk menyebarkan virus cinta kuliner tanah air. Terutama kuliner provinsi DI Yogyakarta tempat kami berdomisili.


Mengenal kuliner tanah air adalah penting, karena saya rasa masa depan kita adalah turisme kuliner. Dengan banyaknya kuliner yang Indonesia punya mirisnya adalah justru sedikit yang menggarap wisata minat khusus ini. Kami di hungerranger menawarkan kepada turis untuk ikut tur kuliner hungerranger yang mencakup daerah DI Yogyakarta apabila berminat. Kami akan terus menyebarkan  informasi mengenai kenikmatan kuliner nusantara, agar kita bisa belajar dan saling kenal kepada seluruh kuliner yang ada di Indonesia. Akan sangat menjadi telat apabila kita marah karena kuliner kita di klaim atau hilang karena kita sudah tidak mengkonsumsinya. Dan juga kita tidak bisa buta sembarang fanatik klaim suatu makanan adalah asli Indonesia tanpa tahu asal usulnya. Kita adalah bangsa yang kaya, dan kekayaan itu harus mulai dijaga oleh diri kita sendiri, kalau tidak siapa lagi?

Tagged: , , , , , , , ,

0 komentar:

Post a Comment