Wednesday, July 27, 2016


Jakarta yang sibuk dan panas membara seketika lenyap begitu masuk ke Tjikini 17. Ya nama kafe ini diambil dari lokasinya yang berada tepat di Jalan Cikini nomor 17. Suasana temaram hangat menyambut. Sebuah tempat yang cocok untuk berbicara lepas dan bersantai.


Menu yang disajikan adalah menu-menu klasik. All time favourite. Alih-alih untuk mendapatkan jenis makanan yang baru justru yang bisa didapatkan disini adalah beberapa makanan yang terlewatkan ditengah kencangnya arus pembangunan Jakarta. 

Seperti tape bakar ini misalnya. Sudah berapa lama anda tidak makan tape bakar? Saya pun lupa. Namun sore itu tiga potong tape bakar legit dengan saus karamel dan taburan wijen tersaji di depan saya sembari menikmati senja. 


Tiga serangkai juga tak terlewatkan. 6 potong gorengan yang terdiri dari tahu, tempe dan pisang terletak menanti disantap. Gemuk dan tebal memastikan perut anda penuh selesai menyantapnya.

 

Waktu seperti berhenti disini. Pilihan penutupnya pun tidak lepas dari nama-nama legenda di dunia gastronomi Indonesia. Pada pilihan eskrim ada Ragusa, Tjanang & Baltic. Sementara ini pilihan teh poci menampilkan nama-nama seperti Tjatoet, Goal Para, Gopek, Cap Botol dan banyak lagi yang merupakan nama nama besar yang memiliki tempat di hati masing masing penggemarnya.

Pilihan akhirnya jatuh pada dua skop es krim Ragusa cokelat dan stroberi. Kemudian teh spesial sereh. Suatu sore yang berhasil dimanfaatkan dengan baik.


Berlokasi di daerah Cikini yang padat dan satu arah, membawa kendaraan mungkin agak sedikit sulit pada jam-jam padat. Menaiki kendaraan umum merupakan pilihan terbaik. Apabila bisa kembali ke Tjikini dengan seseorang yang mampu bercerita tentang Jakarta tempo dulu, sepertinya akan amat sangat menyenangkan.

-----

Tjikini

Jalan Cikini No 17

Tape Bakar: 23rb
Tiga Serangkai: 25rb
Dua Skop Es Krim Ragusa: 30rb
Teh Spesial: 25rb

-----

Lebih dekat dengan hungerranger, follow:




Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

0 komentar:

Post a Comment