Tuesday, September 2, 2014


Kita semua suka makan-makan. Tetapi sukakah kita menonton film yang bertemakan makanan?
Jawabannya mungkin bisa ditemukan dengan mencoba menonton film tabula rasa. Tabula rasa mengemas film pertama yang bertemakan kuliner di Indonesia. Mengangkat kuliner Minang, dengan fokus sebuah "lapau" (rumah makan) dan konfliknya sehari-hari.

Karakter yang ditampilkan oleh film tabula rasa tidak berlebihan. Tidak mengumbar kemewahan. Kesederhanaannya yang membuat film ini spesial. Menonton tabula rasa sangat terasa dekat dengan kehidupan. Interpretasi tiap adegannya bisa dinikmati tergantung inner journey masing-masing. Tiga karakternya memiliki sifat seperti orang Minang pada umumnya. Terasa seperti itu karena saya juga orang Minang. Setiap karakter memiliki naik dan turun, tidak ada sifat yang selalu baik atau selalu buruk maupun karakter yang selalu benar atau selalu salah. Bagi saya menonton tabula rasa sangat mengingatkan kepada almarhumah nenek yang selalu memasak untuk saya dulu.

Kembali ke bagian kuliner, beberapa masakan ditonjolkan menjadi andalan penggambaran masakan di film ini. Seperti dendeng batokok lado mudo, randang tacabiak dan gulai kepala ikan. Melihat lauk-lauk tersebut di layar lebar terasa menggiurkan. Senang rasanya bisa melihat kuliner Indonesia didokumentasikan dan dijadikan dalam bentuk sebuah karya seni film. Semoga ada lagi film-film selanjutnya yang mau membahas tentang kuliner dalam negeri. Aku cinta masakan Indonesia. :)

Tagged: , , , , , , , , , , , ,

0 komentar:

Post a Comment